Selasa, 23 Maret 2010

MEJA TERPENTING DI BELAKANG RUANGAN

Kisah 20 Maret 2010, ditulis dalam session 5 WRITER SCHOOLEN - (menulis dengan metode DESKRIPTIF) – sebuah sekolah pembelajaran untuk menjadi penulis yang baik dan benar :)


Di sisi tembok belakang ruangan, terdapat meja panjang yang membentang dan terlihat sangat acak-acakan. Saya menyebutnya Meja terpenting di ruangan ini. Mengapa?


Meja ini menampung begitu banyaknya barang. Taplaknya berupa beludru hijau yang berbaret-baret putih dan kadang coklat. Pembungkus dan penutup meja ini adalah kain yang berwarna putih kusam dan tidak terlihat terlalu indah karena beberapa paku pengaitnya terlepas. Meja “terpenting” ini menampung 2 laptop di atasnya. Satu laptop terbuka dan tampak menyala dengan tidak jelas menampilkan apa, laptop yang lainnya tertutup, nampaknya kedua laptop ini bergantian beristirahat setelah lelah bertugas sepanjang setengah hari ini.


Terdapat dua gelas bening berisi air yang nampak sejuk dan dingin, hal ini nyata dari permukaan gelas yang berembun, nampaknya belum diminum sama sekali. Berbeda dengan gelas lainnya dengan bentuk yang sama dan terlihat tanpa setetespun air karena telah dihabiskan isinya oleh sang peminumnya yang kehausan.


Teronggok pula 3 buah handphone tidak beraturan. Dua buah Handphone berdekatan dan satu buah terletak agak jauh dari keduanya. Tidak diketahui siapa pemiliknya. Jika handphone itu tiga-tiganya berbunyi, mungkin baru pemiliknya akan datang tergesa. Sebenarnya cukup berbahaya menempatkan HP tak terjaga seperti itu, kalau hilang? Maka akan heboh lah setiap orang di ruangan itu membantu mencarinya.


Terdapat mangkok putih kecil yang diisi oleh permen penyejuk leher. Tampaknya permen tersebut cukup enak karena jumlahnya tinggal sangat sedikit, atau malah karena memang tidak ada pilihan lain maka orang mengambil permen tersebut terus menerus dan sudah dapat dipastikan sebentar lagi akan habis.


Meja ini aku sebut sebagai meja paling penting di ruangan ini, karena biasanya yang duduk di sana hanya orang-orang paling penting yang berperan besar di dalam ruangan ini. Mereka adalah para Maha Guru Penulis dan para bidadari penyelenggara acara. Waktu mereka habiskan di sana untuk saling menunggu Maha Guru yang bergantian menyampaikan ilmunya di depan sana. Para bidadari pun bergantian untuk mempersiapkan berbagai hal yang dibutuhkan di meja itu. Mungkin kalau meja itu ditambah panjangnya, penampakan acak-acakannya akan tetap sama, karena yang dipersiapkannya tetap penting dan tetap banyak juga.

Tidak ada komentar: