Selasa, 23 Maret 2010

INGIN RASANYA HIDUP JAUH DARIMU


Kisah 19 Maret 2010, ditulis dalam session 1 WRITER SCHOOLEN - (menulis dengan metode mengeluarkan ide tulisan sebanyak-banyak nya dengan menetik selama 20 menit tanpa henti) – sebuah sekolah pembelajaran untuk menjadi penulis yang baik dan benar :)
Anda tahu kotak canggih yang bernama Blackberry? Kotak ini tidak berbentuk buah-buahan dari rumpun Strawberry, Blueberry dan teman-temannya. dalam Kotak ini merupakan alat komunikasi abad ini (karena sangat fenomenal) yang membawa bisnis telekomunikasi kepada trend kekinian yang tidak pernah diduga dan diramalkan sebelumnya.
Kotak ini diciptakan dengan sejuta fungsi, bisa dipakai untuk saling menyapa menggunakan suara dan juga gambar, bisa dipakai untuk mengirimkan pesan yang singkat dan bahkan yang tidak terbatas karakternya, bisa dipakai untuk menerima dan mengirimkan surat elektronik yang disebut email dari berbagai akun elektronik yang dipunyai, dan ajaibnya bahkan kotak ini mampu menghubungkan jutaan manusia dalam jejaring social yang telah menjadi demam akut di setiap kalangan saat ini – FACEBOOK dan TWITTER nama populernya. Coba sebutkan … aktivitas apakah yang tidak dapat dilakukan oleh kotak canggih bernama Blackberry ini?
Harga kotak canggih ini cukup mahal (pada awalnya sasaran pasar produk ini adalah kelas menengah ke atas). Untuk memilikinya dibutuhkan minimal 3 juta rupiah dari yang paling sederhana sampai dengan 8 juta rupiah untuk yang paling mahal. Berapa besar jumlah penggunanya? Tak dinyana jumlahnya telah mencapai ratusan ribu orang! Diimpikan manusia dari usia belasan tahun, remaja, dewasa sampai dengan usia sangat mapan. Ketika memilikinya, biasanya bajunya diganti beraneka warna dan dibawa di dalam genggaman tangan di luar tas jinjingan. Rasa bangganya berlipat-lipat ketika mata orang memandang barang ini dengan rasa ingin memilikinya juga. Wabah demam Blackberry terus menjalar ke seluruh negeri. Mungkin jika ditelaah, jumlah penderita Demam Berdarah pun belum dapat menyaingi jumlahnya.
Bagaimana dengan hidupku? Bagiku, alat canggih dengan nama serupa buah ini tidak lagi merupakan “mimpi” yang tidak teraih. Alat canggih ini sudah menjadi bagian dari hidupku, melekat erat ikut menghitung detak jantungku, dan rasanya baru akan mati ketika napasku telah berhenti juga. Kalau manusia bisa memiliki lebih dari seorang soulmate di dalam hidupnya (selain seorang suami yang sungguh-sungguh hidup secara nyata dan dapat memeluk kita), maka BlackBerry ini merupakan soulmate kedua yang bahkan berada dalam setiap tarikan napas ku, dia bahkan melekat di genggaman tanganku. Kehadirannya tanpa disadari jauh lebih melekat dan menempel dibandingkan dengan hubungan komunikasiku dengan sang soulmate yang sesungguhnya (juga dengan anak-anakku).
Di dalam satu hari, melalui kepintarannyai, kotak canggih ini harus menerima ratusan email dan beberapa pesan berkelompok yang menuntut jawaban instant … segera selama napasmu ada dan segera selama bateremu masih menyala. Jika si Blackberry ditinggalkan sebentar saja ke tempat pembuangan hajat dan tempat memperbaiki riasan muka, maka tinggal dinantikan hadirnya minimal sepuluh surat elektronik baru yang masuk dan seolah berteriak minta diresponi segera. Tak ada ruang terpisah dari Blackberry untuk memperoleh privasi.
Ketika sang Blackberry dibawa ke ruang meeting, maka tantangan memanfaatkan fungsi setiap indra dimulai. Harus ada aktivitas antara menggerakkan jari, mengetikkan pesan dengan memandang si pemimpin meeting secara sinergis sambil menegakkan kuping agar topic pembahasan dapat terekam sempurna di jejaring otak sambil dipikirkan solusinya. Semua harus dijawab, semua harus terus dilayani bersamaan.
Ketika sang Blackberry dibawa makan siang, maka seringkali suapan nasi disertai potongan ikan road dan sayur bunga papaya khas menado kegemaran harus rela menanti karena masuknya surat elektronik yang harus diresponi pada jam dimana orang seharusnya mengisi perutnya itu (semua disampaikan atas nama urgent) Ketika sang Blackberry sesekali terdampar dan seolah terlupa di dalam tas jinjing dan keburu meninggalkan beberapa puluh surat elektronik baru yang tidak kunjung terjawab, maka berikutnya sang Backbeery akan bergetar dan berbunyi nyaring sambil bertanya “kok email di BB nya gak dijawab??”
Coba ingat-ingat kapankah Liburan Keluarga berlangsung nyaman tanpa diwarnai oleh email-email asyiknya Blackberry?? Sabtu, Minggu, Pagi hari, Sore Hari, Malam Hari dan bahkan hingga pukul 23 tengah malam pun Sang Blackberry masih terus menuntut perhatian. Oh My God …. Hanya dalam hitungan sesaat saja Kotak Canggi Impian ini berubah menjadi pengganggu nomor satu di dalam hidup :)
Jika saja masih boleh melangkah kembali ke masa silam, nampaknya hidup di jaman dahulu kala ketika alat komunikasi hanya berupa telepon putar berwarna kulit telor asin (seperti di rumah Nenek dan Kakekku) bisa jadi pilihan baik. Kontak dilakukan ketika memang benar-benar diperlukan saja. Surat ditulis dengan sentuhan pribadi melalui tarikan pena dan pengiriman dilakukan dengan sepenuh hati melalui kepakannya burung merpati. Nampaknya saat itu kebutuhan beristirahat dengan tenang tanpa gangguan seperti yang seharusnya masih dapat dinikmati …..
Well … ternyata manusia harus mampu memilih (dalam hidup memang selalu harus memilih kan?). Hari ini, ketika hidup didominasi kecanggihan teknologi, ketika hubungan antar manusia tidak berjarak, ketika teman di ujung dunia hanya dibatasi oleh layar kecil dengan kotak kacanya, dan ketika pujian, complain dan sanjungan bisa dengan begitu mudah dikirimkan sekehendak hati dari berbagai titik di seluruh penjuru dunia hanya dalam hitungan detik, ternyata …. Ada harga yang harus dibayar begitu mahalnya L … kenyamanan hidup, ketenangan hidup, keinginan untuk menikmati waktu dengan keluarga, keinginan untuk menikmati liburan, bahkan keinginan sederhana seperti mau pergi ke kamar kecil pun menjadii sangat terganggu.
(by the way … aku memang berada dalam kondisi tidak bisa memilih terlalu banyak, si Blackberry ni merupakan produk andalan perusahaanku yang memang mewajibkan setiap karyawannya untuk mempergunakannya atas nama kelancaran koordinasi dan kerja) So .. do I really have an opportunity to choose what I want? :)

Ingin rasanya hidup sejauh-jauhnya dari dirimu Blackberry ku. Sekalipun aku menyadari pasti akan hilangnya beragam kemudahan dari hidup hari ini. Rasanya sih obatnya sederhana saja …. Belajar buat berserah dan bersyukur saja menghadapi kewajiban “memaksimalkan” penggunaan si Kotak Canggih ini, menjawab setiap email dengan riang gembira (sekalipun sebetulnya sedang training menulis seperti sekarang ini), mengikuti saja setiap petunjuk yang diberikan melalui pesan di email, menyapa balik setiap teman yang menyapa lewat BBM (yang menjadi complain beratku sebenarnya BBM ini kok seringkali dipakai untuk menyelesaikan pekerjaan dan complain juga?? Bukankah ini alat bergossip dan pertemanan? Untuk ngobrol dan chatting sesuka2xnya …. Seringkali manfaatnya menjadi ganda … dipakai untuk menyelesaikan complain dan beragam masalah secara real time …..:( ).
Hmmmm … menghela napas panjang dan menerima kewajiban menikmati hidup dengan Blackberry se rela-rela nya (ujarku menguatkan hati) sampai dengan hadirnya alat telekomunikasi yang lebih canggih lainnya? (oh no ... )




Tidak ada komentar: