Senin, 29 September 2008

Belum Sempat Ditulis ; versi Jakarta – Istanbul – Rome

Judul Blog malam ini adalah “Belum Sempat Ditulis” … cerita khusus tentang perjalanan “panjang” mulai dari Turkey ke Roma … sampai dengan jadi backpacker keliling Europe dengan my hunny bunny pada April 2008 yang lalu.
Setelah perjalanan ke Amerika yang menyenangkan (dilanjutkan ke Bangkok), maka selanjutnya adalah janji-janji surge untuk para Dealer berwisata ke Turkey dan Roma (dilanjutkan lagi sebagian ke China setelahnya) … hmmm selama masih dapat dinikmati … mari dinikmati.


JAKARTA … TURKEY menuju ROME

Rasanya setiap perjalanan “tugas kantor” menuju berbagai tempat dengan Group Dealer selalu diwarnai berbagai “ketegangan dan sport jantung”walaupun pada akhirnya selalu baik (thank You Lord). Ketegangan dimulai seperti biasa dari jumlah peserta yang terus berubah (sampai pada akhirnya berhenti di 130 an orang), Visa Italy yang ternyata susah nya yaaaa ampuuun …., penolakan atas sejumlah peserta untuk memasuki wilayah Schengen (sehingga perlu di create perjalanan tersendiri pada detik terakhir ke Capadocia), bolak balik pengurusan dokumen yang tidak jelas nasibnya (sebentar perlu surat keterangan kantor, sebentar perlu nilai nominal tabungan jumlah tertentu, sebentar perlu traveller’s check), creating run down acara (dengan lokasi dinner yang tidak kunjung confirmed), kecerewetan para peserta (dengan rencananya sendiri-sendiri), pembagian flight sampai dipisah 3 karena tidak cukup tempat (Lufthansa, Emirates, dan KLM) sampai pada akhirnya ….. berangkat juga !!!

Catatan di KLM

Berhubung tempat yang terbatas, maka aku dan beberapa teman “terdampar” di flight KLM yang sangat cihuy rasanya. 20 Jam perjalanan Jakarta melewati Malaysia dan langsung menuju Amsterdam kemudian dilanjutkan ke Istanbul benar-benar membuat pinggang dan badan pegal dan mati gaya. Jarak kaki yang terbatas dan tempat duduk yang tidak terlalu nyaman sangat berpengaruh pada respon fisik.
Makanan yang rasanya “tidak karuan” …. Semua diwarnai dengan cream yoghurt dan roti membuat perut terasa “penuh”. Pengalaman paling tak terlupakan adalah dibangunkan dari tidur lelap (yang akhirnya bisa dirasakan) pada jam 4 pagi untuk ditawarkan “wanna have ice cream or hot noodle?” … OMG ….
Catatan di Istanbul – Turkey
Istanbul Turkey adalah sebuah kota yang unik. Pada dasarnya Negara Turkey ini memang sangat unik. Sebuah Negara di perbatasan benua Asia dan Eropa yang memiliki penduduk dengan kulit sangat Eropa dan kebudayaan dan kesopanan yang sangat Asia Tengah. Istanbul sendiri merupakan kota yang terletak di perbatasan benua Asia dan Eropa … ketika kita berlayar di Selat Bosphorus dengan kapal wisata kecil maka di sebelah kiri adalah kota lama Benua Eropa sementara di sebelah kanan adalah kota baru Benua Asia.
Hal yang juga menarik adalah kota ini (Negara ini) memiliki beribu-ribu mesjid dengan kubahnya yang unik. Perjalanan wisata di Istanbul banyak diwarnai dengan mengunjungi berbagai Mesjid yang Megah (dan must be seen as part of 100 places must be visit before u die). Yang pasti Blue Mosque dan Hagia Sophia merupakan tempat menarik yang perlu di datangi. Mengunjungi tempat-tempat ini sarat dengan cerita dan bukti kesejarahan Dinasti Ottoman dan kejayaannya di masa lampau (waah … gak mungkin diceritain di sini deh satu persatu … secara kapasitas memory terbatas). Beberapa lokasi pada jaman dahulu kala merupakan “bekas Gereja” yang berubah fungsi menjasi “Mesjid” dan akhirnya diperuntukkan sebagai Museum. Sehingga pemandangan unik antara gambar Bunda Maria yang besar dan megah ditemani dengan tulisan arab “Allah” yang saling berdampingan ….. well … jika bukti sejarah menunjukkan bahwa manusia pada masa nya pernah mengabaikan berbagai “perbedaan” yang ada, seharusnya hal itu masih tetap bisa dilakukan saat ini …….. L terutama di Negara ini.

Catatan di Grand Bazaar

Catatan unik lainnya adalah … Berbelanja di Grand Bazaar. Tempat berbelanja tradisional dengan 4000 toko di dalamnya. Waaah …. Buat orang seperti aku, menempel pada Sari, Mbak Rika, dan lain-lain adalah cara paling aman (mengingat penyakit disorientasi yang parah). Belanja dan berburu barang pernik unik menjadi kegiatan paling dinanti … tawar menawar dengan teganya menjadi hal yang menantang. Yang pasti sejumlah kaos, pashmina, dan berbagai souvenir etnik tradisional Turkey cukup membuat travelling bag yang ada penuh (… gawat nih) padahal batas maksimal baggage diberlakukan ketat sekali di KLM.

Catatan … mengikuti TURKISH BATH

Salah satu “pengalaman” must try yang diajukan adalah mengikuti “Turkish Bath” … mandi a la Turkey. Well …. Ehm … paling tidak aktivitas ini sudah pernah diikuti dan cukup 1 kali seumur hidup. Tempatnya cukup tradisional. Terletak di tengah keramaian pasar di lokasi Grand Bazaar. Pria dan Wanita berbeda ruangan. Memasuki ruangan yang “pengap” karena uap air panas mensyaratkan setiap orang tidak memakai benang selembar pun (oh no …), yang pasti peserta dari Indo seperti kami .. salah tingkah … para “Ibu-Ibu” yang bertugas memandikan kami bertubuh besar dan “bergelambir” di sana sini. Mereka hanya memakai penutup bagian bawah. Peserta lainnya seluruhnya berjalan ke sana kemari tanpa benang selembar pun dan tanpa rasa malu. Kami semua harus merebahkan diri di atas marmer batu yang besar dan panas dan memenuhi ruangan dengan sejumlah wanita tidak tertutup selembar benang pun lainnya - gunanya agar badan berkeringat karena uap air. Setelah siap, seluruh tubuh di gosok dengan sabun yang wangi dan waslap berpermukaan kasar di bagian depan dan belakang tubuh kita. Service para “Ibu Bergelambir” itu jauh dari “kehalusan a la Spa Sari Ayu”, mereka cenderung “galak, ingin cepat, dan agak kasar”. Badan kami digosok seperti menggosok lantai (he .. he.. ). Ritual diakhiri dengan pembasuhan seluruh sabun yang berada di tubuh dengan air dingin. Sudah. Selesai. Pengalaman yang super mengejutkan …. He he he ….









Catatan lainnya

Dinner yang diadakan di Pinggir Selat Bosphorus sangat berkesan. Makanan Turkey yang disajikan “sangat unik dan sulit ditelan” (he .. he .. jadi catatan nih, bawa rombongan Indonesia memang sangat payah …. Umumnya tidak punya “ketertarikan” dan “apresiasi” untuk mencoba tradisi dan rasa / masakan Negara lain …. Yang dicari kalau perlu melulu rendang dan nasi padang … susah sekali …). Rata-rata masakan Turkey manis dan lengket serta bergula-gula. Dagingnya pun berlapis bumbu yang agak aneh rasanya tapi menurutku cukup asik. Tidak semua berprinsip di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung …………..
Kami semua berkostum 1001 malam. Pertunjukan yang ditampilkan pun khas Turkey dengan BELLY DANCER yang sangat seksi (tubuhnya besar tapi langsing dengan perut yang berlemak, sepertinya lemak sangat berguna untuk memberikan efek getaran pada pinggul dan pinggangnya yang digoyang dengan music yang eksotis). Tarian yang sangat baik lainnya adalah WHIRLING DANCING .. sebuah tarian kaum sufi dengan 3 penari pria yang bergaun putih dan berputar-putar tiada henti. Dalam tarian itu roh mereka tidak ada di antara kami, focus mereka adalah ke alam lain .. Surga .. itu yang menyebabkan mereka tidak pusing, mual atau terjatuh. Kami yang menontonnya harus mematuhi aturan tidak boleh memotret, tidak boleh minum alcohol, dan tidak boleh bertepuk tangan. Jika 3 hal itu dilakukan, maka konsentrasi mereka akan buyar.
All about Turkey sangat menyenangkan … thank God acara berjalan lancar … sekalipun beberapa friksi tidak penting tetap terjadi juga antara berbagai orang berbeda kepentingan. Well … kepala orang berbeda-beda sih, ada yang dalam situasi seperti ini mau menunjukkan “kekuasaannya” secara salah, ada juga yang tidak malu menunjukkan “kenorakannya” secara nyata (misalnya … minta para Belly Dancer berpakaian tidak seksi … oh no … gimana caranya tarian perut tidak menampilkan perut yaaaa …..), atau kurang menjunjung langit dimana bumi dipijak dengan tidak bersedia membawa kopernya sendiri menuju kendaraan (karena mengharapkan adanya porter di Europe … siapa yang mau dibayar jadi porter di Europe? Tidak ada … )

Lets roll to ROME ….

Perjalanan Istanbul Rome dilakukan dengan pesawat “semi local” Alitalia dan Turkish. Penerbangan Internasional namun dengan kelas yang lebih sederhana.
Hotel di ROME sangat mewah. Exedra Boscollo Hotel. Hotel yang sangat klasik dengan kamar-kamar yang “wah”.
Perjalanan singkat di Rome dilakukan dengan mengunjungi lagi “Must be seen places” seperti menuju ke Negara Mandiri Vatican – mengunjungi Saint Peter Basilica. Sebuah Negara yang besarnya hanya seluas Gereja tersebut. Kemegahan dan keindahan di dalam nya tidak bisa diceritakan dengan kata-kata. All was so beautiful.
Hal lain adalah mengunjungi Colloseum Roma. Tempat para gladiator bertempur pada masa ratusan tahun yang lalu dan kemudian SHOPPING for sure. Italia Roma merupakan Negara yang tercatat sebagai pusat mode dengan berbagai Branded Stuffs yang ditawarkan dengan harga yang sangat “menarik” (bukan murahh looh …), Castell Romano merupakan pusat shopping dengan Factory Outlet Price dan Vio Condotti merupakan tempat shopping dengan Branded Price. Yang pasti tidak terlupakan adalah foto .. foto .. foto .. foto di manapun.
All over perjalanan di Rome Italy ini juga sangat menyenangkan … cukup sukses … everybody was Heppi … Thanks again to the dear Lord yang mau mendengarkan segala “keluh kesahku” soal ribetnya arrangement perjalanan kali ini …. Thanks to buat “Teman-teman Geng Panitia .. yang 1 paket menempel dan selalu berangkat bersama … olla-sari-eric-mbak rika” … thanks terutama untuk Group Vaya Tour yang super excellent dalam arrangementnya ……





Cerita April yang ditulis September 2008

Tidak ada komentar: