Kamis, 27 Desember 2007

CHRISTMAS MESSAGES


Overall seluruh kejadian seputar Natal di tahun 2007 ini sangat membekas di hati. Thank You God for all the messages you want me to understand, thank you for still loving me after all I’ve done to You in year 2007 and thank you for the renewal relationship with You.

Orphans Place – HOPE

Kunjungan Natal 2 kelompok FA kami – lebih dari 10 keluarga bersama anak-anak ke Panti Asuhan HOPE di Sentul. Wajah 11 anak yang penuh sukacita ketika kami berkunjung ke sana. Doa tulus salah seorang anak perempuan “Terima kasih Tuhan untuk hari ini …. Tuhan yang tolong supaya hari ini kami mendapatkan hadiah …. “. Semua nya sangat menyentuh hati.

Mereka jauh dari persiapan Natal berbelanja heboh di Metro Pondok Indah … jauh sekali dari kehebohan memilih lebih dari 60 jenis kue di Harvest … jauh sekali dari kehebohan mengubah tema pohon Natal dari sebelumnya berwarna emas, menjadi berwarna merah, dan tahun ini berwarna orange ….

Kehadiran kami dan lagu-lagu yang dinyanyikan bersama sudah menjadi ucapan Syukur tak terhingga … kamar-kamar yang kosong namun sangat bersih, menjadi keseharian yang tak habisnya mereka syukuri … kehadiran bayi-bayi yang terbuang dan tertidur dengan nyaman di siang hari itu merupakan berkat yang luar biasa karena mereka bisa saling menolong dan saling mengasihi … pohon natal yang sangat sederhana sudah menjadi keistimewaan yang luar biasa … apalagi aneka rasa roti unyil, pudding jelly ibu Zelly dan makan siang Mc D menjadi keistimewaan Natal tak terhingga buat mereka.

Natal ada di hati mereka … Natal ada dalam ungkapan Syukur yang terus menerus atas apa pun yang sudah Tuhan berikan buat mereka … tidak ada tuntutan dan tidak ada standard khusus … semua mengalir karena mereka percaya Tuhan selalu pelihara mereka ...

Belajar lagi hal yang baru di tempat ini. Tuhan sudah begitu baik memelihara kami semua ... seringkali terlalu banyak hal dalam daftar kebutuhan hidup yang terus menerus ditambahkan dan lupa melihat ke baris-baris sebelumnya betapa semua sudah dipenuhi dengan luar biasa oleh Dia bahkan tanpa kita minta.

Bersyukur untuk anak-anak yang dipercayakan Tuhan buat kami, sehat, pintar, terpelihara baik dan memiliki masa depan yang masih bisa direncanakan.

Bersyukur untuk 10 keluarga teman dekat yang selalu ada di sekitar kami dan saling mendukung Kel P. Posma, Kel P. Deddy, Kel P. Daniel, Kel. P. Ferry, Kel P. Jimmy, Kel. P. Edi, Dr. Edison, Anton, Kel. P. Purba, Kel. P. Herry, Kel P. Miming, dan juga Butet.

Thanks to You ...


O Holy Night – sung by Veda

Tahun ini vibra pada suara Veda semakin kentara. Dan seperti kesibukan di Natal sebelumnya, maka Veda harus mempersiapkan dirinya untuk berlatih karena harus menyanyi di berbagai tempat.

Tidak mudah untuk melatih Veda bernyanyi dengan hati dan mengingatkan dia bahwa Tuhan yang memberikan dia talenta indah untuk bernyanyi .. semua harus dikembalikan untuk memuliakan nama Nya ... yang Veda ingin lakukan adalah bernyanyi secukup-cukupnya saja dan sesuai dengan pesanan .... tidak perlu gaya macam-macam, tidak perlu tersenyum, tidak juga perlu dilengkapi dengan dandanan tipis dan apalagi lipstick. Well ... thats her ....

Malam itu tanggal 23, Veda tampil di atas Altar sebelum khotbah dan bernyanyi diiringi oleh Anak-anak Musik ... lagunya O Holy Night .... suaranya sangat indah, bening dan nyaring ... pronounciation nya sangat jelas dan cukup native ... semua terdiam dan mendengarkan suara Veda dengan takjub ... Veda menepati janjinya .. bernyanyi dengan hati nya .....

Sementara aku ... rasanya semakin tertegur .... Tuhan baik sekali mempercayakan anak perempuan seperti dia buat aku dan Mono pelihara di kehidupan kami. Anak perempuan dengan talenta yang luar biasa, anak perempuan yang bisa jadi berkat buat banyak orang, anak perempuan yang kepadanya ternyata kami masih terus menuntut hal-hal lain sesuai standard dunia yang harus dia penuhi. Seharusnya kembali bersyukur karena di sinilah kelebihan Veda yang paling terlihat ... semua dia persembahkan untuk memuliakan Dia, semuanya sudah sangat lebih dari cukup.

Kembali bersyukur untuk kesadaran yang timbul di hati ... Veda adalah anugerah indah yang sudah boleh kami miliki ...

Thanks to You ...


Tante Madke

Natal tahun ini Tante Madke kembali menyempatkan diri datang dari Makasar ke Bogor dan menginap di rumah kami untuk hanya 1 malam. Rindu pada cucu, demikian alasannya. Duduk dan mendengarkan Tante ku ini bercerita panjang lebar tentang pekerjaan dan kesibukannya sungguh membuat takjub. Tante Madke tinggal seorang diri di Makasar ... di rumah yang cukup luas hanya ditemani sejumlah doggy yang disayanginya sepenuh hati. Tante berusia 60 tahunan ini pensiun sebagai Kepala salah satu Departemen yang bertanggung jawab atas pembangunan di negara ini.

Di usia setelah pensiun, pelayanannya tidak berakhir ... bahkan semakin lebih dan lebih lagi .... dia bekerja sebagai konsultan pembangunan daerah miskin di Indonesia Timur ... kerinduan hatinya adalah membangun area Wamena dan Papua untuk memperbaiki kehidupan rakyat di sana yang selama ini tidak tersentuh peradaban dan disia-sia kan oleh pemerintah daerahnya. Perjalanan Makasar – Wamena dan Papua dilakukannya sesering dan seolah sedekat jarak Jakarta-Bandung saja. Assesmentnya atas kebutuhan pembangunan jalan mulai terwujud dan terlaksana, perjuangannya untuk mendapatkan dukungan dana dari lembaga asing pun berjalan dengan baik. Kegembiraannya adalah bercerita tentang orang-orang berkoteka yang masih sangat primitif dan bergembira dengan hal-hal kecil seperti kue ”Biskuat” yang selalu Tante ku bawa karena itu yang mereka gemari.

Tante Madke tidak pernah merasa takut. Kesendiriannya (karena perkawinannya yang tidak berjalan baik) tidak membuat dia merasa perlu mendekat pada keluarga besarnya. Kesendiriannya mengalihkan waktu dan tenaga yang dimilikinya untuk melayani dan memperhatikan orang lain. Orang-orang yang masih berkoteka dan memakai celana daun, orang-orang yang masih sangat miskin dan terkebelakang ... mungkin Tante Madke seolah menggarami laut .... demikian banyak rakyat terkebelakang dan miskin di negara ini ... namun apa yang diperbuatnya berarti sungguh luar biasa untuk banyak orang di Wamena sana.

Kembali merenung .... setiap orang harus melakukan pelayanan yang berarti buat orang lain .....Tante Madke terus melakukan bagiannya dengan hatinya .... bersyukur sekali Tuhan terus memelihara dan menjaga dia dalam segala perjalanan yang harus ditempuhnya dengan pesawat terbang lokal dan seringkali kapal laut. Bersyukur untuk kesehatan dan sukacita yang dia miliki. Bersyukur karena penyakit kanker nya tidak timbul dan mengganggu dia lagi.

Bersyukur untuk belajar hal yang lain mengenai melayani sesama dalam bentuk yang lebih nyata ..... meletakkan hati kita di sana ... itu kunci utamanya.


Carolyn

Berita mengejutkan itu kami terima di malam Natal setelah beribadah di Gereja. Carolyn akhirnya meninggal dunia setelah bertempur melawan kanker payudara selama sekitar 2 tahun yang berlalu. Yang sangat mengejutkan adalah topic mengenai dirinya baru saja aku diskusikan dengan teman sehari sebelumnya, karena Gabi anak nya menjadi cover pada majalah gereja kami. Berita terakhir yang aku dengan sehari sebelumnya adalah, Carolyn sudah lebih sehat.

Tidak terlalu mengenalnya dengan sangat dekat. 2 tahun yang lalu berjumpa di Gedung Kesenian Jakarta. Gabby dan Veda sama-sama pentas balet dan Carolyn yang terlebih dahulu memperkenalkan dirinya. Ternyata dia bekerja di Kantor Gereja dan kami sama-sama melayani sekalipun di tempat yang berbeda. Selanjutnya kadang berjumpa dengan dia dalam acara doa dan dalam berbagai acara Gereja. Beberapa kali melihat Carolyn dalam keadaan kurang sehat, ternyata dia menderita kanker payudara dan terus menjalani pengobatannya.

Kadang berjumpa dengan dia menggunakan topi dan kadang menggunakan rambut palsu. Tubuhnya terlihat kurang fit tapi wajahnya selalu penuh dengan sukacita.

Tidak terlalu mengenalnya dengan sangat dekat. Tapi 3 kali mengunjungi jazadnya di Sinar Kasih dalam 2 kali ibadah yang dilakukan cukup membuat aku dan setiap orang di sana memahami siapa Carolyn dalam hidupnya sampai akhir hayatnya. Seorang wanita yang sangat luar biasa. Ibu yang baik dari anak perempuannya Gaby yang seusia Veda, Istri yang setia mendampingi suaminya hampir 20 tahun (dengan usia perkawinannya yang baru 8 tahun), Pelayan Tuhan yang luar biasa. Dia tetap bersukacita dan punya pengharapan sampai akhir hidupnya bahwa suatu saat ida akan sehat kembali. Ternyata dia tidak pernah mengeluh sekalipun kesakitan dari penyakitnya sangat luar biasa. Ternyata juga dia selalu berusaha untuk tetap bekerja (sebagai pegawai di Kantor Gereja) sekalipun sakit dan badannya lemah. Tak ada yang dapat menghalanginya untuk terus melayani dan hebatnya dengan tetap bersukacita. Ketika akhirnya dia dipanggil pulang di Malam Natal, semua orang di sana mengenangnya dengan sangat indah. Sebagai perempuan yang sempurna.

Kembali merenung .... ketika suatu hari nanti kita pergi ... buku seperti apakah yang ditinggalkan bagi orang-orang di sekitar, paling tidak bagi anak-anak dan suami tercinta ... apakah buku yang memuat cerita yang baik tentang bunda? Atau buku yang hanya memuat bunda yang tanpa kesan berarti bagi mereka (bunda yang tidak punya banyak waktu, terlalu banyak aturan, dan terlalu banyak menuntuntut kesempurnaan).

Kembali bersyukur untuk pelajaran baru dari kehidupan Carolyn ... terutama kesetiaannya pada keluarga dan pada Tuhan

Thanks to You ...


Alma

Keluarga yang sangat dekat dengan kami, Kel P. Posma dan Kak Larissa dengan 3 anak mereka Zefa, Kiel & Alma. Malam Natal kemarin dan sampai hari ini Alma di rumah sakit. Panas tinggi karena didiagnosa campak membawa dia harus diinfus supaya tidak kekurangan cairang tubuh, ternyata setelah waktu berjalan, trombositnya menunjukkan penurunan dan diindikasikan DB, namun kemudian semoga penyakitnya hanya thypus saja, karena tidak semakin memburuk kadar trombositnya. Kami memberikan waktu di Malam Natal untuk mengunjungi Alma ... malam natal mereka di Rumah Sakit, tanpa Gereja, tanpa Christmas Dinner seperti yang baru kami lakukan.

Coba di jabarkan hal-hal apa saja yang sudah dialami keluarga ini .... 3 minggu yang lalu Opung Oma yang memang agak sakit terjatuh dan harus di operasi pinggangnya, proses penyembuhan mentalnya dari ”sakit akibat kekhawatiran” sudah berjalan beberapa tahun ini ... rumah sakit perawatan, metode pengobatan, suster dan tenaga perawat dan berbagai kehebohan lainnya menjadi cerita yang disharingkan pada kami supaya doa dan doa teman-teman bisa terus dinaikkan bersama.

Anak-anak kadang bergantian sakit dan berbagai hal laiinya yang berat terus dialami keluarga ini. Bukan detail mengenai hal ini yang aku mau bahas dalam tulisan ini. Tapi ... lihat wajah mereka semua. Kedekatan dengan berbagai persoalan (seringkali kejadian dengan keluarga ini membuat setiap teman bereaksi ”Wah ... ada apalagi dengan mereka? Aduuh kasian sekali ... adaaaa terus persoalan yang terjadi ... ”) tidak membuat wajah mereka murung dan bersedih. Mukanya terus bergembira dan bersukacita. Ini lah yang disebut ”pengharapan”. Iman mereka membuat mereka tahu kalau ada kuasa yang lebih besar yang mampu mengatasi apa pun persoalan yang diijinkan untuk terjadi pada mereka. Iman mereka membuat mereka mampu terus bersyukur ketika keadaan keluarga mereka ada di titik paling bawah.

Kembali mendapat teguran dalam hati .... sebesar apa rasa syukur dan sukacita ku dalam berbagai keadaan yang buruk dan tidak menyenangkan? Bukankan hal-hal kecil (di kantor misalnya) yang tidak sesuai keinginan hati bisa membuat aku uring-uringan? Bukankah hal kecil seperti polah dan tingkah para asisten di rumah bisa memicu aku untuk langsung naik pitam? Belum lagi ulah Veda dan Ravind yang jungkir balik dan pukul-pukulan bisa membuat kepala sakit dan omelan panjang lebar dikirimkan. Semua dilakukan sebagai ”REAKSI” karena segalanya tidak sesuai dengan yang direncakan ( seharusnya direnungkan ... direncanakan oleh siapa? Oleh aku sendiri? ), selalu ”LUPA” kalau Tuhan sendiri yang merencanakan segala sesuatu sesuai kehendakNya .. sesuai waktuNya .. sesuai saatNya. Semua selalu sempurna dan terbaik ... kalau ternyata tidak sesuai dengan rencanaku .. berarti memang rencanaku belum sesuai dengan rencanaNya ......

Kembali bersyukur untuk pelajaran baru ... menerima dan terus bersyukur untuk segala hal yang terjadi dalam hidupku sekalipun belum sesuai dengan rencanaku ......


Oma Tombokan

Teman Oikumene di dekat rumah ... tinggalnya kira-kira 20 meter dari rumah kami. Oma yang sudah cukup tua dan tinggal berdua dengan putra nya. Terakhir berjumpa ... keadaannya masih baik dan gembira. Setiap teman di sekitar kami sudah beberapa kali menganjurkan untuk mengunjungi Oma. Karena keadaannya memburuk ... tiba-tiba menjadi pikun dan tidak menyadari banyak hal sekalipun tubuhnya tetap sehat.

Alasan kesibukan yang luar biasa menjadi tameng kami berdua. Mengunjungi Oma yang rumahnya terlihat mata baru kemudian kami lakukan setelah 2 bulan menerima berita tersebut.

Oma sedang duduk di kursi membaca Alkitab ketika kami tiba. ”Siapa ya? ... kalian tinggal di mana? Oooh ... kalian tinggal dekat sini .... Oma nih sudah sangat pelupa ... tidak ingat .... nama kalian siapa? Tinggal di mana? Ooooh dekat di sini ya .... ” percakapan yang terus berulang dan tidak berujung ketika sore itu kami ke sana. Sedih melihatnya .....

Memory nya seakan-akan hilang .... tidak ada cerita tentang kami dan teman-teman Oikumene yang diingatnya sekecil apa pun itu. Yang diingatnya (dan banyak salah) adalah memorynya ketika tinggal di Bandung ... itupun ceritanya melompat-lompat tidak beraturan. Kami tidak lama di sana .... berdoa dan kemudian berjanji untuk lebih sering datang dan menemani kesendiriannya.

Kembali diingatkan .... sudah sejauh mana aku melayani orang di sekitarku? Waktu yang kurang selalu jadi alasan yang paling enak untuk tidak memperhatikan banyak orang di sekitar. Urutan perhatian yang kami buat sebagai prioritas pembagian waktu selalu begini : diri sendiri dan pekerjaan, sekolah, anak-anak, keluarga dekat, keluarga jauh, baru terakhir teman-teman. Padahal Tuhan sudah begitu baik pada aku dan keluargaku. Kalau Tuhan memberikan perhatiannya dengan urutan skala prioritas juga ... tak terbayangkan kapan perhatian dan berkat untuk aku dan keluargaku akan tiba, karena jumlah orang yang milyaran banyaknya di dunia.

Tuhan tidak begitu .... Dia ada terus untuk aku dan keluargaku di sepanjang tahun 2007 ini tanpa skala prioritas .... hal ini lah juga yang seharusnya aku bisa berikan untuk orang-orang yang membutuhkan perhatian dan bantuanku .... menjadi saluran berkatNya .....

Kembali bersyukur karena diingatkan hakekat pelayanan dan komitmenku pada Dia ...

Thanks to You for all the Christmas Messages .......


Jumat, 07 Desember 2007

WHAT TO TELL ABOUT AMERICA






Berkesempatan mengunjungi America bersama 60 orang rombongan Jalan-Jalan Sirkus pada November 2007 yang lalu adalah suatu anugerah … kesempatan pertama yang cukup berharga dan semoga masih dapat diulang kembali di kemudian hari dengan lebih lengkap paket dan pengalamannya. Banyak sekali kesan yang timbul, dan overall kalau diuraikan sebagai berikut :

FULL OF PHOBIA PEOPLE INCLUDING THOSE WHO are STAYING IN MY own COUNTRY
Pengajuan visa ku diajukan sampai 2 kali. Pengajuan pertama ditolak dengan sukses, semua dokumen pendukung tidak dilirik, alasan ditolak tidak diketahu, “berapa tahun bekerja, ngapain mau ke Amerika, apa relevansi pekerjaan kamu dengan keberangkatan rombongan sirkus ini, gaji kamu berapa …” semuanya berujung pada “U r not eligible to receive US Visa”. Padahal aku Ketua Panitia rombongan sirkus ini …. What a stupid process

Pengajuan kedua diketahui kalau ketakutan petugas embassy (kalau tidak mau dijudge sebagai ketakutan Amerika) adalah “keraguan atas status pernikahanku, kekhawatiran kalau-kalau aku tidak akan kembali ke Indonesia dan membawa anak-anakku ke Amerika” …. WHAT??? Can u give me another crazy and stupid reason to leave this country? Hehhhh … hanya dapat menghela napas panjang …… “mungkin karena rambut kamu merah dan kamu pakai kawat gigi sih …” kata teman-temanku.

Semua proses luar biasa itu diikuti dengan kewajiban mengantri yang tidak manusiawi, bentakan-bentakan dan kemarahan petugas satpam USA Embassy pada Visa applicants tanpa memandang usia. Cihuy banget … padahal kalau dipandang wajah para petugas Satpam dan petugas counter lainnya jauh lebih “local” daripada aku (yang agak “indo” dan berambut merah … heuheheh) tapi tata karma dan kesopanan a la Indonesia yang mereka harus nya miliki sudah hilang sama sekali …. Mmmm what an amazing country ..able to change people’s paradigm even on their own country, and also considering that their duty actually is still on the very 1st line of America’s entering gate which is still in Indonesia, they’ve already loose their Indonesian nature … pity ……

SAN FRANSISCO
Kesempatan untuk dapat memasuki negara adidaya dunia itu akhirnya berlaku selama 5 tahun buatku. Well … lets see deh kapan lagi kesempatan mengunjungi Amerika bisa didapatkan. Yang pasti overall perjalanan memang sangat melelahkan. Mungkin juga merasa lelah karena ditambah sedikit stress … sebagai ketua rombongan sirkus … jadi beban tersendiri membawa rombongan ini ke Amerika 

Perjalanan dengan Cathay Pacific terlalu lelah buat diceritakan. Makanannya yang pasti tidak enak, semua rasa daging nya tidak karuan. Tapi mau tidur juga sepertinya tidak mungkin … yang ada hanya tidur yang pendek-pendek … berulang …. Tapi tetap melelahkan. Nonton video pun rasanya sangat membosankan dan membuat mati gaya.

Transit di HongKong dilanjutkan perjalanan ke San Fransisco. Here we come America …..

Sesampainya di SF internasional Airport seperti yang sudah diduga semula, setengah dari rombongan yang merupakan bapak-bapak muda dan berusia produktif dan dikhawatirkan “menyangkut” di Amerika dan memenuhi lapangan kerja dan kehidupan di sana harus mengikuti proses interview dan screening …. My God … here we arrived at the most phobia country in the World. Salah satu peserta rombongan sirkus dari Jawa Tengah … sebut saja Pak Amir membuat petugas custom putus asa karena dia tidak dapat berbahasa Inggris sama sekali … blas ….. menginterview beliau dengan bahasa tarzan sangat melelahkan mungkin ya … akhirnya beliau di loloskan begitu saja … hua ha ha …. Rasakan ya kehebatannya orang Indonesia 

Belum lagi Bapak dari Purwokerto yang dengan sukses tanpa mendeclare berhasil menyelundupkan berbagai penganan : ikan balita goreng yang cukup stocknya untuk 10 hari, abon, cabe acar yang pedas, teri goreng kacang pedas, sampai kue bakpia … semuanya cukup untuk memenuhi kebutuhan 10 hari perjalanan. Luar Biasa ya orang Indonesia 

Selebihnya SAN FRANSISCO merupakan kota kecil yang sangat cantik. Jalan-jalannya kecil dan environment nya sangat friendly. Jalan-jalan naik San Francisco cable car with its unmistakable “Ding! Ding! Ding!” sangat romantic …. Biarpun suhu udara saat itu tak tertahankan di 0 derajat Celsius. Keretanya sangat unik dan sudah beroperasi sejak tahun 1800. Berbelanja di Union Square pun cukup menyenangkan … heboh dengan Victoria Secret dengan discount nya yang gila-gilaan. All for only US$5 … asik banget ya ……

Golden Gate yang kokoh, berwarna orange cantik dan tertutup kabut merupakan pemandangan yang keren juga … very cool to take Picture in front of it . Perjalanan ke Fisherman Wharf dengan gambar kepitingnya yang besar dan tidak boleh terlewatkan menjadi bukti bahwa kita sudah tiba di SF dan mencicipi hidangan Sea Food yang super special di sana. Tidak lupa standard procedure jalan-jalan kemana pun adalah mengunjungi Hard Rock Café San Francisco …

Selanjutnya kami memasuki tahapan phobia ketiga …. Flight to Las Vegas with Northwest Airlines


LAS VEGAS
Proses check in di Airport LAX cukup membuat stress … pengalaman ke-tiga dengan sejumlah orang phobia di negara ini dimulai lagi …. Segala pesan Tour Leader harus diingat-ingat “Ingat ya … tidak boleh ada cairan di handbag, jangan memegang tas yang akan kamu masukkan ke dalam bagasi lagi, jangan dikunci ya .. nanti dibongkar, buka seluruh jaket dan ikat pinggang, termasuk sepatu, dan lain-lain nya”. Pengalaman 11 September dengan bom pada pesawat local nya memang membuat semua orang Amerika jadi gila karena ketakutan dan traumatik.

Northwest Airlines merupakan pesawat kecil dengan pramugari yang sudah sangat “senior”, berambut blondie (tapi sama sekali tidak seperti boneta barbie), tidak sopan dan tidak terlalu ramah juga. Makanan disajikan dengan dilempar-lempar. Anyway … perjalanan yang hanya 2 jam ini sudah begitu dinanti oleh semua peserta rombongan sirkus ini. Finally we arrived in Las Vegas … waaaah kotanya cantik sekali …. Terang benderang. Proses landing di kota ini pun merupakan pengalaman unik tersendiri … lampu-lampu di Las Vegas sangat terang … area ini disupport secara khusus oleh pembangkit listrik di Hooverdam. Pembangkit listrik yang secara khusus didedikasikan untuk menjamin bahwa kota Las Vegas selalu akan terang benderang. Karena hal inilah yang menjadi daya jual utamanya.

Pengalaman utama yang ditawarkan area ini adalah “kesemarakan” …. Apa ya kata tepatnya untuk menggambarkan kota ini ??? …. “kehebohan” … “kemewahan” … mata kita dimanjakan oleh berbagai hotel mewah yang terbentang di sepanjang jalan kota dengan lampu-lampunya. Hotel tempat kami menginap Bellagio Hotel .. salah satu hotel termewah dan terbesar di area ini. Lantai bawah semarak dengan casino yang tidak berhenti sepanjang 24 jam. Orang Amerika yang lalu lalang dan berjudi di sini berasal dari kalangan exclusive. Jangan ditanya bagaimana kualitas service hotel mewah ini … receptionist bersikap tidak peduli pada tamu … jangankan tamu pribadi, bahkan tamu berombongan pun dipandang sebelah mata. No “sorry” buat kesalahan yang diperbuat hotel. Pokoknya … tamu ada di posisi membutuhkan Bellagio dan bukan sebaliknya … fiuhhhh melelahkan sekali rasanya.

Anyway …. Pemandangan air mancur di depan Bellagio luar biasa cantiknya …. Bermain setiap 15 menit di malam hari. Setiap orang dari berbagai penjuru area di Las Vegas menantikan pertunjukan ini dengan antusias.

Di kota ini, sebagai bagian dari Agenda Jalan-jalan Sirkus, kami mengunjungi the famous Grand Canyon dengan naik helicopter. Perjalanan dengan bis di tengah padang gurun yang agak tandus dan kering selama 3 jam dari LAS tergantikan ketika Heli kami mulai naik dan terbang perlahan menyusuri tebing-tebing Grand Canyon yang cantiknya luar biasa. Pendaratan di dasar tebing dan dilanjutkan dengan berlayar dengan kano di sungai Colorado menjadi memory yang melekat keindahannya. How great Thou Are … seluruh pemandangan dan alam yang ada diciptakan sama Tuhan memang sangat luar biasa.

Selain itu hal paling berkesan lainnya dari Agenda besar jalan-jalan kami adalah the Hot Baloon experience. Waaaaahhhh …… baloon besar berwarna warni yang ditiup dengan pompa khusus benar-benar memberikan pemandangan yang sangat unik. Belum lagi ketika kami ber 12 mulai memanjat dan menaiki keranjang rotan yang kokoh untuk mulai terbang ke ketinggian 3000 kaki. Waaaaahhhh …. Tak terkatakan ….. perasaan awal yang timbul adalah rasa kagum bisa terbang setinggi itu dengan naik balon udara … kapan di Indonesia ini bisa dilakukan? Karena diperlukan area yang luas dan besar sekali untuk mempermudah balon udara bisa naik dan terbang di titik mana pun selama angin pendukung tersedia dan bisa turun di titik mana pun selama angin pendukung membantu mendorong turun. Perasaan belakangan yang timbul adalah … kesadaran … bahwa aku hanya berada di dalam sekeranjang rotan di ketinggian 900 meter di atas permukaan tanah … apa yang akan terjadi yah bila tiba-tiba balon udara ini bermasalah …..he .. he .. tapi untung semuanya berjalan lancar. Turun dari baloon dan mencicipi breakfast a la america di taman kota … segelas wine, juice, dengan potongan keju, salad, mayonnaise, sosis, coklat, dan permen. Another unique experience ….

Pengalaman berkesan lainnya adalah the Gala Dinner. Seluruh rombongan sirkus dengan kostum cowboynya diangkut dengan Limo Hummer yang panjang dan besar …… bisa mengangkut 15 orang dalam 1 mobil … sebetulnya gak terlalu jauh bedanya dengan bis kecil … hanya lebih mewah dan ada mini bar di dalamnya. Anyway … yang pasti semua tidak ada habis-habisnya berfoto dengan hebohnya di depan Limo Hummer. Makanan yang disajikan dalam Gala Dinner di Flemish Restaurant adalah real American Steak. Yang kembali tak terlupakan. Starter nya merupakan Crab cake yang rasanya sudah memenuhi hampir setengah dari kapasitas perut, setelah itu muncul lah sebongkah daun selada yang dipotong besar-besar ditaburi keju berbau tajam menusuk dan disiram dengan saos keju cair … sebetulnya cukup yummy … tapi ampuuun deh ukurannya. Main menú nya adalah American steak yang besar dan lonjong seperti bola base ball america. Rasanya cukup enak tapi tidak segurih Indonesian Steak … u’ll miss bumbu Indonesia dalam setiap masakan yang ada di sana. Dessertnya adalah chocolate Mousse yang potongannya sebesar kapasitas perutku. Totally menú makan malam itu bisa membuat orang Amerika setinggi 2 meter kekenyangan dan pingsan … apalagi buat aku ??

LOS ANGELES
Perjalanan terakhir di Agenda Jalan-Jalan Sirkus ini dilakukan dengan menyusuri Las Vegas menuju Los Angeles …… perjalanan yang cukup panjang dan cukup melelahkan juga. Berhenti untuk berfoto di Holywood Boulevard, Kodak Theatre, dengan hebohnya mencari nama bintang film favorite di Wall of Fame. Dari foto-foto yang ada menjadi bukti berapa usia kami  kalau yang dicari dan dijadikan bahan histeris adalah Eddy Murphy … Kevin Costner … Whoopi Goldberg …. Mickey Mouse …. Halle Berry …. Naaaah tebak deh .. berapa usia kami-kami ini 

PITTSBURGH
Masih ada 1 perjalanan lagi tersisa setelah sebagian besar rombongan sirkus kembali ke Jakarta. Lets have a flight to Pittsburg Pennsylvania !! Terbang dengan USA Airways .. penerbangan local yang menyebabkan terjadinya bom bunuh diri di peristiwa 11 September itu … moment of truth berikutnya dengan service USA Airways sangat menyebalkan. Ticket pesawat “physical” yang sudah dibeli kakaknya Sari dari Pitt dinyatakan tidak berlaku. Kami harus membeli lagi ticket pesawat karena yang diakui adalah ticket elektronik (bener-bener aneh ….) atau Mas Didik di Pitt harus menghubungi bagian reservasi supaya mereka memproses “sesuatu” di dalam system agar ticket dapat di accept di jaringan elektronik USA Airways di LA. Unbelievable kan? Instead of mereka sendiri yang saling berkoordinasi untuk membantu pelanggan … ini malah mereka mem push pelanggan untuk menyelesaikan masalah mereka. What an excellent service ….

Pada akhirnya semua lancar. Pittsburgh kota kecil yang sangat indah. Perjalanan menuju Buffalo dalam 3 jam dapat membawa kita mencapai Niagara Falls di perbatasan Kanada. Sangat indah … biarpun setiap orang bilang kalau Niagara jauh lebih indah dilihat dari Kanada daripada dilihat dari Pitt (sementara kami tidak punya visa untuk entering that country).

Bermalam di rumah Mas Didik dan Mbak Betty …. kakak temanku yang sudah permanent tinggal bersama keluarga nya di sana. Pasangan yang sangat menyenangkan. Ramah dan heboh. Rumahnya sangat hangat … 2 lantai terdiri atas lantai dasar dan under ground. Kehidupan keluarga Indonesia di Amerika terlihat cukup menyenangkan dari kisah-kisah yang disampaikan mereka. Perkumpulan keluarga Indonesia yang sangat dekat satu sama lain. Bisnis catering di akhir pekan yang ditunggu-tunggu oleh komunitas mereka untuk melepaskan rindu. Cerita mengenai biaya sekolah anak-anak yang dapat dicicil sampai mereka bekerja nantinya, cerita mengenai kawat gigi yang harganya puluhan juta rupiah namun tetap dapat dibayar dengan proses kredit yang sangat ringan, dan banyak kisah menarik lainnya. Tapiiii kalau dipikirkan … berada jauuuh dari orang-orang yang dekat di hati … mungkin bukan termasuk dalam cerita yang menyenangkan hati mereka ya.

SHOPPING
Shopping harus jadi chapter tersendiri buat Kisah Jalan-Jalan Sirkus di Amerika ini. Waaaaaahhh … tidak ada kata yang dapat menggambarkan kehebohan shopping di Amerika. Waht I love most about this country ternyata adalah Shopping Experience nya !!!

Dimulai dari berbelanja di Union Square San Francisco – banyak hal sudah ditawarkan dengan harga yang menarik hati. Berbelanja di Las Vegas Fashion Mall – masing-masing orang menenteng 3 I-Phone seri baru. Kalau di Indonesia harganya bisa mencapai 6.9 juta setelah sukses di crack, maka di Apple Store original kita bisa membelinya dengan harga hanya USD 399. Masalah crack dan meng crack nya bisa diserahkan kepada orang-orang pintar di Indonesia at no costa t all… so wonderful.

Berbelanja lagi di Ontario Mills – irresistible …. Kita bisa dapat jam tangan Fossil dan Guess hanya dengan USD 40-50. Paket Lego mainan anak-anak yang super besar (dan mal di Indonesia) dapat diperoleh dengan USD 15. Dompet-dompet cantik Liz Calirborne hanya dengan hanya USD 15. Koper Tommy Hilfiger dengan hanya USD 45 atau Samsonite hanya dengan USD 100. Belum lagi segala perlengkapan Disney yang sangat memikat hati .. hanya Ravind dan Veda yang terus menerus terpikirkan 

Puncak acara belanja kami adalah di Factory Outlet Pittsburgh – negara bagian Pennsylvania ini tidak mengenakan tax barang yang dijualnya. Semua jauh lebih murah daripada Los Angeles. Semuanya berhadiah … beli satu gratis satu …. Turun harga dari pululan dollar menjadi USD 0.99 all ítems …. Beli Samsonite gratis another samsonite model …. Semua produk diturunkan harganya dengan panik.com Dan masih banyaaaaak lagi kejutan lainnya.

Wah sangat luar biasa menyenangkannya berbelanja di surga Factory Outlet America ini. Sangat berkesan. Untuk selanjutnya hanya tinggal memikirkan bagaimana caranya agar koper berberat 30 kilogram ini dapat dengan mudah melewati penerbangan domestik ke Los Angeles – terbang ke HongKong – dan kembali ke Jakarta dengan selamat 

Overall that’s what can be described about America … A country full with phobia people … A country full with delicious burgers (aduhh bener deh burgernya asik banget) …. A country full with sophisticated matters …. A country where u can find the most cheap and economist things in this World. Directly setting a new plan to come back to this country since I’m holding a 5 years Visa he heheheheh ……..