Kamis, 27 Desember 2007

CHRISTMAS MESSAGES


Overall seluruh kejadian seputar Natal di tahun 2007 ini sangat membekas di hati. Thank You God for all the messages you want me to understand, thank you for still loving me after all I’ve done to You in year 2007 and thank you for the renewal relationship with You.

Orphans Place – HOPE

Kunjungan Natal 2 kelompok FA kami – lebih dari 10 keluarga bersama anak-anak ke Panti Asuhan HOPE di Sentul. Wajah 11 anak yang penuh sukacita ketika kami berkunjung ke sana. Doa tulus salah seorang anak perempuan “Terima kasih Tuhan untuk hari ini …. Tuhan yang tolong supaya hari ini kami mendapatkan hadiah …. “. Semua nya sangat menyentuh hati.

Mereka jauh dari persiapan Natal berbelanja heboh di Metro Pondok Indah … jauh sekali dari kehebohan memilih lebih dari 60 jenis kue di Harvest … jauh sekali dari kehebohan mengubah tema pohon Natal dari sebelumnya berwarna emas, menjadi berwarna merah, dan tahun ini berwarna orange ….

Kehadiran kami dan lagu-lagu yang dinyanyikan bersama sudah menjadi ucapan Syukur tak terhingga … kamar-kamar yang kosong namun sangat bersih, menjadi keseharian yang tak habisnya mereka syukuri … kehadiran bayi-bayi yang terbuang dan tertidur dengan nyaman di siang hari itu merupakan berkat yang luar biasa karena mereka bisa saling menolong dan saling mengasihi … pohon natal yang sangat sederhana sudah menjadi keistimewaan yang luar biasa … apalagi aneka rasa roti unyil, pudding jelly ibu Zelly dan makan siang Mc D menjadi keistimewaan Natal tak terhingga buat mereka.

Natal ada di hati mereka … Natal ada dalam ungkapan Syukur yang terus menerus atas apa pun yang sudah Tuhan berikan buat mereka … tidak ada tuntutan dan tidak ada standard khusus … semua mengalir karena mereka percaya Tuhan selalu pelihara mereka ...

Belajar lagi hal yang baru di tempat ini. Tuhan sudah begitu baik memelihara kami semua ... seringkali terlalu banyak hal dalam daftar kebutuhan hidup yang terus menerus ditambahkan dan lupa melihat ke baris-baris sebelumnya betapa semua sudah dipenuhi dengan luar biasa oleh Dia bahkan tanpa kita minta.

Bersyukur untuk anak-anak yang dipercayakan Tuhan buat kami, sehat, pintar, terpelihara baik dan memiliki masa depan yang masih bisa direncanakan.

Bersyukur untuk 10 keluarga teman dekat yang selalu ada di sekitar kami dan saling mendukung Kel P. Posma, Kel P. Deddy, Kel P. Daniel, Kel. P. Ferry, Kel P. Jimmy, Kel. P. Edi, Dr. Edison, Anton, Kel. P. Purba, Kel. P. Herry, Kel P. Miming, dan juga Butet.

Thanks to You ...


O Holy Night – sung by Veda

Tahun ini vibra pada suara Veda semakin kentara. Dan seperti kesibukan di Natal sebelumnya, maka Veda harus mempersiapkan dirinya untuk berlatih karena harus menyanyi di berbagai tempat.

Tidak mudah untuk melatih Veda bernyanyi dengan hati dan mengingatkan dia bahwa Tuhan yang memberikan dia talenta indah untuk bernyanyi .. semua harus dikembalikan untuk memuliakan nama Nya ... yang Veda ingin lakukan adalah bernyanyi secukup-cukupnya saja dan sesuai dengan pesanan .... tidak perlu gaya macam-macam, tidak perlu tersenyum, tidak juga perlu dilengkapi dengan dandanan tipis dan apalagi lipstick. Well ... thats her ....

Malam itu tanggal 23, Veda tampil di atas Altar sebelum khotbah dan bernyanyi diiringi oleh Anak-anak Musik ... lagunya O Holy Night .... suaranya sangat indah, bening dan nyaring ... pronounciation nya sangat jelas dan cukup native ... semua terdiam dan mendengarkan suara Veda dengan takjub ... Veda menepati janjinya .. bernyanyi dengan hati nya .....

Sementara aku ... rasanya semakin tertegur .... Tuhan baik sekali mempercayakan anak perempuan seperti dia buat aku dan Mono pelihara di kehidupan kami. Anak perempuan dengan talenta yang luar biasa, anak perempuan yang bisa jadi berkat buat banyak orang, anak perempuan yang kepadanya ternyata kami masih terus menuntut hal-hal lain sesuai standard dunia yang harus dia penuhi. Seharusnya kembali bersyukur karena di sinilah kelebihan Veda yang paling terlihat ... semua dia persembahkan untuk memuliakan Dia, semuanya sudah sangat lebih dari cukup.

Kembali bersyukur untuk kesadaran yang timbul di hati ... Veda adalah anugerah indah yang sudah boleh kami miliki ...

Thanks to You ...


Tante Madke

Natal tahun ini Tante Madke kembali menyempatkan diri datang dari Makasar ke Bogor dan menginap di rumah kami untuk hanya 1 malam. Rindu pada cucu, demikian alasannya. Duduk dan mendengarkan Tante ku ini bercerita panjang lebar tentang pekerjaan dan kesibukannya sungguh membuat takjub. Tante Madke tinggal seorang diri di Makasar ... di rumah yang cukup luas hanya ditemani sejumlah doggy yang disayanginya sepenuh hati. Tante berusia 60 tahunan ini pensiun sebagai Kepala salah satu Departemen yang bertanggung jawab atas pembangunan di negara ini.

Di usia setelah pensiun, pelayanannya tidak berakhir ... bahkan semakin lebih dan lebih lagi .... dia bekerja sebagai konsultan pembangunan daerah miskin di Indonesia Timur ... kerinduan hatinya adalah membangun area Wamena dan Papua untuk memperbaiki kehidupan rakyat di sana yang selama ini tidak tersentuh peradaban dan disia-sia kan oleh pemerintah daerahnya. Perjalanan Makasar – Wamena dan Papua dilakukannya sesering dan seolah sedekat jarak Jakarta-Bandung saja. Assesmentnya atas kebutuhan pembangunan jalan mulai terwujud dan terlaksana, perjuangannya untuk mendapatkan dukungan dana dari lembaga asing pun berjalan dengan baik. Kegembiraannya adalah bercerita tentang orang-orang berkoteka yang masih sangat primitif dan bergembira dengan hal-hal kecil seperti kue ”Biskuat” yang selalu Tante ku bawa karena itu yang mereka gemari.

Tante Madke tidak pernah merasa takut. Kesendiriannya (karena perkawinannya yang tidak berjalan baik) tidak membuat dia merasa perlu mendekat pada keluarga besarnya. Kesendiriannya mengalihkan waktu dan tenaga yang dimilikinya untuk melayani dan memperhatikan orang lain. Orang-orang yang masih berkoteka dan memakai celana daun, orang-orang yang masih sangat miskin dan terkebelakang ... mungkin Tante Madke seolah menggarami laut .... demikian banyak rakyat terkebelakang dan miskin di negara ini ... namun apa yang diperbuatnya berarti sungguh luar biasa untuk banyak orang di Wamena sana.

Kembali merenung .... setiap orang harus melakukan pelayanan yang berarti buat orang lain .....Tante Madke terus melakukan bagiannya dengan hatinya .... bersyukur sekali Tuhan terus memelihara dan menjaga dia dalam segala perjalanan yang harus ditempuhnya dengan pesawat terbang lokal dan seringkali kapal laut. Bersyukur untuk kesehatan dan sukacita yang dia miliki. Bersyukur karena penyakit kanker nya tidak timbul dan mengganggu dia lagi.

Bersyukur untuk belajar hal yang lain mengenai melayani sesama dalam bentuk yang lebih nyata ..... meletakkan hati kita di sana ... itu kunci utamanya.


Carolyn

Berita mengejutkan itu kami terima di malam Natal setelah beribadah di Gereja. Carolyn akhirnya meninggal dunia setelah bertempur melawan kanker payudara selama sekitar 2 tahun yang berlalu. Yang sangat mengejutkan adalah topic mengenai dirinya baru saja aku diskusikan dengan teman sehari sebelumnya, karena Gabi anak nya menjadi cover pada majalah gereja kami. Berita terakhir yang aku dengan sehari sebelumnya adalah, Carolyn sudah lebih sehat.

Tidak terlalu mengenalnya dengan sangat dekat. 2 tahun yang lalu berjumpa di Gedung Kesenian Jakarta. Gabby dan Veda sama-sama pentas balet dan Carolyn yang terlebih dahulu memperkenalkan dirinya. Ternyata dia bekerja di Kantor Gereja dan kami sama-sama melayani sekalipun di tempat yang berbeda. Selanjutnya kadang berjumpa dengan dia dalam acara doa dan dalam berbagai acara Gereja. Beberapa kali melihat Carolyn dalam keadaan kurang sehat, ternyata dia menderita kanker payudara dan terus menjalani pengobatannya.

Kadang berjumpa dengan dia menggunakan topi dan kadang menggunakan rambut palsu. Tubuhnya terlihat kurang fit tapi wajahnya selalu penuh dengan sukacita.

Tidak terlalu mengenalnya dengan sangat dekat. Tapi 3 kali mengunjungi jazadnya di Sinar Kasih dalam 2 kali ibadah yang dilakukan cukup membuat aku dan setiap orang di sana memahami siapa Carolyn dalam hidupnya sampai akhir hayatnya. Seorang wanita yang sangat luar biasa. Ibu yang baik dari anak perempuannya Gaby yang seusia Veda, Istri yang setia mendampingi suaminya hampir 20 tahun (dengan usia perkawinannya yang baru 8 tahun), Pelayan Tuhan yang luar biasa. Dia tetap bersukacita dan punya pengharapan sampai akhir hidupnya bahwa suatu saat ida akan sehat kembali. Ternyata dia tidak pernah mengeluh sekalipun kesakitan dari penyakitnya sangat luar biasa. Ternyata juga dia selalu berusaha untuk tetap bekerja (sebagai pegawai di Kantor Gereja) sekalipun sakit dan badannya lemah. Tak ada yang dapat menghalanginya untuk terus melayani dan hebatnya dengan tetap bersukacita. Ketika akhirnya dia dipanggil pulang di Malam Natal, semua orang di sana mengenangnya dengan sangat indah. Sebagai perempuan yang sempurna.

Kembali merenung .... ketika suatu hari nanti kita pergi ... buku seperti apakah yang ditinggalkan bagi orang-orang di sekitar, paling tidak bagi anak-anak dan suami tercinta ... apakah buku yang memuat cerita yang baik tentang bunda? Atau buku yang hanya memuat bunda yang tanpa kesan berarti bagi mereka (bunda yang tidak punya banyak waktu, terlalu banyak aturan, dan terlalu banyak menuntuntut kesempurnaan).

Kembali bersyukur untuk pelajaran baru dari kehidupan Carolyn ... terutama kesetiaannya pada keluarga dan pada Tuhan

Thanks to You ...


Alma

Keluarga yang sangat dekat dengan kami, Kel P. Posma dan Kak Larissa dengan 3 anak mereka Zefa, Kiel & Alma. Malam Natal kemarin dan sampai hari ini Alma di rumah sakit. Panas tinggi karena didiagnosa campak membawa dia harus diinfus supaya tidak kekurangan cairang tubuh, ternyata setelah waktu berjalan, trombositnya menunjukkan penurunan dan diindikasikan DB, namun kemudian semoga penyakitnya hanya thypus saja, karena tidak semakin memburuk kadar trombositnya. Kami memberikan waktu di Malam Natal untuk mengunjungi Alma ... malam natal mereka di Rumah Sakit, tanpa Gereja, tanpa Christmas Dinner seperti yang baru kami lakukan.

Coba di jabarkan hal-hal apa saja yang sudah dialami keluarga ini .... 3 minggu yang lalu Opung Oma yang memang agak sakit terjatuh dan harus di operasi pinggangnya, proses penyembuhan mentalnya dari ”sakit akibat kekhawatiran” sudah berjalan beberapa tahun ini ... rumah sakit perawatan, metode pengobatan, suster dan tenaga perawat dan berbagai kehebohan lainnya menjadi cerita yang disharingkan pada kami supaya doa dan doa teman-teman bisa terus dinaikkan bersama.

Anak-anak kadang bergantian sakit dan berbagai hal laiinya yang berat terus dialami keluarga ini. Bukan detail mengenai hal ini yang aku mau bahas dalam tulisan ini. Tapi ... lihat wajah mereka semua. Kedekatan dengan berbagai persoalan (seringkali kejadian dengan keluarga ini membuat setiap teman bereaksi ”Wah ... ada apalagi dengan mereka? Aduuh kasian sekali ... adaaaa terus persoalan yang terjadi ... ”) tidak membuat wajah mereka murung dan bersedih. Mukanya terus bergembira dan bersukacita. Ini lah yang disebut ”pengharapan”. Iman mereka membuat mereka tahu kalau ada kuasa yang lebih besar yang mampu mengatasi apa pun persoalan yang diijinkan untuk terjadi pada mereka. Iman mereka membuat mereka mampu terus bersyukur ketika keadaan keluarga mereka ada di titik paling bawah.

Kembali mendapat teguran dalam hati .... sebesar apa rasa syukur dan sukacita ku dalam berbagai keadaan yang buruk dan tidak menyenangkan? Bukankan hal-hal kecil (di kantor misalnya) yang tidak sesuai keinginan hati bisa membuat aku uring-uringan? Bukankah hal kecil seperti polah dan tingkah para asisten di rumah bisa memicu aku untuk langsung naik pitam? Belum lagi ulah Veda dan Ravind yang jungkir balik dan pukul-pukulan bisa membuat kepala sakit dan omelan panjang lebar dikirimkan. Semua dilakukan sebagai ”REAKSI” karena segalanya tidak sesuai dengan yang direncakan ( seharusnya direnungkan ... direncanakan oleh siapa? Oleh aku sendiri? ), selalu ”LUPA” kalau Tuhan sendiri yang merencanakan segala sesuatu sesuai kehendakNya .. sesuai waktuNya .. sesuai saatNya. Semua selalu sempurna dan terbaik ... kalau ternyata tidak sesuai dengan rencanaku .. berarti memang rencanaku belum sesuai dengan rencanaNya ......

Kembali bersyukur untuk pelajaran baru ... menerima dan terus bersyukur untuk segala hal yang terjadi dalam hidupku sekalipun belum sesuai dengan rencanaku ......


Oma Tombokan

Teman Oikumene di dekat rumah ... tinggalnya kira-kira 20 meter dari rumah kami. Oma yang sudah cukup tua dan tinggal berdua dengan putra nya. Terakhir berjumpa ... keadaannya masih baik dan gembira. Setiap teman di sekitar kami sudah beberapa kali menganjurkan untuk mengunjungi Oma. Karena keadaannya memburuk ... tiba-tiba menjadi pikun dan tidak menyadari banyak hal sekalipun tubuhnya tetap sehat.

Alasan kesibukan yang luar biasa menjadi tameng kami berdua. Mengunjungi Oma yang rumahnya terlihat mata baru kemudian kami lakukan setelah 2 bulan menerima berita tersebut.

Oma sedang duduk di kursi membaca Alkitab ketika kami tiba. ”Siapa ya? ... kalian tinggal di mana? Oooh ... kalian tinggal dekat sini .... Oma nih sudah sangat pelupa ... tidak ingat .... nama kalian siapa? Tinggal di mana? Ooooh dekat di sini ya .... ” percakapan yang terus berulang dan tidak berujung ketika sore itu kami ke sana. Sedih melihatnya .....

Memory nya seakan-akan hilang .... tidak ada cerita tentang kami dan teman-teman Oikumene yang diingatnya sekecil apa pun itu. Yang diingatnya (dan banyak salah) adalah memorynya ketika tinggal di Bandung ... itupun ceritanya melompat-lompat tidak beraturan. Kami tidak lama di sana .... berdoa dan kemudian berjanji untuk lebih sering datang dan menemani kesendiriannya.

Kembali diingatkan .... sudah sejauh mana aku melayani orang di sekitarku? Waktu yang kurang selalu jadi alasan yang paling enak untuk tidak memperhatikan banyak orang di sekitar. Urutan perhatian yang kami buat sebagai prioritas pembagian waktu selalu begini : diri sendiri dan pekerjaan, sekolah, anak-anak, keluarga dekat, keluarga jauh, baru terakhir teman-teman. Padahal Tuhan sudah begitu baik pada aku dan keluargaku. Kalau Tuhan memberikan perhatiannya dengan urutan skala prioritas juga ... tak terbayangkan kapan perhatian dan berkat untuk aku dan keluargaku akan tiba, karena jumlah orang yang milyaran banyaknya di dunia.

Tuhan tidak begitu .... Dia ada terus untuk aku dan keluargaku di sepanjang tahun 2007 ini tanpa skala prioritas .... hal ini lah juga yang seharusnya aku bisa berikan untuk orang-orang yang membutuhkan perhatian dan bantuanku .... menjadi saluran berkatNya .....

Kembali bersyukur karena diingatkan hakekat pelayanan dan komitmenku pada Dia ...

Thanks to You for all the Christmas Messages .......


Jumat, 07 Desember 2007

WHAT TO TELL ABOUT AMERICA






Berkesempatan mengunjungi America bersama 60 orang rombongan Jalan-Jalan Sirkus pada November 2007 yang lalu adalah suatu anugerah … kesempatan pertama yang cukup berharga dan semoga masih dapat diulang kembali di kemudian hari dengan lebih lengkap paket dan pengalamannya. Banyak sekali kesan yang timbul, dan overall kalau diuraikan sebagai berikut :

FULL OF PHOBIA PEOPLE INCLUDING THOSE WHO are STAYING IN MY own COUNTRY
Pengajuan visa ku diajukan sampai 2 kali. Pengajuan pertama ditolak dengan sukses, semua dokumen pendukung tidak dilirik, alasan ditolak tidak diketahu, “berapa tahun bekerja, ngapain mau ke Amerika, apa relevansi pekerjaan kamu dengan keberangkatan rombongan sirkus ini, gaji kamu berapa …” semuanya berujung pada “U r not eligible to receive US Visa”. Padahal aku Ketua Panitia rombongan sirkus ini …. What a stupid process

Pengajuan kedua diketahui kalau ketakutan petugas embassy (kalau tidak mau dijudge sebagai ketakutan Amerika) adalah “keraguan atas status pernikahanku, kekhawatiran kalau-kalau aku tidak akan kembali ke Indonesia dan membawa anak-anakku ke Amerika” …. WHAT??? Can u give me another crazy and stupid reason to leave this country? Hehhhh … hanya dapat menghela napas panjang …… “mungkin karena rambut kamu merah dan kamu pakai kawat gigi sih …” kata teman-temanku.

Semua proses luar biasa itu diikuti dengan kewajiban mengantri yang tidak manusiawi, bentakan-bentakan dan kemarahan petugas satpam USA Embassy pada Visa applicants tanpa memandang usia. Cihuy banget … padahal kalau dipandang wajah para petugas Satpam dan petugas counter lainnya jauh lebih “local” daripada aku (yang agak “indo” dan berambut merah … heuheheh) tapi tata karma dan kesopanan a la Indonesia yang mereka harus nya miliki sudah hilang sama sekali …. Mmmm what an amazing country ..able to change people’s paradigm even on their own country, and also considering that their duty actually is still on the very 1st line of America’s entering gate which is still in Indonesia, they’ve already loose their Indonesian nature … pity ……

SAN FRANSISCO
Kesempatan untuk dapat memasuki negara adidaya dunia itu akhirnya berlaku selama 5 tahun buatku. Well … lets see deh kapan lagi kesempatan mengunjungi Amerika bisa didapatkan. Yang pasti overall perjalanan memang sangat melelahkan. Mungkin juga merasa lelah karena ditambah sedikit stress … sebagai ketua rombongan sirkus … jadi beban tersendiri membawa rombongan ini ke Amerika 

Perjalanan dengan Cathay Pacific terlalu lelah buat diceritakan. Makanannya yang pasti tidak enak, semua rasa daging nya tidak karuan. Tapi mau tidur juga sepertinya tidak mungkin … yang ada hanya tidur yang pendek-pendek … berulang …. Tapi tetap melelahkan. Nonton video pun rasanya sangat membosankan dan membuat mati gaya.

Transit di HongKong dilanjutkan perjalanan ke San Fransisco. Here we come America …..

Sesampainya di SF internasional Airport seperti yang sudah diduga semula, setengah dari rombongan yang merupakan bapak-bapak muda dan berusia produktif dan dikhawatirkan “menyangkut” di Amerika dan memenuhi lapangan kerja dan kehidupan di sana harus mengikuti proses interview dan screening …. My God … here we arrived at the most phobia country in the World. Salah satu peserta rombongan sirkus dari Jawa Tengah … sebut saja Pak Amir membuat petugas custom putus asa karena dia tidak dapat berbahasa Inggris sama sekali … blas ….. menginterview beliau dengan bahasa tarzan sangat melelahkan mungkin ya … akhirnya beliau di loloskan begitu saja … hua ha ha …. Rasakan ya kehebatannya orang Indonesia 

Belum lagi Bapak dari Purwokerto yang dengan sukses tanpa mendeclare berhasil menyelundupkan berbagai penganan : ikan balita goreng yang cukup stocknya untuk 10 hari, abon, cabe acar yang pedas, teri goreng kacang pedas, sampai kue bakpia … semuanya cukup untuk memenuhi kebutuhan 10 hari perjalanan. Luar Biasa ya orang Indonesia 

Selebihnya SAN FRANSISCO merupakan kota kecil yang sangat cantik. Jalan-jalannya kecil dan environment nya sangat friendly. Jalan-jalan naik San Francisco cable car with its unmistakable “Ding! Ding! Ding!” sangat romantic …. Biarpun suhu udara saat itu tak tertahankan di 0 derajat Celsius. Keretanya sangat unik dan sudah beroperasi sejak tahun 1800. Berbelanja di Union Square pun cukup menyenangkan … heboh dengan Victoria Secret dengan discount nya yang gila-gilaan. All for only US$5 … asik banget ya ……

Golden Gate yang kokoh, berwarna orange cantik dan tertutup kabut merupakan pemandangan yang keren juga … very cool to take Picture in front of it . Perjalanan ke Fisherman Wharf dengan gambar kepitingnya yang besar dan tidak boleh terlewatkan menjadi bukti bahwa kita sudah tiba di SF dan mencicipi hidangan Sea Food yang super special di sana. Tidak lupa standard procedure jalan-jalan kemana pun adalah mengunjungi Hard Rock Café San Francisco …

Selanjutnya kami memasuki tahapan phobia ketiga …. Flight to Las Vegas with Northwest Airlines


LAS VEGAS
Proses check in di Airport LAX cukup membuat stress … pengalaman ke-tiga dengan sejumlah orang phobia di negara ini dimulai lagi …. Segala pesan Tour Leader harus diingat-ingat “Ingat ya … tidak boleh ada cairan di handbag, jangan memegang tas yang akan kamu masukkan ke dalam bagasi lagi, jangan dikunci ya .. nanti dibongkar, buka seluruh jaket dan ikat pinggang, termasuk sepatu, dan lain-lain nya”. Pengalaman 11 September dengan bom pada pesawat local nya memang membuat semua orang Amerika jadi gila karena ketakutan dan traumatik.

Northwest Airlines merupakan pesawat kecil dengan pramugari yang sudah sangat “senior”, berambut blondie (tapi sama sekali tidak seperti boneta barbie), tidak sopan dan tidak terlalu ramah juga. Makanan disajikan dengan dilempar-lempar. Anyway … perjalanan yang hanya 2 jam ini sudah begitu dinanti oleh semua peserta rombongan sirkus ini. Finally we arrived in Las Vegas … waaaah kotanya cantik sekali …. Terang benderang. Proses landing di kota ini pun merupakan pengalaman unik tersendiri … lampu-lampu di Las Vegas sangat terang … area ini disupport secara khusus oleh pembangkit listrik di Hooverdam. Pembangkit listrik yang secara khusus didedikasikan untuk menjamin bahwa kota Las Vegas selalu akan terang benderang. Karena hal inilah yang menjadi daya jual utamanya.

Pengalaman utama yang ditawarkan area ini adalah “kesemarakan” …. Apa ya kata tepatnya untuk menggambarkan kota ini ??? …. “kehebohan” … “kemewahan” … mata kita dimanjakan oleh berbagai hotel mewah yang terbentang di sepanjang jalan kota dengan lampu-lampunya. Hotel tempat kami menginap Bellagio Hotel .. salah satu hotel termewah dan terbesar di area ini. Lantai bawah semarak dengan casino yang tidak berhenti sepanjang 24 jam. Orang Amerika yang lalu lalang dan berjudi di sini berasal dari kalangan exclusive. Jangan ditanya bagaimana kualitas service hotel mewah ini … receptionist bersikap tidak peduli pada tamu … jangankan tamu pribadi, bahkan tamu berombongan pun dipandang sebelah mata. No “sorry” buat kesalahan yang diperbuat hotel. Pokoknya … tamu ada di posisi membutuhkan Bellagio dan bukan sebaliknya … fiuhhhh melelahkan sekali rasanya.

Anyway …. Pemandangan air mancur di depan Bellagio luar biasa cantiknya …. Bermain setiap 15 menit di malam hari. Setiap orang dari berbagai penjuru area di Las Vegas menantikan pertunjukan ini dengan antusias.

Di kota ini, sebagai bagian dari Agenda Jalan-jalan Sirkus, kami mengunjungi the famous Grand Canyon dengan naik helicopter. Perjalanan dengan bis di tengah padang gurun yang agak tandus dan kering selama 3 jam dari LAS tergantikan ketika Heli kami mulai naik dan terbang perlahan menyusuri tebing-tebing Grand Canyon yang cantiknya luar biasa. Pendaratan di dasar tebing dan dilanjutkan dengan berlayar dengan kano di sungai Colorado menjadi memory yang melekat keindahannya. How great Thou Are … seluruh pemandangan dan alam yang ada diciptakan sama Tuhan memang sangat luar biasa.

Selain itu hal paling berkesan lainnya dari Agenda besar jalan-jalan kami adalah the Hot Baloon experience. Waaaaahhhh …… baloon besar berwarna warni yang ditiup dengan pompa khusus benar-benar memberikan pemandangan yang sangat unik. Belum lagi ketika kami ber 12 mulai memanjat dan menaiki keranjang rotan yang kokoh untuk mulai terbang ke ketinggian 3000 kaki. Waaaaahhhh …. Tak terkatakan ….. perasaan awal yang timbul adalah rasa kagum bisa terbang setinggi itu dengan naik balon udara … kapan di Indonesia ini bisa dilakukan? Karena diperlukan area yang luas dan besar sekali untuk mempermudah balon udara bisa naik dan terbang di titik mana pun selama angin pendukung tersedia dan bisa turun di titik mana pun selama angin pendukung membantu mendorong turun. Perasaan belakangan yang timbul adalah … kesadaran … bahwa aku hanya berada di dalam sekeranjang rotan di ketinggian 900 meter di atas permukaan tanah … apa yang akan terjadi yah bila tiba-tiba balon udara ini bermasalah …..he .. he .. tapi untung semuanya berjalan lancar. Turun dari baloon dan mencicipi breakfast a la america di taman kota … segelas wine, juice, dengan potongan keju, salad, mayonnaise, sosis, coklat, dan permen. Another unique experience ….

Pengalaman berkesan lainnya adalah the Gala Dinner. Seluruh rombongan sirkus dengan kostum cowboynya diangkut dengan Limo Hummer yang panjang dan besar …… bisa mengangkut 15 orang dalam 1 mobil … sebetulnya gak terlalu jauh bedanya dengan bis kecil … hanya lebih mewah dan ada mini bar di dalamnya. Anyway … yang pasti semua tidak ada habis-habisnya berfoto dengan hebohnya di depan Limo Hummer. Makanan yang disajikan dalam Gala Dinner di Flemish Restaurant adalah real American Steak. Yang kembali tak terlupakan. Starter nya merupakan Crab cake yang rasanya sudah memenuhi hampir setengah dari kapasitas perut, setelah itu muncul lah sebongkah daun selada yang dipotong besar-besar ditaburi keju berbau tajam menusuk dan disiram dengan saos keju cair … sebetulnya cukup yummy … tapi ampuuun deh ukurannya. Main menú nya adalah American steak yang besar dan lonjong seperti bola base ball america. Rasanya cukup enak tapi tidak segurih Indonesian Steak … u’ll miss bumbu Indonesia dalam setiap masakan yang ada di sana. Dessertnya adalah chocolate Mousse yang potongannya sebesar kapasitas perutku. Totally menú makan malam itu bisa membuat orang Amerika setinggi 2 meter kekenyangan dan pingsan … apalagi buat aku ??

LOS ANGELES
Perjalanan terakhir di Agenda Jalan-Jalan Sirkus ini dilakukan dengan menyusuri Las Vegas menuju Los Angeles …… perjalanan yang cukup panjang dan cukup melelahkan juga. Berhenti untuk berfoto di Holywood Boulevard, Kodak Theatre, dengan hebohnya mencari nama bintang film favorite di Wall of Fame. Dari foto-foto yang ada menjadi bukti berapa usia kami  kalau yang dicari dan dijadikan bahan histeris adalah Eddy Murphy … Kevin Costner … Whoopi Goldberg …. Mickey Mouse …. Halle Berry …. Naaaah tebak deh .. berapa usia kami-kami ini 

PITTSBURGH
Masih ada 1 perjalanan lagi tersisa setelah sebagian besar rombongan sirkus kembali ke Jakarta. Lets have a flight to Pittsburg Pennsylvania !! Terbang dengan USA Airways .. penerbangan local yang menyebabkan terjadinya bom bunuh diri di peristiwa 11 September itu … moment of truth berikutnya dengan service USA Airways sangat menyebalkan. Ticket pesawat “physical” yang sudah dibeli kakaknya Sari dari Pitt dinyatakan tidak berlaku. Kami harus membeli lagi ticket pesawat karena yang diakui adalah ticket elektronik (bener-bener aneh ….) atau Mas Didik di Pitt harus menghubungi bagian reservasi supaya mereka memproses “sesuatu” di dalam system agar ticket dapat di accept di jaringan elektronik USA Airways di LA. Unbelievable kan? Instead of mereka sendiri yang saling berkoordinasi untuk membantu pelanggan … ini malah mereka mem push pelanggan untuk menyelesaikan masalah mereka. What an excellent service ….

Pada akhirnya semua lancar. Pittsburgh kota kecil yang sangat indah. Perjalanan menuju Buffalo dalam 3 jam dapat membawa kita mencapai Niagara Falls di perbatasan Kanada. Sangat indah … biarpun setiap orang bilang kalau Niagara jauh lebih indah dilihat dari Kanada daripada dilihat dari Pitt (sementara kami tidak punya visa untuk entering that country).

Bermalam di rumah Mas Didik dan Mbak Betty …. kakak temanku yang sudah permanent tinggal bersama keluarga nya di sana. Pasangan yang sangat menyenangkan. Ramah dan heboh. Rumahnya sangat hangat … 2 lantai terdiri atas lantai dasar dan under ground. Kehidupan keluarga Indonesia di Amerika terlihat cukup menyenangkan dari kisah-kisah yang disampaikan mereka. Perkumpulan keluarga Indonesia yang sangat dekat satu sama lain. Bisnis catering di akhir pekan yang ditunggu-tunggu oleh komunitas mereka untuk melepaskan rindu. Cerita mengenai biaya sekolah anak-anak yang dapat dicicil sampai mereka bekerja nantinya, cerita mengenai kawat gigi yang harganya puluhan juta rupiah namun tetap dapat dibayar dengan proses kredit yang sangat ringan, dan banyak kisah menarik lainnya. Tapiiii kalau dipikirkan … berada jauuuh dari orang-orang yang dekat di hati … mungkin bukan termasuk dalam cerita yang menyenangkan hati mereka ya.

SHOPPING
Shopping harus jadi chapter tersendiri buat Kisah Jalan-Jalan Sirkus di Amerika ini. Waaaaaahhh … tidak ada kata yang dapat menggambarkan kehebohan shopping di Amerika. Waht I love most about this country ternyata adalah Shopping Experience nya !!!

Dimulai dari berbelanja di Union Square San Francisco – banyak hal sudah ditawarkan dengan harga yang menarik hati. Berbelanja di Las Vegas Fashion Mall – masing-masing orang menenteng 3 I-Phone seri baru. Kalau di Indonesia harganya bisa mencapai 6.9 juta setelah sukses di crack, maka di Apple Store original kita bisa membelinya dengan harga hanya USD 399. Masalah crack dan meng crack nya bisa diserahkan kepada orang-orang pintar di Indonesia at no costa t all… so wonderful.

Berbelanja lagi di Ontario Mills – irresistible …. Kita bisa dapat jam tangan Fossil dan Guess hanya dengan USD 40-50. Paket Lego mainan anak-anak yang super besar (dan mal di Indonesia) dapat diperoleh dengan USD 15. Dompet-dompet cantik Liz Calirborne hanya dengan hanya USD 15. Koper Tommy Hilfiger dengan hanya USD 45 atau Samsonite hanya dengan USD 100. Belum lagi segala perlengkapan Disney yang sangat memikat hati .. hanya Ravind dan Veda yang terus menerus terpikirkan 

Puncak acara belanja kami adalah di Factory Outlet Pittsburgh – negara bagian Pennsylvania ini tidak mengenakan tax barang yang dijualnya. Semua jauh lebih murah daripada Los Angeles. Semuanya berhadiah … beli satu gratis satu …. Turun harga dari pululan dollar menjadi USD 0.99 all ítems …. Beli Samsonite gratis another samsonite model …. Semua produk diturunkan harganya dengan panik.com Dan masih banyaaaaak lagi kejutan lainnya.

Wah sangat luar biasa menyenangkannya berbelanja di surga Factory Outlet America ini. Sangat berkesan. Untuk selanjutnya hanya tinggal memikirkan bagaimana caranya agar koper berberat 30 kilogram ini dapat dengan mudah melewati penerbangan domestik ke Los Angeles – terbang ke HongKong – dan kembali ke Jakarta dengan selamat 

Overall that’s what can be described about America … A country full with phobia people … A country full with delicious burgers (aduhh bener deh burgernya asik banget) …. A country full with sophisticated matters …. A country where u can find the most cheap and economist things in this World. Directly setting a new plan to come back to this country since I’m holding a 5 years Visa he heheheheh ……..

Sabtu, 13 Oktober 2007

Sepenggal Cerita dari Bali ...

Masih tentang Bali ... Salah satu tempat utama yang kami kunjungi terus di Hotel terpencil di tengah hutan Ubud itu adalah SPA & MASSAGE ROOM yang terletak di perbukitan di 5 level di bawah Cafetaria. Untuk mencapainya kami harus menaiki gondola. Di depan ruangan, biasanya kami disambut dengan salam hangat para petugas SPA.

Tempatnya sangat nyaman. Ada 2 ruangan besar sebetulnya, kita boleh memilih mau melakukan treatment di mana, sama saja.

Setiap ruangan terdiri atas 2 tempat tidur yang berlubang di kepalanya. Tujuannya ketika treatment dimulai dan bagian punggung mulai di pijat dengan minyak tradisional (beraroma jasmine yang lembut dibalurkan di sekujur tubuh kita), wajah bisa dengan nyaman kita letakkan di lubang tersebut dengan pandangan tertuju lepada sebentuk mangkok tanah liat berisi air dengan bunga kembang sepatu merah, kuning, biru dan ungu menghiasinya. Cantiiiik sekali ……

Angin yang dingin berdesir membuat kulit tubuh agak merinding dan perlu diselimuti oleh handuk …. Kamar tempat kami dirawat ini memang bukan terletak dalam ruangan tertutup, tapi terbuka lebar dengan pemandangan keluar, ke arah hutan dan sawah, sesekali terdengar gending gamelan bali yang dimainkan penduduk di pura sekitar menemani mata kita yang terpejam sambil merasakan nikmatnya pijatan di tubuh.

Di ruangan yang sama terletak bath tub yang cukup besar 2x2 meter yang diisi dengan air hangat dan dipenuhi dengan bunga mawar merah di dalam seluruh kolam nya. Setelah treatment kami diperkenankan untuk merendam tubuh kami dalam kolam ini sambil merasakan hangatnya air mandi, wanginya bunga-bunga dan hangatnya secangkir teh jahe yang disajikan dalam nampan yang juga dihiasi bunga. Menghangatkan tubuh dan menyegarkan.

Pilihan treatment sungguh beragam. Semua di awali dengan pijat tradisional bali selama 1 jam di tubuh bagian belakang, kaki, tangan, dan tubuh bagian depan. Sangat relaxing … Setelah itu barulah dilanjutkan dengan Spa Treatment yang bisa dipilih, entah itu lulur tradisional berwarna kuning, mandi susu dengan scrubbing yang kesemuanya ditambahkan exfoliating cream yang punya segudang janji untuk kulit tubuh … merawat, menjadikan lembab, membuat tampak lebih muda, dan lain-lain, dan lain-lain.

Pilihan kami berdua jatuh pada treatment Spa dengan COFFEE dan YOGHURT. Kapan lagi di Bogor memilih treatment ini. Rasanya cukup jarang pilihan jenis ini ada. Tubuh kami dibalur dengan coffee hitam bali yang hangat, ditunggu sampai kering dan kemudian discrub untuk mengangkat kotoran di kulit. Dilanjutkan dengan baluran yoghurt dengan wangi asamnya di sekujur tubuh untuk meremajakan kulit dan membuat kulit tampak eksotis . Seluruh upacara di akhiri dengan berendam berdua di dalam kolam bertabur bunga.

Asik ya ….. relaxing dan sangat nyaman. Tapi juga jangan ditanyakan berapa harga 1 pax nya original untuk memperoleh kenyamanan dan pengalaman ini. Untuk tamu asing minimal Rp. 700.000 / pax untuk 2 jam treatment. Karena kami tamu local dan mengambil package honeymoon, maka kami memperoleh discount khusus dari nilai tersebut (hitung berapa yang harus dikeluarkan untuk ber dua)

Tapi mungkin cerita ini tidak akan dibuat kalau kami tidak ngobrol panjang lebar dengan sebut saja Mbak Ketut dan Mbak Nyoman. 2 pemijat tradicional Bali yang melayani kami. Sentuhan tangan mereka cukup lembut tapi kuat. Melayani tamu dengan jadwal yang padat jadi topik pembahasan kami saat itu (untuk memperoleh treatment, kami harus registrasi dulu dengan jadwal yang cukup padat). Tak terbayangkan bagaimana memijat banyak orang dalam 1 hari tanpa bergante shift ….. ternyata memang demikian adanya.

Dari mulut mereka meluncur cerita mengenai ketidaktersediaan shift kerja. Seharian mereka bekerja lebih dari 10 jam (yang berarti memijat bisa lebih dari 5-7 orang sehari), tanpa istirahat. Liburan mereka 1 hari seminggu dengan catatan wajib standby ketika dihubungi untuk datang dan bekerja karena tamu SPA yang cukup banyak. Maka mereka harus kembali bekerja dan meninggalkan hak mereka untuk beristirahat dan hak anak mereka untuk diperhatikan.

Pekerjaan yang sedemikian berat tidak disertai dengan imbalan yang layak. Tidak ada perhitungan lembur bagi tenaga ekstra yang mereka keluarkan di waktu libur dan di akhir jam bekerja. Tidak ada juga fasilitas kesehatan ketika akhirnya mereka sakit karena kelelahan memijat. Dan yang paling mengejutkan adalah mereka harus puas dan menerima imbalan pokok mereka setiap bulan yang adalah senilai kurang dari harga 1 pax paket perawatan yang harus kami bayarkan. Bayangkan ….. bekerja 1 bulan penuh tanpa istirahat dengan imbalan bulanan hanya seharga 1 kali paket pelayanan dari sebut saja 100 paket pelayanan yang harus mereka berikan (1 hari = 5 paket x 20 hari kerja).

Tidak berbicara tentang tips dan lainnya yang memang merupakan hak mereka (tapi berapa sih tips yang bisa diberikan dengan harga paket yang sudah sedemikian selangit). Kembali memperoleh pelajaran hidup, bagaimana bekerja memang memerlukan hati yang tulus terlibat 80% di dalamnya. Orang yang mencintai pekerjaannya, mensyukurinya, akan mampu menaruh hatinya dan memberikan hasil terbaiknya. Apapun dan bagaimanapun imbalan yang diberikan, menjadi pemikiran kedua dan bukan yang utama.

Mungkin bagi mereka kepuasan bukan terletak di imbalan yang diberikan atau tips yang diterima, tapi pada berbagai cerita kepuasan yang mengalir dari mulut semua tamu dari mancanegara yang menikmati pelayanan dan pijatan mereka. Senyuman para tamu dari sensasi perawatan eksotis yang diterima.

Apapun keadaannya … Mbak Nyoman dan Mbak Ketut memberikan pelajaran yang baru lagi, bagaimana seluruh keputusan hidup terletak di tangan kita, maukah kita merubah nya atau menerima nya (mereka memilih untuk menerima), selain itu mereka sanggup memisahkan antara tuntutan hati atas kebutuhan mereka dengan kualitas hasil kerja yang mereka berikan dengan tulus dan selalu terbaik untuk setiap pasangan tamu.

Sesuatu yang sangat tidak mudah ….. seringkali di lingkungan kantor, pekerjaan menumpuk yang tidak ada habis-habisnya memberikan rasa sakit di kepala membuat kita (saya) mengeluh panjang lebar. Pemikiran tentang karir yang belum juga beranjak setelah 3 tahun berjalan, beban kerja yang bertambah dengan tidak disertai imbalan (yang sebetulnya sudah sangat baik dan kompetitif) yang lebih baik, atau pemikiran tentang bonus dan incentive yang tak kunjung tiba menjadi alasan utama untuk mengeluh.

Apa yang bisa diberikan perusahaan, maka senilai itu lah yang akan saya berikan. Kerja sesuai ongkos  .

Nampaknya … cara berpikir seperti aku lakukan selama ini perlu direnungkan ulang. Mbak Ketut dan Mbak Nyoman memberikan salah satu contoh terbaikknya dalam memahami dan menjalani kehidupan mereka.

Jumat, 12 Oktober 2007

Pasar Tradisional ....

Lebaran tahun ini cukup “menyenangkan” ….. berhasil memperoleh A “Super Replacement Nanny” … yang multi fungsi : bisa menjaga Ravind dengan baik, memperhatikan Veda juga, mencuci baju, membersihkan rumah, menyikat kamar mandi, dan akhirnya sangat eager buat memasak sendiri …. What a lucky me  … (dasar aku nya juga pemales siy …. He .. he ..). Namanya Suster “Mud” …. (menurut Mono dia keturunan Belanda .. Zuster Mood van Aaken  )

Untuk persiapan menyambut Idul Fitri .. Suster Mud bermaksud memasak Paket Ketupat komplit. Ada ketupat, Opor Ayam, Sayur Labu, juga Sambal Goreng Kentang Hati. Satu-satunya tempat yang komplit buat belanja adalah di Pasar Tradisional …. Mmm tempat yang sudah belasan tahun juga tidak aku kunjungi (karena kalau tidak belanja di mall, di rumah pun selalu ready dengan Catering nya).

Jadilah pagi itu (sehari menjelang lebaran), Aku dan Mono berangkat ke pasar tradisional …. Sambil dengan penuh semangat mengajak Veda ikut serta. Tiba-tiba kami mneyadari kalau Veda belum pernah berkunjung ke pasar tradicional (padahal ini merupakan salah satu aktivitas social yang harus diketahuinya).

Ke pasar Jambu Dua. Tidak terlalu ramai dan tidak terlalu becek sebenarnya. Belanja di sini menyenangkan … ayam nya segar dan berwarna putih ke - merah muda - an … bersertifikat halal juga (tidak ada formalinnya .. semoga), beli Rp. 40.000 sudah puas dapat 2 kilo dengan belasan potong dan Ceker Ayam khusus untuk Veda.

Kemudian membeli berbagai kelengkapan lainnya .. kelapa tua yang dibersihkan dan diparut menjadi 2 plastik besar untuk diambil santannya. Sekantong besar sayuran komplit hanya Rp. 15.000 berikut bumbu dapurnya.

Yang sebetulnya menarik dari acara belanja ini adalah memperhatikan Veda. Untung dia berangkat dengan celana pendeknya tapi dengan sandal jepitnya yang pinky dan cantik. Aktivitas melompati kubangan yang becek menjadi dilakukannya dengan “agak kerepotan” …. Dia sibuuuk mencari pijakan jalan yang tidak basah dan becek, supaya sandal pink nya menjadi tidak terlalu kotor.

Sesampainya di toko kelapa pun dia dengan takjub memperhatikan bagaimana kelapa parut dibersihkan, “Jangan terlalu bersih, nanti gak enak” kata si Mamang Penjualnya. Selanjutnya Veda membantu membawakan plastik belanja.

Di toko sayur, Veda mulai membantu juga memilih-milihkan kentang untuk ditimbang, sebagian yang di pilihnya berwarna biru karena dia tidak paham kentang mana yang bagus. Yang pasti sejauh toko kentang ini dia masih cukup tertarik beraktivitas belanja.

Tapi tidak berapa lama, mulai terdengar keluhannya (selain karena panas mulai menyengat), “Bunda .. kayanya sudah cukup ya, kita pulang yuk, becek nih … “. Aku dan Ayahnya tertawa-tawa saja mendengarnya. “Dasar anak MALL … “.

Puncaknya adalah ketika kami mengunjungi Toko Penjual Daging Sapi. Daging Sapi yang digantung berjuntai sebesar orang dewasa membuat Veda agak terkejut. Ternyata bentuknya sedemikian jeleknya. Terbayang dia selalu melihat daging sapi dalam bentuk kotak-kotak cantik di etalase Giant SUper Market dan bahkan dalam bentuk daging cincang yang sudah bergulung-gulung siap ditimbang.

Lalu ketika kami sibuk memilih hati sapi, kami tidak perhatikan kalau Veda terpaku dan melotot dengan expresi muka yang takjub melihat pada proses “pembersihan kepala sapi” yang memang agak mengerikan. Kulit kepalanya dan kupingnya masih melekat di kepala sapi nya, tapi mukanya yang mulai tidak berbentuk karena sedang dibersihkan. Aku dan Mono terpingkal-pingkal melihat wajah Veda yang tidak nyaman dan tidak karuan itu.

Pada perjalanan pulang, Veda mendeklarasikan kalau dia tidak mau lagi ke pasar tradisional ……… yaaaa ampuuuuunnnn ……. Keputusan yang tidak tergoyahkan biarpun diceritakan kalau dulu Bunda harus menemani Oma berbelanja di pasar serupa atau Ayah harus mengawal membawa belanjaannya Embah. Veda tidak tertarik mendengarkannya ……. He .. he …

Jadi merasa perlu kembali meng-evaluasi cara mengenalkan kehidupan sama anak-anak nih. Ini hanya contoh kecil dari keseharian di 30 tahun lalu dimana saat itu aktivitas ini dikenal oleh hampir setiap anak yang menemani orang tuanya berbelanja di pasar tradisional. Department Store belum banyak saat itu … (aku ingat ketika Palaguna di launching … Wah hebohnya setiap orang memandang kagum pada sebuah toko yang bersih, ver AC dan komplit isinya).

Saat ini semua terbalik total, Veda dan adiknya hanya mengenal Mall, bermain game di Game Center dengan harga 1 koin minimal Rp. 1.250,- (sekali main Rp. 50rb – 100rb). Makan di berbagai restaurant terkenal sesuai kehendak hatinya … Kadang Sushi, Bebek, Spaghetti, dll. Berbelanja di supermarket dan dengan mudah menemukan counter daging sapi dan ayam dalam bentuk cantik, dan buah-buahan dan sayur yang berwarna segar untuk ditimbang. Belum lagi dengan mudah menemukan di mana tempat Yoghurt, Crispy Potatoes, Chocolate, Jelly dan berbagai kesukaan lainnya.

Semua tersedia .. semua lengkap dan tidak ada kurangnya. Tidak ada becek, bau, panas, dan pemandangan mengerikan lainnya.

Kami membiarkan dia tumbuh 8 tahun dengan kehidupan nyaman dan semua tersedia. Dan kami juga yang kemudian ngomeeel panjang lebar ketika dia terbentuk menjadi anak yang agak santai, tidak terlalu peduli tugas nya, dan tidak terbiasa melakukan banyak hal sendiri karena semua sudah tersedia di hadapannya tanpa perlu berjuang lebih (Seragam sekolah, kaos kaki dan sepatu, air mandi, tas sekolah, makanan, ikat rambut, semuanya ready to wear … tidak perlu diperjuangakn dan diusahakan sendiri untuk ada).

Bermain pun tidak lagi dengan aktivitas permainan tradisional. Tidak ada lompat tali dari karet (adanya tali elastis bermerk Disney bergambar NEMO yang harganya cukup mahal), tidak ada juga permainan Galah Asin, Bola Bekel, dll (Veda punya permainan Congklak dengan harga tidak murah meriah karena terbuat dari kayu ukiran cantik dan khusus dibeli di toko souvenir), selebihnya adalah Komputer Game dan DVD Movies.

Berarti … memang kesalahan kami orang tuanya nih …. Mau membentuk Veda menjadi A maka yang harus diperkenalkan adalah A. Mau dia berbentuk B, maka yang harus dikenalkan sejak dini pun seharusnya B.

Kami ingin dia lebih mandiri, mampu mengurus dirinya sendiri, memiliki fighting spirit yang tinggi, peka juga pada lingkungan dan keadaan sosial, tapi ternyata kami belum memperkenalkan dia pada hal-hal yang akan mampu membentuk dirinya menjadi demikian.

Anyway buswey … ternyata tidak mudah menjadi orang tua  masih panjang nih list PR nya ....



Lebaran 2007

Sabtu, 06 Oktober 2007

A Lifetime Friends ....







Dapat email dari salah satu teman terbaikku Dicky dalam minggu ini, isinya? Foto-foto kuliah di HI jaman dulu .. tahun 91-92 .. waaah 16 tahun yang lalu, sangat tidak terasa kalau waktu berjalan dan menggulung kita dalam ruangannya dengan begitu cepatnya.

16 tahun yang lalu, kami semua dipertemukan dalam nasib yang sama di Bukit Dago Utara. Kampus yang sangat romantis dengan pepohonan besar di sepanjang jalan dengan dedaunannya yang rindang dan kadang berguguran. Gedung perkuliahannya sudah cukup tua dan tidak lagi terawat. Kadang ketika kita sedang belajar ada suara kambing mengembik, kucing berkeliaran, belum lagi laba-laba di mana-mana. Sejauh yang aku ingat .. ada bebek juga sepertinya  .He .. he .. tidak cukup profesional ya buat digambarkan sebagai tempat perkuliahan. Tapi when u put your foot inside that shoes 16 years ago .. you will love that place.

Satu angkatan HI tidak terlalu banyak jumlah nya mmm … kurang dari 50 orang … semua anggota nya sangat menyenangkan dan cukup kompak (hal paling berkesan adalah teman kami Karto Kompak yang naik ke atas pohon dan meneriakkan seruan “Kompa!!”) Friksi kadang terjadi tapi kalau dipikirkan saat ini … semuanya perlu dilalui untuk membuat kami semakin dewasa dan bijaksana dalam mengambil sikap dan menentukan langkah 

Lebih spesifik lagi kelompok “bermain” kami (sebut saja Kelompok Cerdas Jaya) terdiri atas 10-15 orang. Kami semua berteman sangat dekat dan sangat baik. Segala hal dilakukan bersama-sama, belajar buat ujian, bikin tugas (atau contek-contekan tugas yah tepatnya?), jalan-jalan, berlibur, bersenang-senang, sampai berpacaran (dan bertukar-tukaran pacar) pun kami lakukan bersama   … what a sweet memory …

Banyak hal unik yang tercatatkan dari teman-teman baikku ini … teman-teman yang diberikan Tuhan untuk menjadi teman terdekat seumur hidup di dalam hati (rasanya sih iya … mereka semua pasti akan menjadi teman seumur hidup … just call and sms one of them to gather together, maka semuanya akan segera memberikan respon … bisa karena sangat rindu dan tidak sabar untuk bertemu dan bisa juga karena berhalangan datang tapi perlu mengungkapkan rasa rindu ingin bertemu  ). Semuanya terikat dalam media komunikasi yang “On Line” sepanjang waktu. Rasanya ikatan kami ini merupakan the coolest bounding in the world.

Dicky & Ovie – pasangan abadi dari HI .. mmm hanya mereka yang akhirnya menjadi pasangan sesungguh-sungguhnya setelah beragam pengalaman berganti-ganti teman dekat (uuppsss … not to mentioned The Melrose Place movie loh). Dicky – teman baik yang sangat pintar di kelas. Dari semua teman yang ada, dia merupakan salah satu yang berniat dengan hatinya yang bulat dan bundar untuk bersekolah di sini agar bisa menjadi Diplomat lulusan HI. Kakak dan teman yang terbaik sepanjang masa. Kalau sekarang dia tidak menjadi diplomat, maka perjalanan ke luar negeri sebagai salah satu boss besar di consumer good company malah harus terus dilakukannya. Too many things to be written about Dicky … he .. he .. better not too complete 

He married with Ovie – one the beautiful girl in campus ( mmm … catatan saja ya .. semua wanita di HI 91 sangat terkenal kecantikannya .. hua .. ha .. ha ), satu hal yang paling melekat adalah .. hidungnya sangat cantik seperti wayang dan pintar bermain basket (dulu kami semua harus menunggu dia bertanding basket mewakili HI atau FISIP). Berkenalan dengan Ovie ketika Opspek di Aula Unpad yang besarnya minta ampun itu (Aku yang mendekati dia atau kami saling mendekati ya … lupa) adalah anugerah , anak ex SMA 3 dan tinggal dekat rumah ku, teman baik dalam melalui masa-masa penjajahan saat itu. Ovie is a really tough woman, gak pernah lupa perjalanan ke puncak naik mobil hardtopnya yang dia bawa sendiri. Saat ini dia menjadi ibu dari 2 malaikat kecil yang sangat cantik. God love this couple .

Dikky Panjul – not to mentioned again about our Melrose Place story … when Ovie is surrounded by 3 Dikkys .. he .. he .. yang pasti Dikky is one of the nicest person in our Group. Tinggal di Bandung yang plang nya di coret merah. Tapi mati-matian gak terima kalau dia bukan tinggal di Bandung kota … heran yah. Dulu ke mana-mana Dikky salah satu penjemput setia … Cibeureum – Buah Batu dilanjutkan ke Cibuni dan Dago tidak jadi masalah berarti … sekarang Dikky jadi boss yang harus jualan susu anak-anak. Bisa konsultasi dan diskusi banyak hal tentang susu dan kesehatan anak dengan dia 

Thanon – teman baik sejak TK yang dipertemukan lagi denganku di ruangan pendaftaran HI di Bukit Dago. “Paula ya??” kata dia sambil menunjuk aku ..” he .. he .. nama panggilan dari masa lalu. Dia gemar bermain bola … tidak pernah terlewatkan deh permainan bola liga Unpad, liga Fisip, maupun HI. Kita semua anggota “geng” nya wajib menemani .. nonton, memberi support, dan menyediakan minuman. Orangnya humble, baik hati, dan sangat tulus dalam berteman (uups … not to mentioned also about all his girl friends yah), biarpun kadang agak complicated . Sekarang ini … Aang, begitu kami memanggilnya menjadi salah satu pejabat di pemerintahan. Having a good family with 2 children.

Emeh – Prita Junesiska – nama yang ajaib deh … perlu dua kali dikonfirmasi apakah ini benar merupakan namanya. Teman yang sangat manis dan unik. Emeh tidak lama bergabung di HI, hanya 1 tahun, tapi pertemanan dengan dia tidak hanya seumur jagung saja. Menidurkan dirinya sendiri di mobil sambil bersenandung merupakan hal paling unik yang aku catat tentang Emeh. Selain ketertarikannya yang tinggi pada berbagai makanan, bentuk tubuhnya yang tinggi dan sangat langsing memungkinkan Emeh makan apa pun yang dia mau. Saat ini jarak Jakarta – Bandung mampu tidak mempertemukan aku dan Emeh sampai bertahun-tahun. But still all sweet things about her will remain.

BomBom – teman yang bulat dan bundar. “Tumpak pingping bombom” jadi senandung yang paling aku ingat tentang dia. Kadang mudah naik darah … tapi cepat juga memberi maaf dan menjadi manis kembali. Kadang memang kehidupan yang sempurna tidak berpihak pada semua orang, tapi BomBom selalu mampu mengatasi semuanya, sama seperti ketika kami semua sudah meninggalkan dia dan lulus duluan, BomBom malah mampu sukses melanglang buana ke negeri Cina setelahnya ketertinggalannya.

Adang – dung deh … waaah … bicara soal Adang, gak lepas dari bicara soal TOA. Jangan suruh Adang berbisik-bisik deh … mungkin awalnya bisa, tapi kalau bisikannya sudah diikuti tertawa … tak akan ada duanya berisiknya . Adang sering muncul di rumahku jam 11 malam dalam masa ujian. Pinjam catetan ….. jam 11 malam?? Iya .. setelah pinjam catatan, bisa tidur dengan nyenyak berbantalkan foto copy an. Sepertinya sih tulisan di catatan akan menyerap dalam tidurnya … hebat ya Adang. He is still the same Adang right now … dengan suaranya yang tetap keras tapi dengan kadar kolestrol darah yang jauh lebih tinggi dari 16 tahun yang lalu (yaaaa iya laaa …)

Andit – mmmm kemana dia sekarang … si Hans 1 (tau kan si Hans .. orang India temennya si Doel yang hidungnya mancung?? Sementara aku dipanggil Hans 2 .. please deee, karena hidungku sama besarnya dengan dia). Andit teman yang sangat “baik dan manis”. Pintar juga. Wise juga. Mau mendengarkan curhat siapa pun juga, termasuk segala keluhan dan masalahku (he .. he .. thanks Ndit). Having a good position in one of a national car credit company is Andit right now and also having a good family, it’s all everybody’s dream.

Kang Deddy – wuih … yang ini sih bukan anak HI sebetulnya. Tapi eager to become HI ers sepertinya obsesi terpendamnya ( atau … eager to be surrounded by all of beautiful HI girls kayanya .. hua ha ha .. ). Kakak kelas dari Antropology, galaknya minta ampun ketika opspek … menyebalkan!, biarpun sebetulnya ada bakwan di balik udang. Teman yang asik … kadang up and down moodnya … biarpun lebih tua, justru lebih perlu di nasehati dan didengarkan keluhan dan masalahnya …. Hua ha ha … kemana-mana geng kita naik mobil Taft Putihnya. Ke Jakarta, ke Puncak, ke Kebun Teh, memancing, berenang, dan kemana pun. Dia jago masak, sehingga kumpul-kumpul sambil memasak dan makan bersama menjadi salah satu aktivitas rutin kami. At the end Kang Morded ini menjadi salah satu dosen ternama di Bandung (waaah beruntung sekali dia … always close to young students …) and having a complete happy family 

Masih ada beberapa teman HI yang dekat di hati yang bisa diceritakan keunikannya. Ada Cimot – Hikmat Ginanjar, si Romeo Berdarah (terjemahan Romeo is Bleeding – John Bon Jovi)… kalau ada penganugerahan The Most Garing Person in the world ..dijamin Cimot akan mampu mempertahankan prestasinya selama-lamanya. Ada juga Asep Jawa – teman yang berdarah sunda tapi Jawa (bingung kan ?!) – teman yang cukup pendiam tapi cool dan setia. Ada juga Mega – si cantik Ida Royani , teman yang sangat keibuan dan gemar menyelesaikan segala masalah kerumahtanggaan. Mega sungguh merupakan calon ibu yang sempurna saat itu. Ada pula Ketua Angkatan kami, Ahmad yang Karyaman tapi sekarang sudah jadi salah satu pimpinan di pemerintahan daerah teman yang kebapakan dalam memimpin kami semua, sangat tepat dipanggil “Ayah” sejak kami mengenalnya.

Waaaah …. Tidak akan pernah ada akhirnya untuk menceritakan all those special friends. Teman-teman yang tak tertandingi kesetiakawanannya, mereka ada ketika gembira dan mereka menghibur di kala kedukaan.

Satu hal lagi yang menjadi catatan … masa perkuliahan 16 tahun yang lalu kami isi dengan “Balance Activity” antara kuliah dan membuat tugas dengan sungguh-sungguh berimbang dengan bermain, bersenang-senang, berpacaran, dan juga kadang berselisih paham.

Mungkin komposisi “serius” nya hanya mengambil bagian 50% - bisa jadi karena bidang ilmu kami yang sangat “social science” sehingga tidak memerlukan latihan dan konsentrasi full dalam perhitungan dan logika. Cukup mengeluarkan ide dari kepala sebanyak sejengkal tulisan di kertas ujian, sudah cukup menjamin perolehan nilai yang baik.

Komposisi “santai yang positive nya” mengambil bagian 50% juga – diisi dengan nonton bersama (sharing makanan di bioskop & minum coca cola dari 1 botol dari ujung yang satu sampai ujung yang lain), bermain bersama (kadang berenang, memancing – terus terang kegiatan ini paling tidak bisa aku pahami nikmatnya, memasak dan makan bersama, berlibur bersama, dan banyak lagi), juga berpacaran (gak bisa cerita banyak tentang this Melrose Place matters, yang pasti pengalaman dalam setiap tahapan membuat kami makin kaya dalam bersikap  ). Perselisihan Paham juga kadang terjadi … yang kemudian diakhiri dengan saling memaafkan dan menjadi semakin saling memahami.

Dan ternyata … perimbangan komposisi antara serius dan santai tersebut tetap mampu membawa kami semua ke gerbang kesuksesan dalam kehidupan kami saat ini … keluarga, pekerjaan, karir yang semuanya cemerlang dan berlaku hampir bagi semuanya juga….serta yang terutama adalah pertemanan yang berlaku selamanya sampai akhir nanti. This is a proven that God love all us so much …. 





October 2007 – setelah menerima foto-foto nostalgia dari Dicky .. semua tidak ada yang berubah .. sampai dengan saat ini semua masih hampir sama bentuknya, semua masih tetap sama gilanya, yang berubah hanya bijaksananya yang ternyata terus semakin bertambah ......  

Selasa, 02 Oktober 2007

1st October - Still Missing You after These 18 Years

1 Oktober 2007 - kembali menjumpai tanggal ini, tanggal dimana lebih dari 18 tahun yang lalu pasti ada kesibukan tersendiri di rumah. Tanggal dimana aku, ade, dan papa pasti diam-diam mempersiapkan hadiah kejutan untuk Mama. He .. he .. at least hadiah yang menurut kami baik dan pantas untuk diberikan ke Mama, bukankah kita biasanya begitu ya? memberikan hadiah ulang tahun yang menurut kita baik, bagus dan menarik :)

Setelah 18 tahun berlalu - missing feeling itu tetap ada. Masa dengan Mama 17 tahun lamanya sebenarnya sudah berakhir impas dengan Masa Tidak bersama Mama selama 18 tahun kemudian .. bahkan lebih lama tanpa dirinya ...

Mama yang tidak hadir di saat-saat paling penting dari hidup aku. Mama tidak ada ketika aku kebingungan menggantikan perannya di rumah .. bisa apa sih anak remaja 17 tahun merawat adik dan ayahnya? Mama tidak ada ketika aku mengalami masalah dengan percintaanku yang menyeramkan (dengan bekas kekasih yang "penjahat" dan "psikopat" itu ...), Mama tidak ada ketika aku kebingungan menentukan jalan hidup untuk bersekolah supaya bisa bekerja dimana, Mama tidak ada ketika aku kebingungan mempersiapkan pernikahanku sendirian dengan Mono, Mama tidak ada ketika aku membutuhkan seorang ibu di sampingku untuk menjelaskan bagaimana harus menghadapi kehamilan dan proses melahirkan, Mama tidak ada ketika aku kebingungan memandikan dan menghentikan tangis bayi sebesar 3.15 kilogram ... yang tumbuh menjadi si cantik Veda, Mama tidak ada ketika aku kebingungan memberikan anak laki-laki prematurku susu melalui pipet, Mama juga tidak ada ketika aku kebingungan membesarkan kedua anak ini dengan lembut, sedang, galak, atau keras, Mama tidak ada ketika aku kebingungan harus memasak apa karena aku tidak bisa memasak sama sekali, Mama tidak ada ketika aku membutuhkan nenek yang mengawasi cucu-cucu nya ketika aku harus pergi bekerja dan para asisten tidak ada di rumah ....

Tidak terasa ... Mama sudah sedemikian lama tidak ada ... banyak sekali bagian penting dari hidupku harus aku jalani sendiri tanpa dia.

Tapi ... Mama yang menemani aku selama 17 tahun itu tetap ada ... dia ada dalam sikapku yang pantang menyerah (Mama sangat keras dan tegas), dia mendominasi sikap ku yang mencoba sekuat tenaga memanage keluarga dan pekerjaanku dengan baik (Mama guru yang luar biasa tapi juga ibu yang sempurna), dia ada di dalam wajah banyak orang yang berterima kasih atas bantuan dan perhatianku pada mereka (Mama selalu mudah untuk luluh hatinya membantu orang yang membutuhkan), Mama ada dalam segala kesopanan perilaku anak-anakku saat ini .. "Ma'aciih" kata Ravind (Mama selalu mengajarkan kesopanan dan tata krama nya pada kami), Mama ada dalam pengenalanku yang semakin dekat akan Tuhan ... (tempat dimana segala hal aku tumpahkan justru karena kepergian Mama).

Ternyata tidak terasa juga ... Mama sedemikian lama hadir dan membentuk kehidupan yang aku jalani sejak dia pergi.

Mungkin banyak hal yang aku nilai sebagai kekurangannya ?? ... Mama agak kaku, ia tidak pernah memelukku kuat dan berkata ia mencintaiku (sementara aku berjanji terus melakukannya untuk Veda dan Ravind), Mama keras dan tidak mau mendengar pendapatku (sementara aku berusaha keras mendengarkan apa yang anak-anakku inginkan .. baik maupun tidak baik), Mama otoriter (sementara aku berusaha keras untuk lebih mendengarkan pendapat orang dan menyesuaikan diriku dengan keadaan) ... tapi apakah itu merupakan kekurangan? karena dengan caranya Mama ternyata semakin memperkaya bagaimana seharusnya aku bersikap ... mengambil yang terbaik dari dirinya dan menjadi lebih baik dari dirinya ...

Mengenang Mama saat ini mungkin tidak lagi dengan tangisan dan perasaan sedih atau marah ( u knew Mam .. i really got angry with you when u left us (me, Papa & Ade). I found out that this is the fastest way to get a quick recovery on my feeling to forget about you). Saat ini perasaan marah itu sudah tidak ada lagi ... perasaan sedih, mungkin sudah sembuh karena sudah terobati, perasaan rindu ... ternyata masih ada ....

Thanks Mama ... for everything ... untuk membesarkan aku, mengenalkanku pada warna hitam dan putih, membawaku pada perasaan bagaimana mengasihi orang dengan sungguh, mengenalkanku pada bagaimana menghadapi hidup dengan bekerja keras, mengenalkan ku pada Tuhan yang menjadi teman baikku sejak Mama pergi, dan pada banyak hal lainnya selama 17 tahun bersamamu.

I will love you forever and keep u deep inside my heart :)




3oct07 - everything is not the same any longer as when u r around ..

Jumat, 21 September 2007

Our 10 Years Honeymoon at Ubud Bali












Hidup yang saat ini dijalani rasanya seperti berkendara di atas roda yang terus berputar. Putarannya tidak akan pernah berhenti sampai sang supir benar-benar bermaksud menginjak rem dan menghentikan laju kendaraannya. Bagiku, perjalanan di atas roda ini sudah berlangsung selama 10 tahun sampai saat ini, semuanya begitu rutin dan pasti ...

1 minggu yang lalu, kami memutuskan untuk menginjakkan kaki di pedal rem, untuk menghela napas, membuka jendela kendaraan kami dan memandang keluar untuk menikmati warna lain dari hidup yang kami miliki ...

Tempatnya di Ubud Bali. Tempat yang sempurna untuk lebih dalam lagi memaknai artinya cinta kami yang telah melaju di atas roda selama 10 tahun, cinta yang lebih mature - matang, cinta yang lebih sarat dengan saling memahami - atau bahkan semakin sulit untuk mengerti, cinta yang memandang kehidupan sebagai milik bersama yang terus disyukuri, cinta yang masih penuh dengan warna gairah, cinta yang tidak lagi menuntut terlalu banyak karena terlatih untuk banyak menerima ...

Perjalanan ke Ubud - Nandini Resort ternyata cukup jauh dan melelahkan. Dimulai dari berkendara dengan Bis Udara - mencoba menyalip dan berdiri di depan dengan boarding pass di ruang tunggu penumpang, berlari kecil untuk mencari tempat duduk yang paling nyaman ... ini bis atau pesawat ya? :)

Airport transfer service yang dipesan sebagai fasilitas memberikan pelayanan yang luar biasa. Untung rencana semula untuk naik taksi tidak dilakukan. Lokasinya bukan hanya sangat jauh tapi juga di tengah hutan. Ketika tiba di jalan panjang dengan di kelilingi sawah menuju lobby resort, maka segala kelelahan menghilang. Sejumlah bungalow yang terbatas mengelilingi perbukitan di sekitar resort. Naik dan turun tangga menjadi tuntutan menggantikan perjalanan menanjak bukit. Sebuah gondola yang sangat unik menggantikan fungsi lift yang ada. Segala keunikan itu dikelilingi pemandangan yang menakjubkan indahnya.

Kamar yang kami dapatkan juga sangat mengesankan ... tempat tidur kecil berkelambu dengan ruang mandi nya penuh dengan wangi bunga jasmine .. bak mandi yang ada bertaburan bunga ... rasanya seperti pengantin kemarin sore .. he .. he .. sangat berkesan.

Aktivitas di Nandini tidak bisa lepas dari bersantai dan bermalasan, berjalan-jalan menuju sungai di bawah bukit, berenang, berendam dalam kolam yacuzi, merasakan pijatan tradisional bali dan spa kopi yoghurt yang diakhiri dengan berendam berdua di kolam penuh bunga. Waaaah ... sangat romantis ......

Selain itu pengaturan makan malam romantisnya cukup mengesankan ... private lounge yang di taburi puluhan lilin ... taburan bunga di mana-mana .. pelayanan yang cukup profesional ... dengan segelas wine yang melengkapi, semuanya sempurna ... biarpun menu yang diberikan membuat perut rasanya mau meletus karena kekenyangan :)

All arrangement was perfect ... sangat berkesan ...

Menjalani honeymoon ke 4 ini sungguh unik ... semua orang berpikir kami pasangan muda yang baru menikah, padahal untuk membedakan kami dari pasangan perancis, pasangan jerman, dan pasangan inggris yang ada cukup mudah. Kalau pasangan jerman sibuk berpelukan dan saling memagut bibir di tepi kolam, maka kami berdua sibuk berfoto-foto dan mencari obyek experiment untuk kamera Infra Red yang baru dimiliki Mono.

Kalau lokasi terpencil di Nandini bisa memberikan ketenangan buat setiap pasangan muda yang ada dan kalau perlu selamanya seperti ini adanya, maka bagi kami hari ke tiga sudah cukup maksimal dan mulai membuat "mati gaya" .... i wanna go shopping in bali !!! dan Kuta adalah tempatnya :)

Kalau semua yang menginap di sana adalah orang-orang muda yang mungkin tidak bermasalah dengan penyakit lupa. Maka pasangan mono dan olla tidak hentinya sibuk mencari kunci kamar yang entah di kantong mana, tutup kamera yang terselip di kantong tas yang berlapis-lapis, voucher berbagai fasilitas hotel dalam amplop yang terus tertinggal di meja kamar, terakhir charger handphone di depan mata kami tinggalkan di lemari .... mudah kan membedakan pasangan honeymoon baru dan lama ? :)

Kalau pasangan muda perancis sanggup mengisi harinya di Ubud dengan bycling memutari resort dengan sepeda dan helm di panas matahari atau bahkan bermain SOBEK Rafting di sungai terdekat yang cukup liar arusnya, maka pasangan mono dan olla sudah merasa cukup kelelahan dengan kegiatan naik dan turun tanggal sejumlah minimal 200 anak tangga sehari ... rasa sakit di betis sungguh tak terkatakan.

Selain itu usia, pengalaman, dan kekuatan tubuh membuat aktivitas bercinta pun tidak mungkin dilakukan puluhan kali :) he .. he .. semua pada kadar yang secukupnya .. semua pada kadar yang seharusnya. After sex discussion pun bahkan sudah perlu diwarnai dengan pembicaraan mengenai rencana pengembangan investasi dan menghitung jumlah asset rumah tangga :), selain bolak balik menelepon rumah menenangkan hati anak-anak yang protes berat ditinggalkan berbulan madu.

What a unique 10 years honeymoon ... i will keep this memory forever ... love u always :)

Kamis, 20 September 2007

Thanks To Have My Life With You

Tahun ini berarti sudah tepat 10 tahun hidup bersama dengan Mono. 10 tahun yang luar biasa rasanya ... memiliki banyak hal bersama ... melakukan banyak hal bersama juga ... dan diberikan Tuhan 2 anak yang bulat dan bundar untuk dibesarkan bersama ... one is the beautiful blessed and the other one is the tremendous miracle. All things in my life could happen because of His grace ...

Bertemu dengan Mono absolutely merupakan anugerah. Bisa lepas dari kehidupan lama hampir 12 tahun yang lalu yang sepertinya lorong gelap sampai di ujungnya benar-benar luar biasa ... thanks to Uni Mety:) the caring and loving sister I had ...

Biarpun ampuuun deh ... celana kotak-kotak dan kemeja biru nya tak pernah terlupakan, belum lagi rambutnya yang agak gondrong dan merasa perlu disisir setiap turun dari kendaraan, wangi parfumnya .. yaaa ampun merk nya Amway ... (karena dia salah satu distributornya), belum lagi sisir yang selalu ada di kantongnya ... aduuuuh ampyun deee absolutely juga not my type ...

Tapi bungkusnya sangat berbeda dengan hadiah yang ada di dalamnya ... not only because of he is handsome (saat ini setelah dipoles 12 tahun menjadi semakin sempurna .. he .. he), he is also very smart (sepertinya seluruh hal di dunia ini bisa ditanyakan pada dia jawabannya ... Mono always has the answer on all questions in this world), he is also very capable in playing all musical instrument (piano, gitar, tanpa pernah belajar pada seorang guru musik ...), he is totally a modern gadget freak (semua hal yang berhubungan dengan gadget, feature, price, benefit, just ask him ...), he has a high sense of art and also humor (just put him in the middle of any kind of group .. he will make you crazy with all of his jokes), he is also a person with a strong determination and willingness, he loves God (and dedicated his life to Him ...), and above all ... he is s great Father for Veda and Ravind, and a great Husband as well ...

Kalau sudah begini ... bungkusnya yang "Totally Not My Type" pada 12 tahun yang lalu sudah tidak berarti banyak, apalagi melihat bahwa isi nya terus menjadi semakin sempurna setelah dijalankan bersama. He is a perfect part of my life ...

Perlu terus bersyukur atas segala yang sudah dimiliki ... terus bersyukur untuk segala ketidaksempurnaan yang pastinya masih ada (wuihhhh .... the ceremony of choosing the mix and matching clothes), sementara aku sendiri perlu untuk terus memperbaiki diri ... to become a good wife and mother for my family ... untuk terus belajar semakin hari semakin mencintai ...

My thank you to have my life with you..... :)



** september 2007