Sabtu, 01 November 2008

WHO WE ARE TO JUDGE



Mencoba merenung tentang berbagai kontroversi berita soal rencana ekskusi kematian Mr. Amrozi, Mr. Imam Samudra dan teman-teman nya berdasarkan hukum Indonesia (di berbagai media cetak dan elektronik) ….

Membaca juga berbagai kutipan berita yang memuat seputaran keputusan pemerintah Indonesia atas hukuman yang paling pantas buat mereka …

Membaca juga bagaimana mereka bereaksi terhadap kematian nya yang sudah di ujung mata ……

Membaca juga berbagai reaksi orang terhadap apa yang mereka telah perbuat, terhadap hukuman yang harus mereka terima …

Mengenang 4 tahun yang lalu Bom Kuningan di lokasi kantor Isat di Plaza Kuningan …..

(mengutip salah satu artikel tersebut di bawah …. )

Di saat-saat penantian kematian dirinya pun mereka masih begitu bersemangat melontarkan berbagai kalimat-kalimat “pengutukan”, hasutan, dan ancaman seperti .. akan adanya balas dendam (smack down), akan dikirimkannya kita semua ke neraka dan berbagai lontaran kalimat lainnya (yang menurut ku reaksi mereka berisi “kalimat kepanikan” karena akhirnya menyadari mereka berada di ujung ketidakberdayaan).



Media Australia Beritakan Ancaman Amrozi CsJakarta (ANTARA News) - Media massa Australia memberitakan ancaman Amrozi, Ali Gufron dan Imam Samudera mengenai serangan balas dendam pendukungnya menyusul eksekusi mereka yang menurut Kejaksaan RI dilaksanakan awal November ini.Media massa Australia mengutip surat elektronik tertanggal 22 Okotber 2008 berisi ancaman Amrozi cs dalam satu laman yang tak disebutkan untuk mencegah publik mengaksesnya.Sumber lain yang mereka gunakan adalah wawancara eksklusif koresponden CNN Dan Rivers dengan ketiga pelaku Bom Bali yang akan ditayangkan setelah Amrozi cs dieksekusi.Dalam surat elektronik bercampur Bahasa Inggris, Imam Samudra menyatakan Barat dan para penghukum mereka tak akan mendapat apa-apa dari tindakannya mengeksekusi mereka.Sebaliknya, mereka akan mendapat "Smack Down" (satu tayangan populer televisi) dari para mujahid, demikian ABC (31/1)."Hey kalian, anak kecil, akan sangat mudah di-'Smack Down' (dibanting) oleh mujahidin. Kalian akan dikalahkan di dunia ini dan dikirim ke neraka," tulis Sidney Morning Herald mengutip pernyataan Imam Samudera.Bukan hanya Amerika Serikat, Australia dan dunia Barat yang diancamnya, ketiga terpidana mati ini juga mengancam pejabat pemerintah Indonesia yaitu Menteri Hukum dan HAM Andi Matalatta dan para hakim yang mengadilinya."Bagaimana bisa Andi Matalatta dan semua hakim Bali itu tidak paham soal ini (Amerika dikalahkan mujahidin)? Apakah mereka tidak tahu Amerika sedang 'klepek-klepek'?" kata Imam Samudera."Kalian kira dengan mengeksekusi kami bertiga, kalian bisa bebas berkeliaran? Jangan harap."Media massa Australia juga mengutipkan hasil wawancara CNN dengan Amrozi cs di mana di situ mereka mengingatkan warga Australia untuk jangan lagi mengunjungi Bali karena para pendukungnya tidak segan untuk mengulangi aksi mereka pada 2002.Ketika Dan Rivers dari CNN mengonfirmasikan bahwa Alquran melarang membunuh orang tidak berdosa, Imam Samudera menjawab sarkastis, "Saya lebih memahami (Alquran) ketimbang anda karena saya muslim, anda kafir."Dikritik Ekspos media massa terhadap Amrozi cs, apalagi dengan menayangkan dan mengutipkan pernyataan mereka, dikritik banyak kalangan di Australia.Sidney Jones dari International Crisis Group, menyatakan heran begitu mudahnya media massa memperoleh akses ke ketiga teroris itu sehingga mereka bisa menyampaikan hasutan dan ancaman ke tengah publik."Rasanya sulit dipercaya kejadian semacam ini bisa berlaku jika ada upaya untuk mencegahnya," kata Sidney seperti dikutip the Herald.Sementara itu, pakar terorisme International Centre for Political Violence and Terrorism Research, Singapura, Rohan Gunaratna mendesak para pemimpin politik dan agama Indonesia untuk mengeluarkan pernyataan bahwa aksi terorisme Amrozi cs itu salah."Penting bagi pemerintah Indonesia untuk mengumumkan bahwa apa yang dilakukan para pelaku Bom Bali itu tidak mewakili Islam," kata Gunaratna kepada kantor berita Australia, AAP.


Hanya bisa terpekur dan merenung …. Who we are (human) to judge (other human) ?



Kalau saja setiap orang mau menyadari bahwa ada suatu kekuasaan yang Maha Cipta menciptakan manusia hadir dan terbentuk di dunia dengan sangat sempurna ( baru saja selesai general check up tahunan dan selalu amaze dengan betapa kompleks nya struktur tubuh manusia) , Dia, sang arsitektur kehidupan, merancang struktur dan fungsi tubuh begitu kompleks tapi menciptakannya dengan begitu mudah setiap detail nya. Setiap organ pasti ditujukan untuk sesuatu yang baik. Dan semua kemudian bermuara di sumber segala tindakan dan pikiran yaitu di otak. Maka kembali otak manusia seharusnya mem-formulasikan dan mempertanyakan ……..


Mengapa kita hidup dan diciptakan Tuhan untuk ada di dunia? Kalau Tuhan berkenan, Dia bisa begitu saja memusnahkan, menghilangkan, dan kemudian menciptakan kembali sebuah dunia yang isinya orang “baik-baik” semua dan “enak-enak” semua – seperti ketika jaman Sodom & Gomora diluluhlantakkan dulu. (dunia yang benar-benar baru .. tidak akan ada perang, tidak akan ada kelaparan, tidak akan ada kejahatan, tidak akan ada penyakit, tidak akan ada kelelahan untuk bekerja, tidak akan ada kemacetan, tidak akan ada persaingan berbagai merk … semuanya baik namun tidak ada tantangan lagi dalam memaknai hidup … ).


Buat aku pribadi .. pesan yang paling nyata tersirat adalah Tuhan ingin dalam segala hal manusia kembali berserah kepada diriNya. Supaya pekerjaan Nya bisa dilakukan di dunia dengan baik. Supaya hidup yang kita jalani semata-mata untuk memuliakan diriNya.


Bisa bangun pagi dalam keadaan baik dan masih bernapas semuanya adalah Anugerah. Ketika kemudian berbagai hal yang baik dan buruk terjadi pada hari itu, Semua terjadi karena izin Nya. Dia ingin kita mengembalikan seluruh hidup kita, rencana kita, dan keinginan kita dan bersandar penuh pada kekuasaanNya. Maka nya sangat mungkin hal yang buruk sekalipun terjadi … karena dalam keadaan yang terburuk, di situlah Mujizat Nya akan lebih bisa disadari oleh manusia.


Kalau setiap manusia menyadari bahwa kekuasaan terbesar ada pada Tuhan dan bukan pada dirinya (manusia tidak berbentuk noktah sekalipun di jagat raya ini), maka atas dasar apa manusia bisa menjadi hakim atas manusia lainnya? Kan semua ada pada kedudukan yang sama ….
Sayangnya Amrozi dkk mungkin tidak terlalu menyadari akan hal ini. Keinginannya untuk menjadi “hakim” atas manusia lain yang berbeda (berbeda cara pandang, berbeda keyakinan, berbeda tujuan) menyebabkan terjadi nya berbagai hal buruk dalam bentuk bom yang memusnahkan ratusan umat manusia di Indonesia (dan bahkan di dunia). Di saat-saat terakhir hidupnya saat ini pun mereka masih terus melontarkan “kepahitan” yang sangat pahit pada lingkungan sekitarnya.


Jika saja setiap manusia menyadari bahwa hakim yang berhak menentukan kebenaran dan ketidakbenaran adalah Tuhan, maka (rasanya) dunia ini akan lebih baik daripada saat ini. Manusia tidak perlu memperdebatkan “perbedaan” yang ada (agama, status social, gender, pekerjaan, hobby, kesenangan, usia, dlsb) yang semuanya seringkali jadi akar dari pertentangan dan pertikaian. Jalanilah apa yang kamu yakini dengan baik dan benar. Tapi terimalah dan hormatilah perbedaan yang ada . Suatu saat nanti … hanya Hakim yang Agung saja yang dapat menentukan benar tidak nya setiap hal yang dijalankan manusia di dunia ini.



Namun … hal yang paling sulit diterima banyak manusia adalah kesadaran kalau Tuhan juga yang menciptakan Amrozi dkk teroris lainnya di dunia ini dan punya rencana yang sebetulnya baik atas hidup mereka (entah apa). Yang jelas juga, Tuhan pasti sangat mengasihi mereka sama seperti Dia mengasihi kita. Namun pilihan untuk menjalani kehidupan ada pada setiap pribadi manusia.



Jadi ….. kita semua pun sebenarnya tidak berhak menjadi hakim atas diri saudara-saudara kita yang kebetulan teroris ini. Ikut mengutuki mereka .. ikut menyalahkan mereka habis-habisan … dan berharap mereka mati dengan cara paling menyakitkan (?) …. Apapun itu, karena semuanya menjadi bagian dari keputusan hukum dan pemerintah untuk ditegakkan (Pemerintah dan Hukum adalah “perwakilan Tuhan” di dunia ini ) …. kita hanya bisa turut menghormati keputusan hukum (jangan turut mengotori diri kita dengan “kepahitan” di hati dan di mulut sama seperti yang mereka lakukan .... tidak ada keuntungan sedikitpun untuk kita .... ).






BOM KEDUBES AUSTRALIA ... 4 tahun tidak terasa sudah berlalu ....


Berbicara soal kejadian BOM. Honestly …. memang “sangat mengerikan”. Kantorku (Indosat) 4 tahun yang lalu terletak persis di samping Kedutaan Besar Australia – Gd. Plaza Kuningan terletak tepat di kanan kedutaan yang sejak jauh hari sebelum kejadian sudah sangat paranoid itu.



Hari itu 9 September 2004 sejak pagi hari ruangan kami disibukkan dengan berbagai “keriaan” … ada syukuran kenaikan pangkat, ada syukuran 2 hari ulang tahun …. Sejak pagi hari suasana kantor diwarnai dengan makan pagi bersama yang tidak habis-habisnya karena menu yang beragam …. (Lontong Opor Ayam session 1 – Somay dan teman-teman session 2 – Tiramisu cake session 3) waaah …. Sangat mengenyangkan …. Semua aktivitas pagi itu puji Tuhan menjadi “terhambat” karena setiap orang menyempatkan diri untuk berpesta sebelum mulai bekerja (berangkat meeting dll) - bayangkan jika aktivitas meninggalkan kantor dilakukan tepat pada saat bom meledak.



Tepat pk. 10 an, teman-teman baru selesai meninggalkan mejaku (setelah makan dan rumpi di pagi hari) ketika tiba-tiba terdengar suara yang sangat keras dan me “meka” kan telinga. Seperti bunyi barang yang besar jatuh berdebum dengan luar biasa kerasnya (awal nya aku pikir itu bunyi lift yang jatuh) dan kaca-kaca pecah berhamburan ke meja kerjaku. Plafond atas semua berjatuhan dan kepanikan mulai melanda ruangan. Yang ada di pikiran setiap orang adalah berlari keluar meninggalkan tempat.



Pemandangan di luar selanjutnya memang sangat mengerikan …. Seluruh kaca gedung di seputaran Rasuna Said hancur berantakan. Orang berlarian panic ke sana kemari …. Beberapa orang tampak berdarah-darah karena terkena pecahan kaca yang membuat luka. Teman-teman yang hamil besar kepayahan menuruni tangga (karena tidak boleh lewat lift) dan bayi dalam kandungan mereka berputar posisi semua … setiap orang tiba-tiba menyadari dirinya tidak dalam kondisi siap … tidak bersandal (padahal di luar panas terik dan penuh pecahan kaca) … tidak membawa handphone dan dompet (jadi tidak bisa menghubungi siapapun dan sulit pulang) .. larut dalam kepanikan dan juga tangis.



Keadaan di Kedubes Australia lebih mengerikan lagi … area itu langsung diisolir. Korban dan darah tampak berceceran di mana-mana.



Puji Tuhan .. teman-teman Indosat semua dalam keadaan baik. Hanya mujizat yang mengijinkan banyak teman “luput’ dari keadaan yang terburuk. Ketika setiap orang sudah tiba di rumah dan menonton berbagai liputan berita … barulah disadari betapa hebatnya kerusakan yang terjadi dan betapa dekatnya setiap orang dengan sesuatu yang bernama “akhir dari kehidupan” ….. di kepala terus berputar pertanyaan-pertanyaan WHAT IF … (bagaimana jika hal ini terjadi pk 12.00 ketika jam makan siang dan kami semua sedang berjalan melewati kedubes Aussie, bagaimana jika saat itu kami sedang dalam kendaraan untuk berangkat meeting di tempat lain, dan sejuta “bagaimana” lainnya ….) rasanya merinding dan tidak habis-habisnya bersyukur pada Tuhan untuk setiap hal yang boleh terjadi dan perlindungan yang diberikan ……..



Untuk selanjutnya tinggal “pemulihan” dari trauma yang tidak disadari (setiap malam, banyak teman dan aku juga bermimpi aneh-aneh …. Kadang mengerikan,kadang juga mimpi yang kocak, yang pasti bukan mimpi yang biasa dan wajar). Untuk selanjutnya tinggal menyesuaikan diri dari segala “kekagetan” hanya karena bunyi meja kerja tertendang keras, bunyi lift mati yang agak berdebum, dan lain-lain. Untuk selanjutnya … kami mulai bisa tertawa dan saling mentertawakan ….



Tidak dapat membayangkan apa yang harus dihadapi para korban bom Bali, bom Marriot dan bom di berbagai lokasi yang terjadi. Luka bakar yang membuat cacat dan terlebih lagi luka di dalam hati mereka yang entah kapan akan pulih. Kematian yang merenggut dengan begitu saja orang yang begitu dicintai. Kehidupan yang berubah total seolah seperti hanya menekan sebuah tombol, karena kepergian dan kesakitan yang dialami para korban. Pekerjaan yang hilang, kepercayaan diri yang luntur, ketakutan dan trauma yang tertanam sangat dalam ……………………. Memang semuanya sangat menyedihkan ………………….


Semuanya berakar pada Amrozi dkk, "saudara" kita yang kebetulan berprofesi sebagai teroris itu …. Seolah sangat benar rasanya jika mereka seharusnya dipaksa meninggalkan dunia dengan cara paling menyakitkan … supaya mereka semua "disempatkan" merasakan hal yang sama sakitnya ……. Seolah sangat benar jika setiap manusia boleh menghakimi mereka atas perbuatan mereka ……



Namun ... WHO WE ARE TO JUDGE? ..... akan lebih baik jika kita kembalikan semuanya pada Hakim yang paling berhak menentukan benar tidaknya tindakan manusia … supaya kita semua tidak saling mengotori hati dan pikiran dengan saling melontarkan kepahitan (Amrozi dkk terus mengutuki manusia yang tidak sepikiran dengan mereka dan di sisi lain kita semua juga berbalik terus mengutuki mereka … tidak akan ada habisnya sampai kapanpun … tidak juga ada yang akan menang … semuanya loose vs loose …. semua nya kalah melawan “makhluk kepahitan dan makhluk kebencian” ... karena justru yang menjadi pemenang adalah rasa pahit dan rasa benci ........... ).



.... mudah-mudahan Hukum dan Keadilan serta Pemerintahan (yang menjadi "wakil Yang Maha Kuasa" di dunia ini) selalu memiliki hikmat untuk memberikan keputusan yang paling baik dan benar untuk membela rakyatnya ......



Lets create only Peace to one another ................






Sabtu, 18 Oktober 2008

I LOVE TUKUL ARWANA


Dapat tugas Komunikasi Bisnis di Kampus. Mesti mencari “tokoh” terkenal yang menjalankan konsep “Selling Yourself” dengan baik dan benar, atau paling tidak bisa menjadi contoh yang baik sebagai model di dalam perkuliahan.


Setelah berkesempatan baik berjumpa dan mewawancarai Rizal Malarangeng dengan konseo “Selling Yourself” nya yang sangat kuat,terstruktur dan terencana dengan baik, kami kemudian berkesempatan berjumpa dengan Tukul Arwana yang di dalam benak kami sejak awal “terbentuk” penilaian bahwa sepertinya beliau akan “biasa-biasa saja dan sepertinya akan memiliki konsep Selling Yourself yang sederhana”. Hal lain yang sebetulnya membuat semanngat adalah karena 4 Mata merupakan salah satu acara ter-favorite yang mampu menemani malam-malam yang pendek dan melelahkan sepulang kuliah malam jam 10 setiap hari.


Ternyata ……….. salah duga


Seorang Tukul Arwana adalah sosok yang benar “sangat sederhana”. Beliau sangat membumi, sangat menghargai orang lain (siapa pun itu). Dalam perjanjian kami yang dijadwalkan jam 17.00, beliau sudah siap dan menunggu kami di Cofee Bean Trans TV sejak pukul 16.30. TEPAT WAKTU – menjadi salah satu prinsip yang dijalaninya. Hal lain yang mengagumkan adalah PENGALAMAN hidup dan kerja – memampukan beliau untuk menguasai panggung dengan sempurna, memampukan beliau bermain kata-kata dengan lawan bicara nya secara cepat dan cerdas.


Hal lain yang begitu baik adalah konsep MEMBERI yang beliau yakini – setiap pemberian dan bantuan yang diberikan tangan kanan, maka tangan kiri tidak perlu mengetahui, beliau disiplin dalam neyisihkan 2.5% kewajibannya membantu orang lain, tapi tidak ada yang perlu tahu dalam bentuk apa. Selain itu belia juga memegang konsep SIAP MENERIMA BINTANG – sehingga ketika bintang itu benar diterima di tangannya, beliau tidak menjadi orang yang kaget dan lupa pada kea daan awalnya. Dan setelah menjadi bintang pun beliau mampu bersikap sebagai “bintang” yang baik. Bukan bintang yang bersembunyi di keramaian, dan bintang yang merasa privacy nya terusik oleh penggemar. Beliau welcome menerima siapapun dan kapan pun para penggemarnya.
Terkait dengan tugas kuliah, ternyata konsep SELLING YOURSELF beliau sangat sempurna. Jika RM09 memiliki konsep yang kuat, maka Tukul Arwana pun memiliki konsep yang sama kuatnya sekalipun dalam bentuk lain. Konsep TARGETING – POSITIONING – BRANDING dirancangnya dengan sempurna untuk Acara 4 Mata – acara sukses yang menjadi andalannya.


Target yang disasar jelas – secara prinsip berbagai lapisan masyarakat yang akan beliau sesuaikan nantinya “isi dan dialog” lawakannya dengan marketnya tersebut.


Positioning diri yang berusaha dibentuknya juga jelas – beliau berusaha untuk menampilkan sosok dirinya sebagai pelawak professional yang berpengalaman dengan menampilkan “topic” tertentu. Sekalipun demikian, beliau menyadari bahwa kesukaan masyarakat adalah masih pada “mentertawakan keburukan rupa dan kekurangan dirinya”. Maka hal itu tetap beliau jalankan dan tampilkan sekalipun bertahap beliau mencoba mengarahkan kepada rencana ideal nya.


Secara Branding – beliau nerusaha keras menjaga image diri dan acaranya serta terus berinovasi untuk bisa memperoleh bentukan-bentukan baru yang kreatif dan memperkaya acaranya.
Sosok besar seperti TUKUL ARWANA mampu terus menjaga dan mempertahankan sikap dasar dan sikap asalnya … yaitu KESEDERHANAAN ……… karena hanya dengan kesederhanaan dan menyadari penuh siapa dirinya, manusia bisa terus memijakkan kaki nya di bumi dan mengontrol dirinya dengan baik.


Wahhhh …..p ertemuan yang sangat berkesan …………

Sabtu, 11 Oktober 2008

Giving The Best To All Your Beloved Ones ...


Belajar sesuatu yang sangat berharga di Liburan Idul Fitri tahun 2008 ini :


1. Berikan selalu hal yang terbaik bagi setiap orang yang kamu kasihi.

2. Jangan menunda sedikitpun untuk mengungkapkan betapa kamu mengasihi dan mencintai mereka ... suami / istri, anak-anak, orang tua.

3. Hidup bersandar pada Yang Maha Kuasa sepenuhnya ... letakkan semua rencana kehidupan di atas altar Nya, supaya kita menyadari bahwa tidak ada satu pun rencana dalam hidup kita yang bisa terjadi tanpa kehendak Nya.

4. Kembali pada pemahaman mendasar .... hidup adalah anugerah ... sehingga ketika anugerah itu diambil kembali dari kehidupan, kita bisa dengan sepenuhnya sadar kalau itu menjadi hak Yang Maha Kuasa.


Mengapa ? Karena kehidupan tidak pernah bisa direncanakan panjang dan pendeknya .....


Give always the best thing to all u r beloved ones .... as if u gonna loose them as soon as today .......


Pulang ke Bandung untuk berlebaran. Berjumpa dengan Mety dan keluarganya terakhir pada perkawinan Mety di 20 July 2008 yang lalu. Saat itu juga kesempatan berjumpa lagi (setelah sekian lama) dengan Uni Ninda dan keluarganya. Uni Ninda merupakan teman baik Mono di SMA 5. Teman bermain, teman belajar dan Hari Ulang Tahun yang berdekatan pada masa SMA dulu seringkali membuat Mono "menumpang" merayakan ulang tahunnya di rumah Ni Ninda di Cisebe.


Selain itu "takdir" mempertemukan aku dan Mono di titik pertemanan Mono dan Ni Ninda (nyararambung nih jadinya ......) Mono teman baik Ninda, Ninda sepupu Mety, dan Mety teman baikku ....... Mono jadi kenalan dengan aku ....... dan seterusnya.


Di Pesta Pernikahan Mety, Ninda dan keluarga nya (Suami dan kedua anaknya) meminta Mono secara khusus untuk membuatkan foto keluarga mereka ... 1 jepretan dan 2 jepretan .... dengan janji-janji untuk mengirimkan foto itu setelah siap diedit an diolah langsung ke alamat elektronik Ninda atau Mas Kiki.


Pada Lebaran kedua yang lalu (2 Oktober 2008) ... Ninda dan keluarga sempat berjumpa dengan Mety sekeluarga (dalam pertemuan keluarga besar Padang nya) dan menanyakan mengapa "Foto Keluarga" dirinya tidak tampak di Album Pernikahan Mety (saat itu, mengetahui complain Ninda, aku dan Mono hanya tertawa ... karena secara logika, Foto Album Perkawinan Mety tidak mungkin memuat foto Ninda dan keluarga nya kan?). Sore itu Mono berjanji pada Mety akan mengirimkan foto keluarga Ninda melalui email dan memberikan formatnya yang terbaik ....... (sayanganya kamii tidak sempat berjumpa dengan dirinya untuk bersilaturahmi)


Ternyata semuanya terlambat ... pk. 10 malam, Uni Ninda meninggal dunia. Keinginan "sederhana" nya untuk melihat Foto Keluarga dirinya yang terakhir ... tidak pernah terpenuhi (sejujurnya kami sangat menyesal "mentertawakan" keinginannya tadi sore)
Aku, Mono dan anak-anak sedang di bioskop menonton Laskar Pelangi di pertunjukan jam 9 ketika berita itu tiba. "Meninggal???" ... bukankah berita mengenai dirinya dan janji kami pada dirinya baru terjadi sore tadi?

Dan semua memang terjadi demikian adanya ..........


Uni Ninda meninggal sedemikian mendadaknya. Terjatuh dan hilang seketika. Tidak dapat membayangkan perasaan kedua anaknya yang manis Quila dan Rafi ... yang berangkat tidur di malam itu dan menjumpai ibunya telah terbungkus dalam kain kafan di pagi harinya ..... di ruang tamu Neneknya.


Tidak terbayangkan bagaimana perjalanan Jakarta ke Bandung (yang dilakukan ber 4) harus dihadapi dengan perjalanan Bandung ke Jakarta (dengan hanya ber 3 - meninggalkan jasad Ibu di Sirna Raga)


Tidak terbayangkan bagaimana Quila dan Rafi harus menghadapi kehidupan, sekolah, kursus dan berbagai kegiatan pribadi lainnya tanpa kehadiran Ibu Ninda yang telah mendedikasikan hidupnya untuk kepentingan anak-anak dan keluarganya


Tidak terbayangkan bagaimana Mas Kiki harus menjalani sebuah kehidupan yang "baru" yang tercipta sedemikian "mendadak dan seketika" bagi dirinya dan kedua anaknya


Kita memang tidak bisa dan tidak berhak membayangkan apapun ... karena kehidupan dan juga kematian menjadi rahasia dan bagian dari tulisan Sang Pencipta dan Sang Pengarang di Buku Kehidupan Manusia.


Satu hal yang bisa kita lakukan (aku lakukan) adalah ........dalam waktu yang Tuhan berikan buat kami semua saat ini adalah selalu memberikan yang terbaik untuk anak-anak dan keluarga (Veda Ravind Mono) apapun cara dan bentuknya (dalam bentuk waktu dan perhatian). Tidak ragu untuk sering memeluk mereka dan menyatakan betapa aku mencintai mereka. Menghubungi Papa (The Greates Father in this world) dan Ade (The Sweetest Sister in this world as well) secara rutin untuk menunjukkan bahwa aku menyayangi mereka ...... selalu ......... bukan hanya disimpan di dalam hati seperti selama ini (karena hanya diri dan hati kita yang tahu hal ini).


Dan di atas semua itu ... menyerahkan mereka sepenuhnya ke tangan The Greatest Lord .... supaya semua dan apapun yang dilakukan berada dalam perlindungan dan kasih Nya.





Selamat Jalan Uni Ninda ..... 2 Oktober 2008

Senin, 29 September 2008

Re-Balancing My Energy





Ternyata dalam 1.5 tahun ini, aku baru menyadari bukan hanya sedang bersekolah di sebuah Business Management School saja. Ilmu yang diperoleh (terlepas dari ilmu yang bikin kriting dan kusut rambut di kepala ini) ternyata sangat berharga dan tidak ada batasnya. “Sekolah Kehidupan”, mungkin itu kata yang lebih tepat untuk menggambarkan pengalaman berharga yang terdiri atas aneka warna dalam 1.5 tahun yang sedang berjalan ini. Mungkin juga bisa disebutkan per-chapter sebagai Sekolah Kehidupan Unpad, Sekolah Kehidupan IPB, dan seterusnya sampai masa-masa yang akan datang untuk menandai betapa banyak pelajaran hidup yang dapat ditandai khusus dengan“remarks” sebagai pengalaman yang sangat berharga.


Jika yang dibahas adalah “ilmu dan kepusingan” maka yang harus di listed down adalah tentu saja tak terhingga jumlahnya … hitungannya dimulai dari 4 mata kuliah matrikulasi + 4 mata kuliah triwulan 1 dan seterusnya sampai dengan menjumpai triwulan 5. Belum lagi ditambah berbagai tugas yang seringkali membuat heboh sampai di titik panic dan akhirnya pasrah. Jangan juga berbicara mengenai ilmu hitungan (yang absolutely merupakan titik kelemahanku) dimulai dari MKM, Akuntansi Manajemen sampai dengan Financial Managerial. Jangan juga dibahas mengenai tugas kelompok 1, kelompok 2, kelompok 3, yang hampir jadi mimpi untuk sampai di akhirnya (saking banyaknya yang tak terhingga) …………. . Jadwal presentasi dan jadwal ujian yang berkejar-kejaran satu sama lain. Sebenarnya .. tidak pernah ada yang jadi benar-benar pemenang atas teman yang lain di pertempuran ini. Karena kemampuan memanage waktu, kesehatan dan stamina, kekuatan untuk menekan ego dan keinginan untuk bebas, kedisiplinan untuk menekuni setiap tugas adalah kemenangan atas diri kami masing-masing (and Thank God so far I really enjoy it so much) Masing-masing kami memiliki kebanggaan dan harapan atas “Sekolah Kehidupan” ini.


Jika yang dibahas adalah “waktu yang berjalan”, maka malam-malam panjang yang melelahkan yang harus dijumpai setiap hari (Senin-Kamis) sungguh luar biasa rasanya. Hitungan jarum jam yang seolah bergerak begitu lambat menjumpai angka jam 10 malam … setiap hari … 4 kali seminggu … selama 18 bulan. Ketika kemudian tiba di rumah dengan kelelahan memuncak, kepala yang sering berdenyut hebat, leher yang tegang dan mata yang menahan kantuk, maka masih perlu untuk membuka-buka beberapa lembar tugas untuk mengetikkan beberapa lembar kata dalam word dan menyelesaikan tugas berbagai mata kuliah L … OMG … Although I really enjoy this, but finally I came on to a point with a wish to end all this soon ……….


Jika yang dibahas adalah “pengorbanan keluarga”, maka itu berbicara mengenai reaksi anak-anak tercinta di rumah atas rutinitas bundanya yang selalu pulang di atas jam 10 malam ketika mereka semua sudah terlelap dan sudah menghilang jam 5.30 pagi saat kantuk masih menguasai mereka. Bunda yang tidak pernah cukup waktu bahkan untuk bermain mobil-mobilan dengan Ravind, mewarnai buku gambar dan bahkan membacakan buku cerita (karena semua sudah tergantikan oleh Suster Rus). Bunda yang terlalu sibuk untuk menanyakan dan menguji Veda atas kesiapannya dalam menghadapi ulangan IPA tentang pencernaan (karena Ayah Mono berusaha keras memenuhi hal ini untuk Veda). Bunda yang juga sudah lama tidak membuatkan sarapan untuk Ayah karena pontang panting mempersiapkan dirinya sendiri di pagi hari karena bisa terlambat ke kantor akibat bangun dari tidur yang kelelahan. Bunda yang waktu-waktu bebas nya di hari Jumat, Sabtu dan Minggu masih occupied dan dikuasai oleh setumpuk buku, lap top beserta kerutan di dahi ………………..Although I really enjoy this chapter of my life, finally I came on to a point with a wish to end all of this soon, as soon as I could ………………
Jika sesuatu hal selalu dapat dilihat dari 2 sisi Hitam dan Putih, Positive dan Negative, maka terlepas dari berbagai hal yang “memberatkan” seperti yang diuraikan di atas, maka “Sekolah Kehidupan” ini sekalipun memberikan beban bola besi yang merantai di kaki memberikan “warna” yang lain. Tidak melulu semuanya “kelabu, kusut, melelahkan, membingungkan, membuat kantuk, membuat pegal, dan memusingkan”, karena ternyata selalu ada warna dan nuansa lain yang kemudian bisa diperoleh.





Nuansa itu adalah “pertemanan, persahabatan, pengajaran bagaimana bersikap atas hidup, serta memandang berbagai contoh yang baik” atas hidup yang dijalani oleh berbagai teman-teman yang ada di kelas (40 an teman baru berarti 40 pelajaran hidup yang bisa dimaknai), dan terlebih lagi semakin bersyukur dan terus bersyukur merasakan adanya “kekuatan tangan yang terus menopang” aku sampai tidak pernah jatuh tergeletak.



Berbicara tentang Pertemanan, rasanya point ini menjadi “bahan bakar” utama di dalam Sekolah Kehidupan ini. Sebagai seorang Melankolis Sejati (is it true?) yang sebetulnya lebih menggemari kesendirian dan privacy, aku dikembalikan kepada kesadaran betapa seorang manusia tidak mungkin hidup di atas kedua kakinya sendiri (bahkan jika kedua tangannya akan dipakai untuk menopang tubuhnya sekalipun, perjalanan hidupnya akan tetap jauh dari sempurna). Jika di S1 HI yang semarak dulu, kehidupan diwarnai oleh kehadiran Ovie, Emeh, Dicky, Dikky, Thanon, Andit, BomBom, Adang, Inell, dan lain-lain (yang sampai hari ini mereka masih terus ada dan hanya sejauh SMS dan sejauh YM karena kedekatan di hati) maka di S2 ini persahabatan semarak dengan kehadiran Rina, Mbak Nia, Billa, Kiki, Abah, Pak Rezza, Adit, dan Bill. Teman seperjuangan yang banyak sekali membantu dan mendukung segala dalam pelajaran. Kisah tentang mereka telah dibahas di blog yang lalu (Yoook Sekolah ..). Namun berbagai catatan tetap layak untuk dituliskan … betapa dari seorang Abah di usia setengah abadnya, aku memperoleh pelajaran untuk bagaimana bersikap “bijaksana” menghadapi apapun juga, selalu positive sekalipun terkadang topic yang dibahas kurang dipahami, tidak berhenti berjuang dalam apapun rintangan yang dihadapi (Abah tidak menyerah diperhadapkan dengan kecanggihan computer beserta seluruh programnya, belakangan beliau bahkan memiliki Yahoo Messenger yang pernah hidup walau hanya sekali … he .. he … hebat ya!), belajar juga bagaimana menikmati setiap hal yang memang harus dijalani tanpa dirasakan sebagai beban. Abah sungguh mampu menjadi motor penggerak yang hebat. … Betapa dari seorang Pak Rezza, teman yang menjadi guru kami, aku memperoleh pelajaran untuk bersikap bagaimana “memberikan hati” bagi orang lain apapun juga itu rasanya. Beliau sangat pintar dan menguasai banyak hal dengan baik, namun selalu bersedia mengajarkan apapun juga pada kelompok kami dan membuka segala “kebuntuan” yang ada dalam berbagai mata kuliah. Sesungguh-sungguhnya tidak ada manfaat apapun bagi dirinya untuk mengajarkan kami. Tidak mudah untuk “rela” memberikan ilmu, hasil pemikiran, sampai dengan mensharingkan hasil tugas yang sudah terangkum dengan baik kepada orang lain. Dan hebatnya beliau selalu melakukan itu. Tanpa tendensi apapun … hanya keinginan untuk berbagi dan memberikan hati …


Selebihnya dari berbagai teman lain yang ada, aku dapat memetik makna “persahabatan” yang seharusnya yaitu berarti “ketulusan”, untuk membuka diri apa adanya, untuk (kembali) bersedia memberikan hati dengan porsi yang lebih, untuk saling mendukung dan mensupport menghadapi perjalanan perkuliahan ini (yang sekalipun pendek namun sangat berkelok), untuk “ada” ketika dibutuhkan (bahkan hanya untuk memberikan telinga jika bantuan sulit disumbangkan) dan banyak lainnya.


Hal yang menjadi catatan dalam tulisan kali ini adalah pelajaran baru dari presentasi kelompok salah seorang teman. Seorang teman di kelas yang tidak terlalu “dekat”, yang bahkan karena kesibukannya membuat beliau jarang hadir di kelas (atau selalu terlambat), seorang teman yang mana sempat di dalam hati aku menyimpan “kekesalan” karena “kesantaian dan ketidakpeduliannya” menghadapi sebuah tugas bersama aku. Pada akhirnya aku baru menyadari bahwa sikap hidup yang dijalaninya selalu memiliki makna “positive” yang baik untuk dipelajari. Beliau belajar selalu untuk “Balancing Energy” yang dimilikinya. Prinsip baru yang dijelaskan malam itu adalah bahwa pada prinsipnya manusia terdiri atas sekumpulan “energy” yang kemudian membentuk dirinya (mengacu kepada teori seorang Albert Einstein). Dan manusia yang dilingkupi oleh energy ini memiliki kemampuan untuk memberi, menerima, menyerap dengan paksa, memberi dengan rela berbagai energy dalam dirinya dalam berhubungan dengan orang lain (ini menjadi prinsip dasar teori ini). Betapa kita akan semakin baik jika mampu “memberikan energy” dengan rela ( dalam hubungan dengan orang lain mencoba terus untuk bersikap baik, bijaksana, memberikan hati seperti disebut di atas, dan hal positive lainnya), metode pemberian energy ini ternyata tidak akan menguras energy yang kita miliki bahkan akan semakin menambah energy yang ada dan menambah energy yang dimiliki orang lain (bagusnya konsep ini adalah membuat sesama manusia berada dalam Win Win situation). Hal yang sebaliknya terjadi adalah ketika kita negative kepada orang lain, maka kita “mengambil paksa” energy milik orang lain, dan membuat dirinya kehilangan energy sekalipun kita bangga dengan kelebihan energy paksa tersebut (situasi ini yang menciptakan kondisi Win Loose situation).



Makna permainan energy ini menurutku sangat mendalam. Perlu terus dipelajari dan disempurnakan untuk bisa diterapkan, paling tidak saat ini menyadari betapa energy yang aku miliki rasanya terkuras cukup banyak dalam perjalanan 1.5 tahun ini, namun …. Energy itu dapat terus diciptakan selama memang kita menghendakinya untuk bisa dibagikan dengan rela kepada lingkungan sekitar dan orang lain. Dengan demikian pasti hidup akan terasa lebih mudah dijalani. Thanks to Pak Peto atas teorinya …. Really valuable …..



Di atas semuanya … kesadaran paling utama adalah merasakan bahwa ada tangan yang sangat kuat menopang supaya aku tidak akan pernah jatuh tergeletak. Tangan yang memberikan kekuatan, memberikan kemampuan untuk berpikir dan berjuang, dan tangan yang secara mengejutkan memberikan nilai-nilai yang tidak pernah diharapkan, didengar, dan dipikirkan sebelumnya. Tangan yang akan menarik aku untuk segera tiba di akhir dari perjalanan Sekolah Kehidupan chapter IPB ini ……………. September 2008


Thanks to the dearest Father in heaven and all the friendship I got in IPB …..

Belum Sempat Ditulis 2 ; versi Rome – Amsterdam – Brussel – Paris – Amsterdam - Jakarta







Tulisan kali ini membahas “SINGKAT” perjalanan “PANJANG” , Mono dan Olla pada honeymoonnya yang gak jelas ke sekian kalinya dan gak jelas juga yang ke berapa :D
Beruntung perjalanan tugas kantor Turkey yang berakhir di Rome bisa disesuaikan dengan meeting schedulenya Mono di seputaran Jerman, Belgia dan bisa berjumpa di meeting point di Schipholl Amsterdam.
Anak-anak di titip dengan sukses di bawah pengawasan 2 Neneknya yang hadir bergantian, 1 Tante yang hadir di week end, 1 Suster dan 1 PRT … semuanya well prepared.

BERGEN OP ZOOM

Pertama kalinya mengunjungi Tante Ilse dan Oom Nono di flatnya di Bergen op Zoom. Berkenalan dengan seluruh anggota keluarga .. sepupu yang tidak pernah dijumpai sebelumnya … Keluarga Ricky yang sangat sukses dan penuh dengan keteraturan (bahkan untuk berjumpa sekalipun harus membuat janji yang pasti) serta Keluarga Peter yang sederhana dan sangat antusias dan tulus dalam menyambut kami berdua. Kedua Tante dan Oom ini dalam usianya saat ini (mendekati 70 tahun) tampak sehat dan segar. Kehidupan yang jauh dari kami, keluarganya di Indonesia, tetap mampu dinikmati mereka dengan segala kekurangan dan kelebihan yang ada di sana. Selalu bersyukur Tuhan memelihara mereka.

Catatan yang menarik dari perjalanan Honeymoon yang kesekian kalinya ini adalah rencana menjadi “BackPacker”. Menitipkan koper dan berbagai peralatan tidak penting lainnya di Bergen op Zoom dan kemudian berdua melanjutkan perjalanan dengan menggunakan ransel seadanya. Perjanjian utama adalah … tidak boleh belanja banyak-banyak (karena gak mungkin muat di ransel) dan harus memiliki punggung dan pinggang yang kuat menanggung beban :D
Perjalanan dari kota ke kota Eropa ini dilakukan dengan transportasi yang sangat memadai. Kereta Api yang menghubungkan berbagai Negara di Eropa dengan fasilitas yang lengkap, kecepatan yang sempurna (Thallys Train dari Brussel ke Paris hanya ditempuh selama 4 jam dan mampu menghubungkan Brussel dengan mudah ke berbagai Negara Eropa lainnya dalam hanya hitungan jam), kecanggihan yang mengagumkan. Stasiun Kereta Api di berbagai kota yang ditata sangat apik, sentuhan klasik Eropa yang kental dengan fasiliitas sangat modern.

Yang menjadi catatan juga adalah system transportasi di Paris yang luar biasa, dengan mudah menghubungkan seluruh lokasi di kota tersebut melalui Kereta Bawah Tanah yang hadir setiap 3 menit dengan pengaturan jadwal yang tepat dan kecepatan sempurna. Informasi di berbagai stasiun kereta sangat baik dan jelas. Tidak ada tourist backpacker seperti kami yang akan tersesat atau terbengong-bengong. Semuanya user friendly sekalipun sudah tidak diprovide lagi dengan “pelayanan manusia” … everything is automatic ………..

Berarti … syarat utama bepergian ke mancanegara adalah …. JANGAN PERNAH membandingkan Negara manapun dengan negeri tercinta ini. Yang hadir adalah perasaan SEDIH dan NELANGSA. Apa sajakah yang telah dilakukan pemerintah negeriku tercinta selama 63 tahun kemerdekaannya? Bagaimana system perKereta Apian Indonesia? Apa saja kemajuan yang sudah dicapai sejauh ini? (berkereta dari stasiun Tanah Abang ke Bogor, jika tercantum jadwalnya adalah waktur tertentu, maka kira-kira 15 menit yad, belum berarti ketinggalan kereta dan bahkan masih dapat menjumpai kereta dengan jadwal 30 menit sebelumnya masih belum berangkat juga …. ). Semudah apakah mengunjungi satu tempat ke tempat lainnya di negeri tercinta ini? Bagaimana kesiapan dunia pariwisata Indonesia? Apakah sampai selamanya yang akan dijual kepada Tourist Mancanegara adalah “melulu” sajian tradisional yang itu-itu saja (atau yang lebih tepatnya .. maaf .. primitive?), sehingga hal-hal bernuansa technology, kecanggihan, automatisasi bukan merupakan hal yang penting untuk dipelajari dan dikembangkan? Apa gunanya berbagai “study banding” para pejabat pemerintah dan wakil rakyat selama 63 tahun ini? Apa saja yang dibandingkan?

Jika hidup manusia yang dianugerahkan Tuhan rata-rata adalah 60 tahun, maka 3 tahun tambahan adalah bonus dari Tuhan. Jika manusia itu lahir di tahun 1945 dan kemudian meninggal di tahun 2008, maka ketika dia tiba di Surga … membandingkan apa saja yang sudah diperbuat negerinya untuk kemajuan bangsanya dibandingkan warga surga dari Negara lainnya …rasanyatetap akan sangat berbeda bagai bumi dan langit. Apakah di surga pun …warga negeri tercinta ini tetap “several step behind another nation?” …. Menyedihkan … Sekali …..

Back to this Journey ….




BRUSSEL - ANTWERP

Mono bermaksud memperkenalkan “kota yang bersejarah” baginya. Setiap sudut kota Antwerp yang menjadi tempat tinggalnya selama 2 tahun diperlihatkan. Mulai dari Antwerp Center … Castil Antwerp …. Manneke Piss patung “malaikat kecil” yang sedang pissed … dan makan Belgium Wafer … merupakan perjalanan yang cukup memberikan kesan menyenangkan. Setiap sudut kota yang menarik dan menjadi memory untuk Mono diputar kembali … kali ini berdua.




PARIS
Mengunjungi Paris … The most romantic place in this world. Berdiam di Ibis Hotel yang mahalnya minta ampun dan sempitnya minta ampun juga tidak mengurangi keindahan tempat ini. Menara Eiffel for sure merupakan object yang sangat menarik untuk di abadikan ….
Hmmm … salah satu rencana besar berkeliling Eropa kali ini adalah memenuhi cita-cita Mono yaitu :
1. Mengambil sebanyak mungkin foto dengan kamera dan perlengkapan terbaik (ingat di Bali … semua perlengkapan tertinggal), seluruh perlengkapan lengkap dibawa serta (Tripod, Lensa, Kamera Infra Red, dll).
2. Alasan kedua adalah melakukan French Kissing sesuka-suka nya di mana pun di seluruh Europe (mengingat nobody will care about whatever you will do) dan “sepertinya” akan cool jika dilakukan seperti di berbagai movie (ampun deh … alas an yang aneh)

Yang terjadi adalah …. Seperti biasa … pasangan Mono dan Olla lebih banyak disibukkan dengan “keribetan” peralatan dan perlengkapan kamera yang “pating seliwer” diikat di ransel. Sebentar Tripod ditegakkan, sebentar di simpan, sebentar lensa dikeluarkan, dan sebentar disimpan. Hmmm … beruntung memiliki profesi sebagai Channel Manager dan bukan sebagai Foto Model. Untuk keperluan pribadi begini saja rasanya hampir tidak sanggup berpose :D
French Kissing yang direncanakan dilakukan juga di Menara Eiffel yang romantic juga otomatis diwarnai dengan “keribetan” mengambil angel yang pas. Sebentar cahaya kurang, sebentar gambar kurang tajam, sebentar pengambilan gambar kurang sempurna, sebentar terganggu orang berseliweran. Parahnya … ketika hari semakin gelap dan tawaran French Kissing baru mulai akan dilakukan, tiba-tiba si Eiffel itu menyala dengan lampunya yang blinking selama 30 menit. Kembali Mono mempersiapkan kamera dan “perlengkapan ribetnya” itu agar tidak kehilangan moment untuk memotret the Blinking Eiffel habis-habisan. Hmmmm …. Nasib :D What a romantic Paris … he … he …






AMSTERDAM

Melewati malam panjang di jalan-jalan Amsterdam yang diwarnai dengan ratusan orang bersepeda kian kemari. Waah … mungkin hanya di kota ini di dunia, setiap orang memiliki betis-betis paling berotot. Polusi yang rendah, udara yang dingin tapi sejuk dan sesekali hujan rintik sangat mengesankan.
Menyempatkan mencari “makanan khas Indonesia” … rasanya sangat rindu untuk makan hidangan khas negeri asal ketika jauh dari sana … untung menjumpai satu restaurant khas Indonesia dengan racikan bumbu yang memuaskan. Melanjutkan malam di sana dengan berjalan melewati jalan-jalan panjang “Red Light” khas Ams. Dengan wanita-wanita penjaja diri yang berpakaian sangat seksi super minim gak jelas di jendela dengan penerangan lampu. Semuanya menjadi tontonan “khas” bagi para pejalan kaki yang berseliweran, jika ada yang tertarik, maka tanpa rasa malu dia melakukan tawar menawar untuk kemudian masuk ke dalam ruang kaca tadi, menutup gorden dan mematikan lampu … OMG. Profesi paling tua di muka bumi ini terus eksis sampai kapan pun … tidak usah berbicara norma di tempat ini, yang pasti penyakit dan berbagai “keburukan” lainnya menempel kuat pada obyek pariwisata Amsterdam ini. Selain itu … berbagai “Produk berbahan dasar Ganja” dijual dengan bebas dan mudah di berbagai tempat, permen Ganja, Teh rasa Ganja, peralatan penikmat Ganja dan berbagai produk lainnya (ck .. ck .. ck … gak bisa komentar deh …….). Di tengah pusat kota bahkan disediakan sebuah circle khusus tempat “nongkrong” para pengguna obat terlarang. Setiap pengguna boleh dengan bebas memakainya di circle tersebut, boeh overdosis dan mati sekalipun di area itu (sekali lagi … gak bisa komentar …)


KEUKENHOFF

Perjalanan panjang yang melelahkan selama 1 minggu ditutup kembali di Bergen op Zoom di rumah Tante Ilse & Oom Nono bereuni dengan sepupu jauh yang bersekolah di sana Meisy Leander. Acara reuni diisi dengan memasak dan memakan makanan Indonesia. DIlanjutkan berjalan-jalan ke Pameran Bunga terbesar di dunia Keukenhoff. Pemandangan taman bunga yang sangat luar biasa. Semuanya sangat indah. Bunga yang beragam warna terbentang seperti karpet berhektar-hektar luasnya. Ribuan tourist local dan mancanegara dengan antusian berjalan perlahan memanjakan mata dengan keindahan berbagai bunga aneka warna.

(Kembalii berpikir …. Negeri tercinta ku yang ber label kan “tropis” kaya matahari dan berbasiskan pertanian, sepertinya lebih dari mampu untuk menciptakan “Pameran Bunga” serupa yang bahkan seharusnya jauh lebih indah) …. Jadi bertanya (kembali) … se kreatif apakah Departemen Pertanian dan Perkebunan di Negara ini dan bagaimana koordinasi dan kerjasamanya dengan Departemen Pariwisata? Sejauh apa “kepedulian” mereka memandang peluang yang ada? Well …. Pastinya ada alas an tersendiri untuk tidak melakukan hal besar yang dilakukan Negara lain L

PULANG

Akhirnya … waktu untuk pulang tiba juga. Bertemu dengan Sari dan Mbak Rika di Airport, satu pesawat di KLM menuju Malaysia dan akhirnya ke Jakarta …. Tidak sempat bertukar banyak cerita. Mengapa …? Karena aku tidur dengan sukses nya selama 20 jam lebih perjalanan panjang Amsterdam – Jakarta. Hua ha ha … gila ya ………….. kepulangan dari Eropa ke Jakarta membawa oleh-oleh “pemberat mata” yang langsung mulai bekerja bahkan sebelum pesawat take off ….dan berlanjut terus sampai tiba di Malaysia dan kemudian Jakarta. “Aksi Tidur” yang menuai complain berat Mbak Rika dan Sari yang bolak balik mencari posisi tidur sampai dengan minuum Jamu Tolak Angin supaya bisa “terlelap” …. Sementara aku “menghilang” tanpa perlu bersusah payah … he .. he …

Thanks to dearest Mono … had this long journey together was really excited … I Love You.
Thanks to dear Lord …. Untuk kesempatan melakukan perjalanan yang sangat menyenangkan … Semua yang Tak Pernah Dilihat, Tak Pernah Didengar, Tak Pernah di Hati .. disediakan oleh DiriNya buat aku … juga Mono.

Belum Sempat Ditulis ; versi Jakarta – Istanbul – Rome

Judul Blog malam ini adalah “Belum Sempat Ditulis” … cerita khusus tentang perjalanan “panjang” mulai dari Turkey ke Roma … sampai dengan jadi backpacker keliling Europe dengan my hunny bunny pada April 2008 yang lalu.
Setelah perjalanan ke Amerika yang menyenangkan (dilanjutkan ke Bangkok), maka selanjutnya adalah janji-janji surge untuk para Dealer berwisata ke Turkey dan Roma (dilanjutkan lagi sebagian ke China setelahnya) … hmmm selama masih dapat dinikmati … mari dinikmati.


JAKARTA … TURKEY menuju ROME

Rasanya setiap perjalanan “tugas kantor” menuju berbagai tempat dengan Group Dealer selalu diwarnai berbagai “ketegangan dan sport jantung”walaupun pada akhirnya selalu baik (thank You Lord). Ketegangan dimulai seperti biasa dari jumlah peserta yang terus berubah (sampai pada akhirnya berhenti di 130 an orang), Visa Italy yang ternyata susah nya yaaaa ampuuun …., penolakan atas sejumlah peserta untuk memasuki wilayah Schengen (sehingga perlu di create perjalanan tersendiri pada detik terakhir ke Capadocia), bolak balik pengurusan dokumen yang tidak jelas nasibnya (sebentar perlu surat keterangan kantor, sebentar perlu nilai nominal tabungan jumlah tertentu, sebentar perlu traveller’s check), creating run down acara (dengan lokasi dinner yang tidak kunjung confirmed), kecerewetan para peserta (dengan rencananya sendiri-sendiri), pembagian flight sampai dipisah 3 karena tidak cukup tempat (Lufthansa, Emirates, dan KLM) sampai pada akhirnya ….. berangkat juga !!!

Catatan di KLM

Berhubung tempat yang terbatas, maka aku dan beberapa teman “terdampar” di flight KLM yang sangat cihuy rasanya. 20 Jam perjalanan Jakarta melewati Malaysia dan langsung menuju Amsterdam kemudian dilanjutkan ke Istanbul benar-benar membuat pinggang dan badan pegal dan mati gaya. Jarak kaki yang terbatas dan tempat duduk yang tidak terlalu nyaman sangat berpengaruh pada respon fisik.
Makanan yang rasanya “tidak karuan” …. Semua diwarnai dengan cream yoghurt dan roti membuat perut terasa “penuh”. Pengalaman paling tak terlupakan adalah dibangunkan dari tidur lelap (yang akhirnya bisa dirasakan) pada jam 4 pagi untuk ditawarkan “wanna have ice cream or hot noodle?” … OMG ….
Catatan di Istanbul – Turkey
Istanbul Turkey adalah sebuah kota yang unik. Pada dasarnya Negara Turkey ini memang sangat unik. Sebuah Negara di perbatasan benua Asia dan Eropa yang memiliki penduduk dengan kulit sangat Eropa dan kebudayaan dan kesopanan yang sangat Asia Tengah. Istanbul sendiri merupakan kota yang terletak di perbatasan benua Asia dan Eropa … ketika kita berlayar di Selat Bosphorus dengan kapal wisata kecil maka di sebelah kiri adalah kota lama Benua Eropa sementara di sebelah kanan adalah kota baru Benua Asia.
Hal yang juga menarik adalah kota ini (Negara ini) memiliki beribu-ribu mesjid dengan kubahnya yang unik. Perjalanan wisata di Istanbul banyak diwarnai dengan mengunjungi berbagai Mesjid yang Megah (dan must be seen as part of 100 places must be visit before u die). Yang pasti Blue Mosque dan Hagia Sophia merupakan tempat menarik yang perlu di datangi. Mengunjungi tempat-tempat ini sarat dengan cerita dan bukti kesejarahan Dinasti Ottoman dan kejayaannya di masa lampau (waah … gak mungkin diceritain di sini deh satu persatu … secara kapasitas memory terbatas). Beberapa lokasi pada jaman dahulu kala merupakan “bekas Gereja” yang berubah fungsi menjasi “Mesjid” dan akhirnya diperuntukkan sebagai Museum. Sehingga pemandangan unik antara gambar Bunda Maria yang besar dan megah ditemani dengan tulisan arab “Allah” yang saling berdampingan ….. well … jika bukti sejarah menunjukkan bahwa manusia pada masa nya pernah mengabaikan berbagai “perbedaan” yang ada, seharusnya hal itu masih tetap bisa dilakukan saat ini …….. L terutama di Negara ini.

Catatan di Grand Bazaar

Catatan unik lainnya adalah … Berbelanja di Grand Bazaar. Tempat berbelanja tradisional dengan 4000 toko di dalamnya. Waaah …. Buat orang seperti aku, menempel pada Sari, Mbak Rika, dan lain-lain adalah cara paling aman (mengingat penyakit disorientasi yang parah). Belanja dan berburu barang pernik unik menjadi kegiatan paling dinanti … tawar menawar dengan teganya menjadi hal yang menantang. Yang pasti sejumlah kaos, pashmina, dan berbagai souvenir etnik tradisional Turkey cukup membuat travelling bag yang ada penuh (… gawat nih) padahal batas maksimal baggage diberlakukan ketat sekali di KLM.

Catatan … mengikuti TURKISH BATH

Salah satu “pengalaman” must try yang diajukan adalah mengikuti “Turkish Bath” … mandi a la Turkey. Well …. Ehm … paling tidak aktivitas ini sudah pernah diikuti dan cukup 1 kali seumur hidup. Tempatnya cukup tradisional. Terletak di tengah keramaian pasar di lokasi Grand Bazaar. Pria dan Wanita berbeda ruangan. Memasuki ruangan yang “pengap” karena uap air panas mensyaratkan setiap orang tidak memakai benang selembar pun (oh no …), yang pasti peserta dari Indo seperti kami .. salah tingkah … para “Ibu-Ibu” yang bertugas memandikan kami bertubuh besar dan “bergelambir” di sana sini. Mereka hanya memakai penutup bagian bawah. Peserta lainnya seluruhnya berjalan ke sana kemari tanpa benang selembar pun dan tanpa rasa malu. Kami semua harus merebahkan diri di atas marmer batu yang besar dan panas dan memenuhi ruangan dengan sejumlah wanita tidak tertutup selembar benang pun lainnya - gunanya agar badan berkeringat karena uap air. Setelah siap, seluruh tubuh di gosok dengan sabun yang wangi dan waslap berpermukaan kasar di bagian depan dan belakang tubuh kita. Service para “Ibu Bergelambir” itu jauh dari “kehalusan a la Spa Sari Ayu”, mereka cenderung “galak, ingin cepat, dan agak kasar”. Badan kami digosok seperti menggosok lantai (he .. he.. ). Ritual diakhiri dengan pembasuhan seluruh sabun yang berada di tubuh dengan air dingin. Sudah. Selesai. Pengalaman yang super mengejutkan …. He he he ….









Catatan lainnya

Dinner yang diadakan di Pinggir Selat Bosphorus sangat berkesan. Makanan Turkey yang disajikan “sangat unik dan sulit ditelan” (he .. he .. jadi catatan nih, bawa rombongan Indonesia memang sangat payah …. Umumnya tidak punya “ketertarikan” dan “apresiasi” untuk mencoba tradisi dan rasa / masakan Negara lain …. Yang dicari kalau perlu melulu rendang dan nasi padang … susah sekali …). Rata-rata masakan Turkey manis dan lengket serta bergula-gula. Dagingnya pun berlapis bumbu yang agak aneh rasanya tapi menurutku cukup asik. Tidak semua berprinsip di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung …………..
Kami semua berkostum 1001 malam. Pertunjukan yang ditampilkan pun khas Turkey dengan BELLY DANCER yang sangat seksi (tubuhnya besar tapi langsing dengan perut yang berlemak, sepertinya lemak sangat berguna untuk memberikan efek getaran pada pinggul dan pinggangnya yang digoyang dengan music yang eksotis). Tarian yang sangat baik lainnya adalah WHIRLING DANCING .. sebuah tarian kaum sufi dengan 3 penari pria yang bergaun putih dan berputar-putar tiada henti. Dalam tarian itu roh mereka tidak ada di antara kami, focus mereka adalah ke alam lain .. Surga .. itu yang menyebabkan mereka tidak pusing, mual atau terjatuh. Kami yang menontonnya harus mematuhi aturan tidak boleh memotret, tidak boleh minum alcohol, dan tidak boleh bertepuk tangan. Jika 3 hal itu dilakukan, maka konsentrasi mereka akan buyar.
All about Turkey sangat menyenangkan … thank God acara berjalan lancar … sekalipun beberapa friksi tidak penting tetap terjadi juga antara berbagai orang berbeda kepentingan. Well … kepala orang berbeda-beda sih, ada yang dalam situasi seperti ini mau menunjukkan “kekuasaannya” secara salah, ada juga yang tidak malu menunjukkan “kenorakannya” secara nyata (misalnya … minta para Belly Dancer berpakaian tidak seksi … oh no … gimana caranya tarian perut tidak menampilkan perut yaaaa …..), atau kurang menjunjung langit dimana bumi dipijak dengan tidak bersedia membawa kopernya sendiri menuju kendaraan (karena mengharapkan adanya porter di Europe … siapa yang mau dibayar jadi porter di Europe? Tidak ada … )

Lets roll to ROME ….

Perjalanan Istanbul Rome dilakukan dengan pesawat “semi local” Alitalia dan Turkish. Penerbangan Internasional namun dengan kelas yang lebih sederhana.
Hotel di ROME sangat mewah. Exedra Boscollo Hotel. Hotel yang sangat klasik dengan kamar-kamar yang “wah”.
Perjalanan singkat di Rome dilakukan dengan mengunjungi lagi “Must be seen places” seperti menuju ke Negara Mandiri Vatican – mengunjungi Saint Peter Basilica. Sebuah Negara yang besarnya hanya seluas Gereja tersebut. Kemegahan dan keindahan di dalam nya tidak bisa diceritakan dengan kata-kata. All was so beautiful.
Hal lain adalah mengunjungi Colloseum Roma. Tempat para gladiator bertempur pada masa ratusan tahun yang lalu dan kemudian SHOPPING for sure. Italia Roma merupakan Negara yang tercatat sebagai pusat mode dengan berbagai Branded Stuffs yang ditawarkan dengan harga yang sangat “menarik” (bukan murahh looh …), Castell Romano merupakan pusat shopping dengan Factory Outlet Price dan Vio Condotti merupakan tempat shopping dengan Branded Price. Yang pasti tidak terlupakan adalah foto .. foto .. foto .. foto di manapun.
All over perjalanan di Rome Italy ini juga sangat menyenangkan … cukup sukses … everybody was Heppi … Thanks again to the dear Lord yang mau mendengarkan segala “keluh kesahku” soal ribetnya arrangement perjalanan kali ini …. Thanks to buat “Teman-teman Geng Panitia .. yang 1 paket menempel dan selalu berangkat bersama … olla-sari-eric-mbak rika” … thanks terutama untuk Group Vaya Tour yang super excellent dalam arrangementnya ……





Cerita April yang ditulis September 2008

Kamis, 29 Mei 2008

Learning Somethin' from Abednego ....



Belajar dari RAVIND ....

Minggu ini dimulai pada Senin 26 May 2008 merupakan hari yang sangat bersejarah. Hari yang luar biasa buat seorang RAVIND ... the miracle of our family .....

Usia nya yang baru akan 3 tahun dalam hitungan hari ... tidak menggambarkan kelemahan dirinya untuk mengontrol keinginan dan kebiasaan yang digemarinya. Sejak kecil Ravind sudah menunjukkan "perbedaan" ... dia memiliki keinginan yang sangat kuat dalam hal apapun yang menjadi ketertarikannya dan yang paling mengagumkan adalah dia memiliki kemampuan kontrol diri ... self control sungguh luar biasa ... bandingkan dengan kami semua ... bahkan bandingkan dengan aku, ibunya yang berusia 35 tahun.

Kami selalu memandang Ravind sebelah mata ... dia masih kecil ... dia belum memahami apa pun .... dia anak kecil dalam keluarga ... masih perlu diberikan excuse untuk banyak hal yang dia sukai ... botol susunya ... pampers ... bantal bau nya ... dan film Disney yang diputar tak habis-habisnya 16 jam sehari.

Week end yang lalu dia diingatkan akan segera berulang tahun pada 2 Juni yang akan datang. Kami juga mengingatkan secara sekilas dan tidak sungguh-sungguh hal apa yang seharusnya dilakukan anak berusia 3 tahun. "Anak berusia 3 tahun ... tidak minum susu pakai botol, tapi pakai gelas .... tidak pakai pampers lagi kemana-mana, kalau pipis seharusnya sudah bilang .... tidur pun jangan pakai pampers lagi, harusnya bangun kalau ingin pipis .... tidak terus menerus nonton TV, waktunya untuk mulai menggambar dan mewarnai ... tahun depan Ravind TK looo .... bantal bau nya idiiiiihhh kok masih dipakai siy, anak besar tidak punya bantal bau ........." dan banyak pesan lainnya yang kami sampaikan hanya sekilas tanpa berharap dia memahami betul-betul.

Tiba-tiba Ravind menjawab kami "Aku kan bukan anak KETTTIIIIIILLLLL ..... aku kan sudah besar" ... dan kami semua tertawa saja ....

Pada hari Senin awal minggu ... Ravind menandai tanda "ke-besaran-nya". Dalam satu waktu dan dimulai pada hari itu sampai saat ini .... dia meninggalkan semua hal yang digemarinya. Sejak pagi sampai tidur, dia mengontrol diri untuk tidak menikmati hisapan botol yang telah menemaninya dengan susu dan air putih selama hidupnya ! ..... Sejak pagi sampai tidur ... dia bertekad melepaskan gangguan pampers manual maupun pull up pampersnya .... dia tidak mengompol sama sekali !! ..... Sejak pagi sampai waktunya menonton TV, dia bertekad untuk belajar menulis, mewarnai, dan membaca buku, sekalipun keinginan untuk menyalakan TV dan menonton fil kartun sangat kuat mengganggu nya .... namun dia sendiri yang terus bertekad menyelesaikan janjinya .... dan yang terakhir ... bantal dan guling bau nya disimpan dengan sukses di gudang lantai atas.

Luar biasa .... bagi kami, dia anak lelaki yang sangat luar biasa ...... melepaskan apa yang menjadi kegemaran dan telah menemani seluruh hari sepanjang hampir 3 tahun hidupnya untuk memperoleh pengakuan sebagai "anak besar dan bukan anak ketilll" ... melakukan self control yang luar biasa ... menempatkan tekad yang kuat dalam hatinya untuk memperoleh kemenangannya .....

Belajar lagi sesuatu yang besar dari si junior di keluarga kami .... betapa kemampuan mengontrol keinginan diri, terutama negative willingness .... seharusnya bisa dilakukan juga oleh kami ... orang tua nya ...oleh saya, ibunya, yang sudah jauuuuuh lebih dewasa dari dirinya.


He is sooo amazing & he is really a miracle ....