Kamis, 22 Mei 2008

Yook Sekolah ......




Malam ini baru lega dan menarik napas setelah 2 minggu lamanya tidak tidur dengan benar. Saat ini merupakan hari-hari terakhir mempersiapkan penghujung Triwulan 2 yang akan selesai dalam hitungan hari. Sekalipun harapan indahnya seakan hanya “seperhitungan hari” namun kenyataannya sama sekali tidak semanis demikian. Karena justru di putaran lap terakhir ini tenaga extra yang besarannya tujuh kali lipat harus disediakan supaya garis finish ke-dua dari sepanjang pertandingan ini bisa terselesaikan dengan baik.

Yang pasti harus punya tubuh yang memiliki stamina “super kuat” untuk menghadapi tantangan yang melebihi Fear Factor. Menghadap tantangan Fear Factor mungkin sebatas minum satu gelas juice kecoak dan menelannya untuk kemudian selesai lah perjuangannya pada saat itu. Kalau mau ditelan dan dinikmati silakan, namun tetap ada pilihan untuk memuntahkannya. Tidak demikian hal nya dengan tantangan dari MMA IPB – tempat dimana selama 18 bulan ini aku memutuskan, menetapkan, memantapkan langkah dan tekad untuk kembali bersekolah ….. wuiiiihhhhh … sekarang baru menyadari lagi kalau keputusan membolak balik Koran iklan bersekolah (sebelum keputusan besar ini diambil), kemudian menghitung-hitung budget, sampai dengan perencanaan memgikuti ujian penerimaan, tidak lah sesederhana ketika semuanya benar-benar dijalani.

Yang pasti bergelas-gelas Nescafe adalah teman paling setia menemani malam-malam panjang sampai minimal pukul 2 pagi, ketika setumpuk tugas Management Operasi diberikan dengan gembiranya oleh Pak Dosen pada setiap pertemuan. Oh My God … pada setiap pertemuan yang 2 kali seminggu itu hampir selalu ada tugas! Belum lagi segudang tugas lainnya yang diberikan oleh Pak Dosen mata kuliah Management Pemasaran, dengan perasaan tidak bersalah melihat mahasiswanya terpontang panting setengah berdiri karena setumpuk tugas yang diberikannya, maka sudah kewajiban mahasiswa juga untuk kemudian mengambil setengah duduk lainnya lagi untuk menyelesaikan tugas Pemasaran.

Belum lagi 2 – 4 butir Ginko Siberian Ginseng produk Amway yang setia menemani dan membuat aliran darah ke otak menjadi encer ( he he he …. Rasanya agak tenang saja setelah minum obat ini, merasa yakin kalau akan mampu mengalirkan darah dengan lancar ke otak untuk membawa sejuta rumus dan pemahaman baru ke lingkaran seputar memory otakku yang mulai menunjukkan keterbatasan kapasitasnya).

Yang paling parah sebenarnya adalah berpotong-potong roti diolesi butter, coklat, meisjes, keju dan banyak topping lainnya yang menjadi teman setia pada lewat pukul 12 malam ketika perut mulai melakukan test stem nya mempersiapkan lagu khas keroncong …. Ini yang paling berbahaya …. Merasa kelelahan fisik dan otak (padahal sebenarnya mungkin tidak seburuk perasaan yang terbentuk) sehingga mengambil pembenaran untuk menelan beberapa lapis roti berkalori tinggi tepat pada pukul 12 malam … oh no …. Dan kemudian mencelup beberapa potong stick wafer coklat ke dalam gelas coffee cream yang setia menemani …. The most dangerous things which been done …….. seluruh makanan yang manis namun tidak terlalu membuat kenyang itu akan menemani tidur pendek 2-3 jam setelah belajar selesai dilakukan … untuk (tentu saja) berubah menjadi gumpalan lemak seputar perut.

Maka orang akan bertanya-tanya … sebenarnya bersekolah itu menderita atau tidak sih … kalau kelihatan subur makmur ? another oh no …. Andai mereka mau memahami perjuangan dan penderitaan ku itu (hue he he he …).

Back to topic ....

Bersekolah kembali adalah keputusan sangat besar yang diambil oleh seorang manusia. Ketika tekad itu timbul maka yang harus dipersiapkan adalah :

Stamina yang kuat, hati yang rela, mata yang mampu terjaga – harus merasa rela untuk kehilangan minimal 4 hari dalam seminggu waktu pribadi untuk jalan-jalan di mall, hang out dengan teman-teman kantor, mencoba resto dan cafe baru di seputar kantor, mengerjakan tugas kantor sampai maksimal di atas jam kerja, dan bahkan kehilangan kebersamaan dengan keluarga (hal ini lah yang sangat memberatkan)

Satmina yang kuat – dicoba untuk dijaga melalui berbagai obat dopping yang ”sakti” – membuat orang merasa kuat dan merasa sanggup berlari sampai ke bulan. Sebutkan seluruh obat yang ada Amway Double X yang terdiri atas 3 tablet vitamin mineral dan antioxidan, Amyaw Ginko Siberian yang ditujukan untuk menambah laju aliran darah ke otak supaya bisa jadi ”genius” (alias tidak terlalu tulalit), Redoxon vitamin C untuk menjaga stamina dari sekedar batuk dan pilek, dan masih segudang obat-obatan lainnya.

Hal yang sangat penting juga adalah – dimilikinya sekelompok teman-teman belajar yang senasib dan sepenanggungan. Beruntung sekali kalau sejak awal bersekolah, kami sudah dibagi menjadi kelompok yang punya kewajiban melekatkan diri seumur hidup kami di MMA IPB (”seumur hidup” di sini semoga berarti maksimal 18 bulan). Nama kelompok ini BANANA – kami mendirikan Banana Corporation yang cukup kompak satu dengan yang lainnya – ada ....

Rina, teman wanita yang manis, cantik dan baik hatinya, semuanya terjadi begitu saja karena dia ternyata tinggal hanya dibatasi oleh 1 jalan besar di belakang rumahku, bertukaran tugas dan saling membuatkan tugas juga kadang terjadi. Hubungan yang sangat menyenangkan.


Ada Pak Daud – ”sesepuh” yang dituakan dan cukup didengarkan (padahal usianya hanya terpaut 1 tahun dariku), kharisma nya luar biasa (he .. he .. he), perhatian pada keluarganya juga luar biasa, sehingga kadang beliau absen dari perkumpulan kami.

Ada Yosi – si anak terkecil yang jago IT, sudah merupakan suratan takdir kalau kepintaran Yosi memaksa dia menjadi ”the banana’s assignments compiler”, semua tugas kelompok Banana di satu padukan oleh Yosi dalam berbagai format laporan.

Ada Adit – si super sibuk yang bekerja dan bertempat tinggal di Serpong, perjuangan Adit memang luar biasa setiap harinya, tapi kalau tidak ada dia seringkali tidak lengkap rasanya – dalam salah satu tugas yang mewajibkan penampakan foto kami ber 6 di Pabrik Lemari Besi, sosok Adit dengan terpaksa digantikan oleh karyawan satu pabrik yang dipaksa mirip dengan dia dan berpose atas nama nya (hua ha ha ha). Dan satu lagi CEO tha Banana corp adalah

Pak Bill – yang serius dan cukup dituakan, komitmennya untuk perkumpulan kami patut diacungkan jempol, perjalanan dari Depok ke Bogor dilakukannya dengan Mobil Pegadaian miliknya yang seringkali dijadikan bahan diskusi antar teman ”menyelesaikan masalah dengan masalah” adalah motto Pegadaian (he he he ....).

Selain itu kami membentuk sekelompok GENG BELAJAR ternyata pada level S2 pun masih sangat diperlukannya kehadiran kelompok semacam ini – memiliki berbagai kesamaan (ehm ... usia dan ketulalitan... sama tuanya dan sama tulalitnya), memiliki orientasi yang sama (sama-sama gelap dan kurang mengerti berbagai materi perkuliahan sehingga sangat perlu remedial), memiliki semangat yang sama (semangat untuk belajar dan menyumbangkan sejumlah makanan untuk menyemarakkan acara belajar), dan memiliki kepanikan yang sama (terutama saat ujian semakin mendekat dan heboh dengan pembahasan soal-soal ujian). Tapi overall ... semuanya sangat menyenangkan ..............

Adalah Abah – yang diangkat menjadi Kepala Sekolah kami, beliau berusia lebih dari 50 tahun, semangat dan tekadnya untuk bersekolah sebetulnya secara langsung maupun tidak menjadi motor bagi angkatan kami E-29 untuk tetap kuat dan pantang mundur menjalani semuanya. Lokasi belajar kami biasanya di ruangan meeting di kantornya.

Adalah Pak Rezza – yang diangkat menjadi satu-satu nya Suhu dan Guru di kelompok kami. Kecerdasannya sangat luar biasa. Beliau memahami apapun jenis mata kuliah yang diberikan. Pemahamannya sangat detail, rinci, dan mendalam, sampai ketika kami masih sibuk mencerna jenis makanan apakah itu, Pak Rezza sanggup menjelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti bagaimana cara memasak makanan tersebut. Kesukaannya bermusik sebagai gitaris di Leo Kristie community memberikan point kekaguman tersendiri buat kami semua.

Selebihnya adalah Mbak Nia – ibu cantik yang sangat giat belajar juga. Kehadirannya berarti jaminan makan siang kami semua tersedia. Semangat juang nya luar biasa juga.

Deedee – teman yang manis dan pandai memasak. Kesehariannya dia adalah dosen di Institut Perhotelan di Bogor, kesukaan utamanya adalah membuat berbagai ragam kue yang enak dan cantik. Ketertarikannya untuk mengambil study MM patut diacungkan jempol, mempelajari sesuatu yang benar-benar baru bukan merupakan hal yang mudah buat semua orang.

Juga Kiki – Suci – Putri – dan beberapa teman lainnya yang menyemarakkan suasana belajar di S2 ini.

Usia yang beragam dengan rentang nya yang cukup jauh 22 tahun sampai dengan 50 tahun (ps. Aku ada di ranking 10 besar ... oh no .. i’m that old ...) sangat menyemarakkan suasana belajar kami.

Rasanya tak akan sanggup menghadapi hari-hari selama 18 bulan di tempat ini tanpa teman-teman seperti mereka. Sangat percaya ... sekalipun bersekolah lagi merupakan keputusan besar yang luar biasa .... komitmen untuk menjalani nya merupakan tantangan yang hanya dapat dijawab oleh diri pribadi ...... selebihnya adalah berdoa .... sampai Tuhan menyediakan teman-teman seperjuangan yang saling mendukung dan membantu .... semuanya adalah anugerah 

Terima Kasih buat teman-teman baru untuk perjalanan selama hampir 4 Triwulan ini ..... terima kasih untuk rencana yang selalu baik yang sudah digariskan buat aku oleh Dia.



Tulisan ini dibuat untuk mengenang kembali kegilaan akhir Triwulan Dua yang lalu – April 2
008

2 komentar:

Unknown mengatakan...

Mbak Olla....Yuhuuuu...

Ternyata blogger juga ya...
What shud i say ya? Mbak Olla lupa entry-in mbak olla sendiri sebagai tim Banana yang paling yahud dan menjadi idola semua. Kalo kata temen2 kampus...enak kalo sekelompok sama mbak olla, semua tugas beliau yang ngerjain. Ibu ini luar biasa sekali....aku seringkali cemburu buta sama beliau. having a great family (anaknya lucu2 banget, veda&ravind), a great career (pejabat di indosat gitu lho), a great body (mm...gak kayak ibu2 beranak 2 lho), dan beliau ini satu diantara 2 cewek pintar di kampus (yang satu lagi namanya olive, tapi sayang olive agak kurang rajin ya..). which means, mbak olla jadi satu2nya yang pintar dan rajin. tetep semangat mbak olla....don't throw me away as your friend ya...

Unknown mengatakan...

Mbak Olla....Yuhuuuu...

Ternyata blogger juga ya...
What shud i say ya? Mbak Olla lupa entry-in mbak olla sendiri sebagai tim Banana yang paling yahud dan menjadi idola semua. Kalo kata temen2 kampus...enak kalo sekelompok sama mbak olla, semua tugas beliau yang ngerjain. Ibu ini luar biasa sekali....aku seringkali cemburu buta sama beliau. having a great family (anaknya lucu2 banget, veda&ravind), a great career (pejabat di indosat gitu lho), a great body (mm...gak kayak ibu2 beranak 2 lho), dan beliau ini satu diantara 2 cewek pintar di kampus (yang satu lagi namanya olive, tapi sayang olive agak kurang rajin ya..). which means, mbak olla jadi satu2nya yang pintar dan rajin. tetep semangat mbak olla....don't throw me away as your friend ya...